CW! spoiler
hilda memberikan nampan berisikan makan dan minuman untuk erwin, dan satunya lagi untuk dirinya sendiri.
sebelumnya, erwin sudah menceritakan cerita tentang masa kecilnya, membuat hilda semakin yakin untuk berbagi informasi dan bekerja sama dengan erwin.
"aku hanya tahu satu hal, beberapa bangsawan juga mengetahui hal ini. ada manusia yang bisa berubah menjadi titan."
erwin terkejut mendengarkan fakta itu dari mulut hilda. dia tidak pernah mengetahui hal itu meskipun ayahnya dan dia sering bercerita tentang sejarah di masa lalu.
"hanya para bangsawan yang tahu?"
"sepertinya tidak hanya bangsawan, pastor pemeluk agama dinding lebih banyak tahu tentang titan daripada yang aku tahu."
erwin menunduk, dia memikirkan kemungkinan lain setelah mendengar itu. dengan eskpresi wajah penuh harapan agar mendapatkan informasi yang lain, dia melihat ke hilda yang duduk di samping kasurnya.
hilda menggelengkan kepala, menjawab ekspresi wajah pria yang sedang bersender pada kasurnya.
"pastor-pastor itu, mereka tidak mau buka mulut jika para bangsawan tidak memberikan mereka donasi."
"kotor sekali."
"tapi," hilda melihat erwin dengan tatapan ragu. erwin bisa masuk ke dalam situasi berbahaya jika dia tahu rahasia ini.
"orang seperti ini, tidak mungkin melakukan kesalah untuk kedua kalinya." batin erwin mengingat bagaimana dia bercerita tentang ayahnya yang mati secara misterius setelah erwin dengan cerobohnya membicarakan sesuatu yang tidak boleh dibicarakan.
"raja yang sesungguhnya... bukan raja fritz. dia adalah raja palsu untuk melindungi raja yang asli. kau tahu keluarga bangsawan reiss, kan? mereka pemilik darah kerajaan sesungguhnya."
erwin hanya bisa diam mencerna informasi yang baru saja diterimanya. informasi yang diberikan oleh hilda memang sedikit, tapi menurutnya itu sudah lebih dari cukup.
"aku harap kamu tahu akibat jika informasi ini tersebar."
hilda merapikan nampannya dan nampan milik erwin, ia akan mengembalikan nampan itu ke dapur dan kembali ke ruangannya, meninggalkan erwin sendirian di kamarnya.
erwin mengambil salah satu buku yang tertumpuk di lantai. buku itu memiliki sampul yang berwarna coklat dan terlihat seperti buku lama. buku tersebut memiliki judul yang terukir dengan indah yang bertuliskan "sejarah sang raja dan para bangsawan."
👁👄👁
satu bulan berlalu. tidak hanya hubungan antara hilda dan erwin sebagai atasan dan bawahan semakin dekat, melainkan hubungan mereka sebagai teman juga.
setiap kali hilda menemani dan membantu erwin menyelesaikan tugas dan laporannya, mereka akan berdiskusi membahas tentang rahasia yang selama ini disembunyikan oleh para petinggi negara.
hanya mereka berdua yang tahu tentang hal ini. hange yang sudah sangat dekat dengannya pun tidak tahu.
bagi hilda, hange seperti ilmuwan gila yang terobsesi mencari tahu tentang titan. sedangkan rahasia yang dipegang olehnya dan erwin memiliki unsur politik yang dapat membahayakan nyawa mereka.
tok, tok, tok.
seseorang mengetuk pintu ruang kerja erwin dan hilda membukanya. pria itu mengatakan kereta kuda untuk hilda telah siap dan hilda diminta untuk segera berangkat.
"ada apa, hilda?" tanya erwin dengan kertas-kertas dokumen di tangannya.
"aku harus ke rumah sebentar, ayah bilang dia mengadakan pertemuan dengan anggota brikade kepolisian."
"mereka mengajakmu untuk bertemu?"
"ah, tidak. ayah ingin aku memastikan sesuatu dari mereka."
hilda segera berangkat menuju rumahnya menggunakan kereta kuda keluarganya.
sesampainya disana, dia bisa melihat beberapa orang berseragam sama sepertinya, yang beda hanya lambangnya saja. di seragam mereka terdapat lambang kuda berwarna hijau, pasukan brikade polisi.
saat mendengarkan ayahnya rapat bersama orang-orang yang memikiki jabatan tinggi di brikade polisi, hilda hanya bisa menyimpulkan satu hal, mereka ingin keluarga freiherr ikut memberikan pemasukan lebih kepada brikade polisi yang tentu saja ditolak secara halus oleh ayahnya. namun, mereka mengancam tidak akan menutupi kejahatan yang dilakukan ayahnya.
"omong kosong, cari saja daftar kejahatan yang telah dilakukan oleh orang ini, nihil."
hilda memotong pembicaraan ayahnya dengan para tamunya. mereka hanya bisa menutup mereka setelah mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh hilda. keluarga freiherr tidak seperti kebanyakan keluarga bangsawan lainnya yang sangat haus dengan kekuasaan, mereka rela melakukan hal yang melanggar hukum hanya demi uang.
saat para anggota brikade polisi pamit kembali ke markas mereka, seorang pria kurus dan tinggi menghampirinya.
"kamu orang yang selalu bersama erwin, kan?"
hilda tahu nama orang itu. dia adalah nile dok, mayor brikade kepolisian. hilda sempat melihatnya berbincang dengan erwin dua bulan yang lalu.
"aku dengar erwin naik pangkat. ah iya, bagaimana kabar erwin?"
"keadaan mayor baik-baik saja." jawab hilda dengan sopan.
ada sesuatu yang ingin ditanyakan oleh hilda, tapi dia ragu nile akan menjawab pertanyaannya.
"mayor nile, bolehkah saya bertanya sesuatu tentang mayor erwin?"
"oh, tentu saja."
"kenapa mayor belum menikah?"
nile tertawa mendengar pertanyaan yang dia dengar. sebenarnya, ini bukan kali pertamanya mendengar pertanyaan itu. banyak rekan perempuannya ingin nile mengenalkan mereka dengan erwin.
"saya hanya khawatir dengan mayor. saya yakin banyak wanita yang ingin bersama mayor. bisa-bisa mayor menjadi kakek-kakek sendirian tanpa mempunyai seorang cucu."
tawa nile semakin menjadi setelah mendengar ucapan hilda, sedangkan gadis dihadapannya tidak mengerti kenapa nile tertawa sampai menangis seperti ini.
"namamu hilda, kan?" tanya nile. hilda mengangguk.
"hilda, saat aku dan erwin masih menjadi kadet, dia sempat menjalin hubungan dengan seorang perempuan. tapi perempuan itu ingin erwin hidup tenang bersamanya dan melupakan mimpinya bergabung dengan pasukan pengintai. perempuan itu sangat cantik, manis, dan memiliki hati yang lembut. tapi si alis tebal itu malah memilih titan dan meninggalkannya. saat kutanya kenapa tidak mencari perempuan lain, dia menjawab, dia tidak tahu akan hidup sampai kapan, lebih baik seperti ini, tidak terikat pada siapapun. tidak akan ada keluarga yang menunggunya pulang. dia merasa beban yang ditanggung akan sedikit lebih ringan."
hilda mengepalkan tangannya. dia ingin segera bertemu dengan erwin.
KAMU SEDANG MEMBACA
sonder || erwinxoc
Fanfictionseorang gadis dengan nama keluarga bangsawan berumur 15 tahun bergabung dengan pasukan pengintai. ketika anak bangsawan lainnya telah menemukan kedamaian hidup mereka dibalik tembok besar, hilda freherr memilih untuk mencari jawaban dari semua pert...
