thirteen

1.1K 153 7
                                        

sepanjang perjalanan, hilda diam dan hanya melihat kearah jalanan. saat erwin atau mike memanggilnya pun hilda menjawabnya dengan telat, seperti sedang memikirkan sesuatu.

"tuan, sudah sampai."

pak kusir yang mengantarkan mereka ke markas membukakan pintu dan mereka bertiga langsung turun. hilda yang masih melamun tetap berjalan tanpa menunggu mike dan erwin yang sedang berbicara dengan sang kusir.

"kalian mau kemana?" tanya mike kepada erwin setelah erwin meminta kusir untuk menunggunya sebentar.

"hari ini hari ulang tahunnya. selama lima tahun aku tidak pernah merayakan ulang tahunnya bersama. dilihat dari tingkah lakunya hari ini pun sepertinya dia tidak ingat."

mike mengangguk setuju.

"tahun lalu saja dia baru ingat setelah seseorang memberikan bingkisan makanan kepadanya, dia terlalu fokus dengan pekerjaannya."

mike segera kembali ke markas, sedangkan erwin menyusul hilda. erwin menyuruh hilda untuk mengganti seragamnya dan menggunakan pakaian sehari-harinya.

saat hilda bertanya untuk apa, erwin hanya menjawab mereka akan berjalan-jalan sebentar. awalnya hilda menolak karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya. namun erwin memaksanya dan mau tidak mau hilda menurut.

dengan kemeja putih dan dan blazer birunya, erwin menunggu hilda di tempat sang kusir menunggu mereka.

dari kejauhan pun erwin dapat melihat hilda dengan gaun dibawah lutut berwarna putih kain biru tua yang menutupi bagian atasnya. hilda juga mengenakan topi yang sewarna dengan gaunnya.

hilda berjalan dengan anggun. pasukan pengintai yang tidak pernah melihatnya mengenakan pakaian sehari-harinya melihatnya dengan kagum, begitu pula erwin.

saat erwin membantu hilda menaiki kereta kuda, erwin mendekatkan diri ke hilda.

"kamu terlihat cantik." bisikan erwin yang tepat ditelinganya membuat wajah hilda memerah meskipun ini bukan kali pertamanya erwin mengucapkan itu.

"jadi, kita mau kemana?" tanya hilda setelah mengembalikan ketenangannya.

"terserahmu. sudah lima tahun ini kamu tidak jalan-jalan santai, bukan?"

hilda diam sebentar, dia memikirkan tempat yang ingin dia tuju.

"ke distrik shiganshina, ada tempat yang ingin aku datangi."

setelah erwin memberitahu kusir tujuan mereka, kuda pun berjalan dan berangkat menuju tempat yang ingin dituju oleh hilda.

"tidak ada mike, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya erwin kepada hilda.

"setelah dari kota bawah tanah, ada sesuatu yang aneh dari salah satu pria tadi."

"aneh?"

"iya, baunya. aku tidak pernah mencium bau aneh seperti itu."

hilda mengingat kembali mata milik pria itu. mata dengan warna ungu yang indah itu sempat bersinar sebentar saat dia melihatnya.

"anna?"

tiba-tiba dia mendengar suara pria yang tidak dia ketahui milik siapa. entah hilda memang tidak pernah mendengarnya atau dia yang lupa, dia tidak tahu. banyak yang dipikirkannya sejak kejadian tadi.

"oh iya, pria koboi itu...kenapa dia terlihat kaget?"

erwin yang sadar gadis disampingnya itu sedang memiliki banyak pikiran segera mengelus rambutnya dan mencium keningnya.

"pikirkan besok saja. hari ini bersenang-senanglah."

wajah hilda memerah dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

saat mereka tiba di gerbang dinding maria, hilda meminta untuk turun di situ dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

mereka berkeliling kota dengan senyum yang terukir di wajah mereka. hilda mengesampingkan kejadian tadi dan menuruti kata-kata erwin untuk menikmati hari ini.

"dimana tempat yang ingin kamu datangi?"

saat erwin bertanya kepada hilda, hilda berdiri di depan pintu sebuah rumah dengan dua tingkat. rumah itu tidak terlalu besar dan sangat sederhana, tapi terlihat sangat bersih.

"di sini." jawab hilda dengan senyum yang hangat.

hilda mengetuk pintu rumah itu dan terdengar suara wanita dari dalam rumah.

wanita tersebut membukakan pintu untuk hilda dan erwin dengan seorang anak kecil berada dalam pelukannya.

"halo, emma." sapa hilda kepada wanita bernama emma itu.

"hilda!" wanita itu terlihat kaget saat sadar bahwa gadis dihadapannya adalah hilda, teman dekatnya.

setelah mendengar nama hilda disebut, anak-anak lainnya yang berada di dalam rumah itu langsung mendatanginya dan memeluknya. erwin hanya berdiri diam melihat senyum bahagia yang terukir di wajah hilda dan orang-orang yang tidak dikenalnya.

"kami baru saja ingin mengantarkan makanan padamu, tapi kamu malah kesini. apa jadwalmu tidak sibuk?" tanya emma sedangkan hilda sibuk ditarik oleh anak-anak di rumah itu.

"tidak, atasanku meliburkanku hari ini. oh iya, mengirimkan makanan untuk apa?" tanya hilda yang tidak ingat sama sekali hari ini tanggal 13 februari.

"lagi-lagi kamu melupakan ulang tahunmu ya, hilda." jawab seorang gadis kecil yang menarik tangan hilda.

"eh? ulang tahun?" hilda langsung melihat erwin yang sedang tersenyum melihatnya.

"iya. karena kamu disini, ayo makan siang bersama kami."

emma baru sadar bahwa hilda tidak sendirian. ada seorang pria yang daritadi dengan tenang memperhatikan hilda dengan pandangan yang hangat dari mata biru itu.

hilda yang lupa memperkenalkan erwin kepada emma dan anak-anak lainnya segera menarik lengan erwin agar erwin mendekat.

"aku lupa! perkenalkan, erwin smith, dia adalah mayor pasukan pengintai dan ini adalah emma, temanku yang membantuku mengurus panti ini."

"panti?" tanya erwin yang masih tidak tahu apa-apa.

"bicaranya di dalam saja. silahkan masuk, hilda dan mayor smith."

sonder || erwinxocTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang