dua minggu sebelum tragedi shiganshina
siang itu, hilda menemani ayahnya yang sedang bersantai di halaman belakang rumahnya. seharusnya hari ini hilda bekerja di markas pasukan pengintai, namun ayahnya menyuruhnya untuk pulang sebentar karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.
di bawah pohon yang besar, mereka berdua duduk sambil meminum teh hangat yang disiapkan oleh pelayan keluarga freiherr.
"aku dengar dari darius, setelah ekspedisi kemarin, keith tiba-tiba mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kepada erwin, ya?"
"iya. komandan keith tidak memberitahukan alasannya kepada kami. apa ayah tahu sesuatu?"
gilbert menggelengkan kepalanya dengan lemas. sudah terhitung hampir satu tahun setelah dokter jaeger mendiagnosa bahwa dia memiliki waktu paling lama satu tahun dan itu membuat hilda khawatir.
"hilda, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan."
suaranya semakin pelan, nafasnya berat. yang dikhawatirkan oleh hilda akan terjadi.
hilda berdiri dari kursinya dan berlutut disamping sang ayah agar bisa mendengar suaranya dengan jelas. tangannya yang kecil menggenggam tangan ayahnya yang tidak berhenti bergetar.
"keluarga raja telah dibantai, menyisakan si penakut itu dan anaknya yang dia disembunyikannya bertahun-tahun. jadikanlah dia ratu, ratu yang akan mengubah sesuatu dari balik dinding ini. jadikanlah dia ratu, dan lanjutkanlah tugas keluarga ini."
gilbert memandangi langit diatasnya yang sedikit tertutupi oleh pohon yang meneduhinya. waktunya hanya sedikit, tapi dia berusaha untuk menyampaikan semua yang ingin ia katakan kepada hilda.
"jangan menangis, hilda. jadilah wanita kuat."
hilda tidak menangis saat mendengarkan kalimat dan nafas terakhir dari orang yang telah menjaganya selama dua puluh tahun. tidak ada satupun air mata yang menetes dari matanya. sedangkan luis yang telah bekerja dengan gilbert selama dua puluh tahun berusaha untuk menahan air matanya.
hilda mengeluarkan jam dari saku seragamnya. dia membacakan waktu kematian sang ayah di depan luis dan val yang selalu menemani mereka. di bawah pohon ini, kenangan hari ini, adalah hal terakhir yang diberikan oleh ayahnya kepadanya.
"luis, aku minta maaf mengganggu waktu berdukamu."
hilda membalikkan badannya, melihat luis yang sedang menundukkan kepalanya.
"tolong siapkan pemakaman ayah, lakukan secepatnya. sebarkan kabar bahwa kepala keluarga freiherr telah meninggal kepada para bangsawan dan teman terdekatnya. aku tidak peduli mereka akan datang atau tidak, pastikan tidak ada satu pun yang terlewat. terutama keluarga reiss."
hilda memegang tangan ayahnya dan mengambil cincin yang dipakai oleh gilbert di jari kelingkingnya. hilda melihat ada ukiran nama freiherr di dalam cincin perak itu dan memakainya di jari manis tangan kirinya.
"sebarkan juga bahwa kepala keluarga freiherr adalah aku, hilda freiherr, anak semata wayang gilbert freiherr dan satu-satunya penerusnya."
hilda tersenyum dan berjalan mendekati val. val sendiri tidak mengerti bagaimana hilda masih bisa tersenyum saat ayahnya baru saja meninggalkan dunia.
hilda memerintahkan val untuk mengikutinya masuk ke dalam kediaman freiherr. di sepanjang koridor, mereka bertemu dengan pelayan lain. mereka terlihat terkejut saat menyadari bahwa hilda memakai cincin kepala keluarga freiherr.
"val, aku yakin kamu sudah mendengar ini dari ayahmu. mulai sekarang, kamu akan memiliki banyak tugas, bukan menjadi pelayan rumah ini, melainkan tangan kananku."
val yang sedang menunggu hilda berganti pakaian diluar kamar pribadi hilda mengiyakan pernyataan hilda. dia sudah mendengar dari ayahnya sejak tahun lalu dan ini adalah alasan kenapa ayahnya menyuruhnya untuk mempelajari banyak hal.
setelah selesai berganti pakaian, hilda menyuruh val untuk masuk.
"saat pemakaman nanti, jangan muncul dihadapan banyak orang."
lagi-lagi val dibuat terkejut oleh hilda. dia ingin bertanya kenapa dan untuk apa kepada hilda yang masih berdiri di depan kaca dan sedang merapikan pakaiannya.
"aku tahu kamu ingin bertanya kenapa, untuk apa, apa tujuanku. tapi, saat aku memberikanmu pekerjaan, tolong jangan bertanya tiga pertanyaan tadi. lakukan saja. akan lebih baik jika kamu tidak tahu apa-apa."
"baik, nona hilda."
"lalu, tugas kedua. carilah seseorang yang menurutmu dapat dipercaya dan tidak sulit untuk diatur. cari seseorang dari kota bawah tanah. berikan dia kependudukan di dalam tembok sina dan beri dia pekerjaan disini, biarkan dia tinggal di rumah ini. setelah itu, pinjam tanda kependudukannya, tukarkan dengan punyamu lalu bergabunglah dengan agama dinding.
setelah bergabung dengan agama itu, pastikan posisimu aman. tidak perlu terburu-buru asalkan identitasmu tidak ketahuan. aku ingin kamu mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang penerus sah kerajaan. awalnya memang akan sulit karena mereka, terutama para pastor, akan mewaspadaimu yang tiba-tiba bergabung, tapi saat posisimu sudah aman, informasi akan mengalir begitu saja. karena itu, tidak perlu terburu-buru. tugas ini tidak akan selesai dalam kurun waktu sebulan dua bulan, mungkin satu atau dua tahun.
jika kamu berada di situasi yang mendesak, jangan ragu dengan pilihanmu. val, aku percaya dengan kemampuanmu. tugas ini tidak mungkin membiarkanmu diam tanpa bertanya 'untuk apa'. aku tahu itu, tapi aku tidak akan menjawabnya. aku yakin kamu akan menemukan jawabannya sendiri setelah mendengar pesan dari ayah."
val melihat hilda yang berdiri dengan penuh keyakinan. hilda dihadapannya sekarang seperti sudah berubah. meskipun senyum hangat itu tidak menghilang dari wajahnya, namun tatapan matanya menjadi semakin tegas. dia masih belum tahu rencana sebenarnya yang dimiliki oleh hilda, namun dia menaruh semua kepercayaannya kepada hilda dan menuruti semua perintahnya.
"ayo mulai permainan ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
sonder || erwinxoc
Fanficseorang gadis dengan nama keluarga bangsawan berumur 15 tahun bergabung dengan pasukan pengintai. ketika anak bangsawan lainnya telah menemukan kedamaian hidup mereka dibalik tembok besar, hilda freherr memilih untuk mencari jawaban dari semua pert...
