fifteen

1.2K 151 17
                                        

keesokan harinya, erwin terbangun oleh sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya.

hal pertama yang dilihatnya adalah hilda yang tertidur disampingnya. hilda mengenakan kemeja milik erwin yang tentunya terlalu besar untuknya. erwin rambut hilda yang terurai dan mencium kening gadis yang masih tidur sambil memeluknya.

"ng?"

hilda terbangun dari tidurnya dan melihat erwin memainkan rambutnya.

"bangunlah, sebentar lagi kita akan ada dengan komandan dan yang lainnya."

sebelum beranjak dari kasurnya, erwin mencium bibir hilda lalu berjalan menuju kamar mandi.

"lima menit lagi."

hilda menarik selimut milik erwin dan kembali memejamkan matanya. dia merasakan sakit pada tubuhnya dan tidak ingin bergerak, tapi dia ingat ada hal penting yang harus dia lakukan selain tidur.

"HA?! RAPAT?!"

selagi menunggu erwin mandi, hilda merapikan kasur yang berantakan dan merebus air, ingin menyeduh teh hangat. sebelum airnya mendidih, erwin sudah selesai mandi dan mereka pun bertukar tempat, erwin yang akan menyeduh teh.

setelah sarapan, mereka berdua segera menuju ruang kerja komandan keith. sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi pasukan pengintai melihat erwin dan hilda yang selalu bersama.

"hi, hilda-san!"

salah satu anggota pasukan pengintai yang telah mengumpulkan keberaniannya menghampiri hilda dan erwin.

"ini, untuk anda. saya ingin memberikan ini kemarin, tapi kemarin anda tidak berada di markas seharian."

pria tersebut memberikan sebuah kotak kepada hilda dan menunggu reaksi dari hilda. tentu saja hilda menerimanya dengan senang hati, tapi sebagai rekan kerja.

"anda terlihat sangat cantik dengan rambut yang terikat!"

pria itu langsung lari menjauh dari hilda dan erwin karena malu dan teman-temannya yang menunggunya memberikan hormat kepada erwin.

sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi erwin melihat rekannya mencoba mendekati hilda. tapi hilda sendiri tidak sadar bahwa rekan-rekannya berusaha mendekatinya, dia berpikir bahwa rekannya adalah orang yang baik dan harus dibalas juga dengan kebaikannya.

erwin dan hilda memasuki ruang kerja milik komandan keith dan ternyata komandan kan kapten regu lainnya telah menunggu mereka. rapat pun dimulai dan banyak hal yang mereka bahas.

yang paling mengejutkan para anggota rapat adalah saat erwin mengajukan untuk merekrut seseorang dari kota bawah tanah. tentu saja hal itu awalnya langsung ditolak mentah-mentah oleh kapten lainnya. tapi komandan keith yang tahu kemampuan analisis dan kecerdasan otak erwin mencoba untuk percaya padanya dan memberikan kesempatan kepada erwin untuk mencari tahu tentang orang yang dimaksud erwin.

selesai rapat, erwin meminta hilda untuk mengumpulkan regunya di ruang kerjanya.

"baumu kali ini sama seperti erwin, hilda."

ujar mike saat hilda menemuinya di kandang kuda. tidak berhenti di situ, saat mereka berpapasan dengan hange di koridor menuju ruangan erwin, mike juga mengatakannya kepada hange.

"EHHH?! KAPAN?! SELAMAT YA! hildaku sudah dewasa..." ucap hange sambil berpura-pura menangis.

bahkan setelah akhrinya menemui erwin dan teman satu regunya yang lain, mike hampir membocorkan rahasia kedua pasangan tersebut didepan teman regunya. jika hilda tidak segera menutup mulut mike, pasukan pengintai akan heboh oleh rumornya.

sonder || erwinxocTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang