satu hari sebelum tragedi shiganshina
meskipun hilda telah selesai dari masa cutinya, erwin masih tidak bisa berbicar leluasa dengan hilda karena dia sangat sibuk mengerjakan pekerjaannya yang tertunda selama lima hari.
saat dia bertemu dengan hilda di ruang kerja milik hilda pun orang yang sangat dia rindukan itu tidak terlalu meresponnya, dia terlalu fokus mengerjakan tugasnya. saat waktunya makan pun dia tidak terlihat oleh mata erwin yang selalu mencarinya, ingin mengajaknya makan bersama. tapi erwin sendiri belakangan ini juga disibukkan oleh tugasnya sebagai komandan pasukan pengintai.
malam itu, saat semua pasukan pengintai seharusnya sudah tertidur, hilda ingin menaruh dokumen yang perlu ditanda tangani oleh erwin, berharap besoknya dia akan menanda tangani 10 dokumen penting itu.
tapi saat memasuki ruang kerja komandan, dia melihat erwin yang sedang tertidur di meja kerjanya. hilda menaruh dokumen yang dia bawa di atas tumpukan dokumen milik erwin.
hilda melihat wajah erwin yang tertidur dengan tenang. di bawah matanya terdapat kantung mata, tanda bahwa sang komandan tidak memiliki waktu tidur yang cukup.
"erwin." hilda memanggilnya dengan suara yang lembut sambil menyentuh wajah pria dihadapannya. posisi hilda yang membungkuk membuat wajah mereka sejajar.
erwin membuka matanya yang masih berat. dia melihat wajah hilda yang tersenyum kepadanya. erwin pun membenarkan posisi duduknya dan membiarkan hilda merapikan meja kerjanya.
"setidaknya jangan tidur diatas meja kalau kamu ingin lembur."
erwin tidak menjawab. dia hanya ingin mendengar suara perempuan yang sangat dia rindukan. erwin pun memeluk hilda yang berdiri di depannya, membuat hilda terkejut.
"kenapa? kamu tidak sakit, kan?" hilda mencoba membalikkan badannya sedangkan erwin masih memeluknya, membiarkan kepalanya bersender pada perut hilda yang mengacak-acak rambutnya.
"aku merindukanmu."
hilda tertawa pelan mendengar suara erwin yang masih serak akibat baru bangun dari tidurnya.
"sama."
"sudah selesai, kan?"
"apanya?"
"pekerjaanmu."
"masih ada beberapa yang belum, setelah memberikan dokumen ini aku harus kembali lagi."
erwin berdiri. tangannya bersender diatas meja, menghimpit tubuh hilda yang kecil.
"jangan."
"tapi, aku harus menyelesaikan-"
erwin tidak membalas argumen hilda. dia menciumnya, namun hilda tidak membiarkannya, tetap menutup mulutnya meskipun erwin memaksa ingin masuk.
erwin melepaskan hilda setelah hilda mencoba untuk mendorong pria tersebut yang tentu saja berakhir sia-sia karena erwin terus-terusan mendekatkannya.
"jangan semakin jauh dariku."
hilda tidak paham maksud dari ucapan erwin. sebelum dia sempat bertanya, erwin menciumnya lagi.
erwin memegang tengkuk leher hilda, membuat perempuan yang sedang mengunci mulutnya itu tidak bisa lepas dari genggamannya. saat sadar bahwa tidak mungkin erwin melepaskannya, hilda membiarkan erwin bermain dengannya.
nafas kedua orang itu menjadi berat, merasakan panas di selurug tubuh mereka. erwin membiarkan sebuah tanda pada leher hilda meskipun hilda sempat melarangnya karena akan sulit untuk ditutupi.
tidak bisa memberontak, hilda membiarkan erwin melampiaskan semuanya padanya.
➖➖➖
hari terjadinya tragedi shiganshina
karena tidak pernah menampakkan diri di kantin selama dua minggu, para pasukan pengintai mengerumuni hilda. kalau bukan karena bantuan dari hange, hilda tidak akan sarapan karena rekan-rekan kerjanya yang melontarkan banyak pertanyaan.
"hilda, tumben rambutmu diikat samping seperti itu?"
pertanyaan dari hange membuat hilda dan erwin yang duduk di depannya terkejut, sedangkan mike yang duduknya di samping erwin tersenyum setelah mengendus bau tubuh sahabatnya itu.
levi yang duduk di samping hilda mengangkat rambut yang menutupi hilda.
"hm? di lehermu ada sesuatu."
"LEVI!!" hilda langsung membenarkan rambutnya ke posisi semula.
"ehhh mana? mau lihat."
hange yang sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi pada hilda dan erwin masih menggoda mereka berdua.
setelah sarapan mereka berkumpul di ruang kerja komandan yang sekarang menjadi milik erwin. di sana, mereka membahas tentang jumlah pasukan yang gugur, regu yang semakin berkurang, dan posisi mayor yang kosong.
"kenapa tidak hilda saja yang menjadi mayor?" tanya hange saat erwin mengatakan ingin mengangkatnya menjadi mayor.
"tidak mau."
"eh? kenapa?"
"ada deh."
"hmm, karena sibuk punya dua pekerjaan?"
"kurang lebih begitu."
"tapi, bukankah menjadi wakil komandan sama beratnya dengan mayor?"
"kamu tahu sendiri, tidak ada yang namanya wakil komandan, anggap saja aku hanya sekretarisnya. lagipula, saat rapat besar, komandan dan mayor wajib menghadiri rapat itu, sedangkan bangsawan yang turun tangan mengurusi pemerintahan juga wajib ikut, itu akan sangat merepotkan, hange."
"kenapa tidak melepas pekerjaan militermu?"
"ada sesuatu yang harus kulakukan. oke, jangan bertanya lebih lanjut."
diakhir rapat, erwin memutuskan bahwa hange dan mike diangkat menjadi mayor, dan dia membentuk regu khusus yang dipimpin oleh levi meskipun dia baru menjadi anggota pasukan pengintai selama satu tahun.
saat mereka keluar dari ruangan untuk makan siang, salah satu anggota garrison menghamipiri mereka dengan nafas yang berat.
"komandan erwin! tembok maria telah dihancurkan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
sonder || erwinxoc
Fanfictionseorang gadis dengan nama keluarga bangsawan berumur 15 tahun bergabung dengan pasukan pengintai. ketika anak bangsawan lainnya telah menemukan kedamaian hidup mereka dibalik tembok besar, hilda freherr memilih untuk mencari jawaban dari semua pert...
