twelve

1.1K 156 9
                                        

lima tahun berlalu.

tidak ada yang mengetahui hubungan mereka kecuali sahabat mereka. sebenarnya hilda dan erwin tidak pernah memberitahu secara resmi, tapi bagi mereka yang sering berkumpul di luar rapat, mereka dapat merasakan perbedaan suasana antara hilda dan erwin.

"kalian, ada sesuatu yang terjadi diantara kalian berdua, ya?" tanya hange kala itu. dia lah orang pertama yang menyadarinya.

"eh? ti-tidak ada, hange." wajah hilda memerah dan segera menjauh dari erwin beberapa langkah.

hange tiba-tiba mendekat ke hilda. posisi mereka sangat dekat, bahkan hange sempat mendorong erwin agar dia bisa sedekat itu dengan hilda.

"ha-hange?" wajah hilda semakin memerah. hange tidak menjauh dari hilda dan tetap mendekatkan wajahnya kepada sang gadis.

tepat sebelum bibir mereka bersentuhan, jaket hange ditarik oleh pria bertubuh besar dibelakangnya.

hange langsung tertawa dan memukul pundak erwin dan hilda.

"hahaha! selamat, ya! kenapa kalian tidak bilang dari awal?"

tidak ada jawaban yang keluar dari mulut dua pasangan tersebut, membuat hange tidak bisa menghentikan tawanya. dia tidak menyangka hilda adalah seorang gadis yang sangat pemalu jika membahas tentang masalah seperti ini.

"hilda? ada apa?"

erwin menyadarkannya dari lamunannya. hilda yang sedang membantu erwin mengumpulkan data untuk kepentingan pasukan pengintai nanti melanjutkan pekerjaannya.

hilda menggeleng pelan menjawab pertanyaan erwin.

"hah, si tua lobov sungguh ingin menghancurkan pasukan pengintai, ya?"

"sayangnya begitu. apa kamu tidak mendapatkan informasi apapun?"

"tidak. yang aku tahu hanya lobov dan fraksinya sering melakukan rapat diam-diam bersama perusahaan lang, pemasok barang-barang kepolisian."

"mereka tidak akan menyetujui strategi jarak jauh ini."

mereka berdua diam, memikirkan informasi dan peluang apa saja yang akan terjadi. erwin yang daritadi sibuk membuat proposal strategi jarak jauh berhenti menulis sejenak dan meminum teh yang telah dibuatkan oleh hilda.

"OH IYA!" erwin menghentikan kegiatannya.

"aku dengar dari ayah, lobov melakukan penggelapan dana, terutama pada biaya tangga dari kota bawah tanah ke daratan."

erwin diam sejenak. rencana yang dipikirkannya ini mempunyai resiko yang besar jika dia gagal, namun hanya ini satu-satunya cara agar pasukan pengintai tidak dibubarkan.

"besok, kita akan ke kota bawah tanah, menyelidiki secara langsung."

👁👄👁

keesokan harinya, erwin dan hilda bersiap untuk berangkat ke salah satu distrik di dalam perlindungan dinding sina dan memasuki kota bawah tanah.

saat mereka ingin menaiki kereta kuda yang sudah disiapkan, mike mendatangi erwin dan bertanya kemana mereka akan pergi. erwin yang sudah menaruh kepercayaan kepada mike menjawabnya dengan jujur, sedangkan hilda mengajak mike untuk mencari informasi bersama dan mike pun mengiyakan ajakan hilda.

sesampainya di kota bawah tanah, erwin, hilda, dan mike langsung bertanya kepada beberapa orang yang tinggal di kota bawah tanah tersebut. tidak jarang saat hilda bertanya kepada beberapa pria, mereka menggodanya dan membuat hilda memutar pergelangan tangan mereka.

"KAMU! YANG KECIL! BERHENTI DI SITU SEKARNG JUGA!"

hilda mendengar suara orang yang siap untuk mencari masalah tidak jauh dari tempatnya berdiri. dia segera mencari erwin dan mike untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

"erwin! mike! sini."

mereka bertiga melihat seorang pria bertubuh besar mengeluarkan pistol dan terus-terusan mengancam pria bertubuh kecil yang menabraknya.

dibalik jubah pria itu terdapat 3d manuver yang seharusnya tidak dimiliki oleh orang awam selain pasukan militer.

pria dengan rambut hitam itu mengarahkan 3d manuver sangat dekat dengan wajah pria yang mengancamnya. dalam hitungan detik, pria bertubuh kecil itu sudah berasa di atas, seolah-olah dia memiliki sayap dan mampu terbang bebas di kota bawah tanah ini.

erwin, hilda, dan mike hanya berdiam dan melihat pemandangan yang mengejutkan bagi mereka. penduduk kota bawah tanah yang mampu menggunakan 3d manuver tanpa dilatih secara formal mempunyai skill yang setingkat dengan veteran militer.

"woah, laki-laki itu terbang begitu saja."

mike mengangguk, setuju dengan hilda.

"entah kenapa dia terlihat sepertimu, hilda." tambah mike.

"maksudmu saat menggunakan 3d manuver?"

mike lagi-lagi hanya mengangguk.

hilda tertawa lalu melihat erwin yang daritadi tidak mengeluarkan suaranya.

erwin tersenyum, masih melihat pria yang sangat lincah menggunakan 3d manuver. hilda tahu maksud dibalik senyuman pria disampingnya.

"tertarik dengannya?" tanya hilda, membuat erwin mengalihkan pandangannya dan melihat hilda.

"mungkin. melihat kemampuannya itu, akan sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik." jawab erwin. hilda hanya bisa tersenyum mendengar jawaban dari erwin.

"pikirkan rencanamu di markas saja. sudah satu jam disini dan hanya sedikit informasi yang kita dapatkan."

mereka bertiga pergi dari kota bawah tanah dan bersiap untuk masuk ke kereta kuda.

dari kejauhan hilda melihat dua orang laki-laki paruh baya. salah satu dari mereka mengenakan topi sedangkan yang satu lagi rambutnya terlihat sudah memutih. hilda mencium bau aneh dari arah kedua pria tersebut.

hilda mengira itu hanya bau yang berasal dari tempat mereka berjalan. namun, saat kedua pria itu semakin dekat dengannya dan berada tepat di sampingnya, bau itu semakin kuat.

hilda menahan tangan salah satu pria itu dan membuat pria yang dipegang tangannya menoleh kearahnya. pria yang dipegang tangannya adalah pria yang tidak mengenakan topi. mata pria tersebut berwarna ungu terang yang sebelumnya tidak pernah dilihat oleh hilda.

dalam satu kedipan mata, pria yang menggunakan topi itu langsung menyerang hilda, membuat hilda melepaskan genggamannya dan mundur untuk menghindar dari serangan.

tepat sebelum tinju dari pria bertopi mengenai wajahnya, temannya menghentikannya dengan satu kata.

"cukup."

pria bertopi itu langsung berhenti dan menurunkan tangannya. dia sedikit menaikkan topinya dan melihat hilda.

"hilda!" erwin dan mike yang baru keluar dari kereta kuda langsung menghampiri hilda.

"kamu tidak apa-apa? apa yang terjadi?" tanya erwin dengan khawatir.

hilda masih melihat langkah kedua pria tersebut pergi darinya. dia merasakan kejanggalan pada dua orang itu.

sonder || erwinxocTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang