eleven

1.2K 169 18
                                        

hilda berlari menuju ruang kerja erwin dengan seikat bunga di tangannya. rekan-rekannya yang melihanya berlari di koridor mencoba bertanya kepada hilda namun tidak digubris sama sekali.

setelah mendengarkan cerita dari nile, hilda bergegas naik ke kereta kudanya. di perjalanan, dia melihat sebuah toko yang menjual bunga dan hilda pun memasuki toko tersebut.

hilda membeli seikat bunga mawar yang durinya sudah dibersihkan oleh sang pemilik toko.

"erwin!" saat tidak ada siapapun, hilda selalu memanggil erwin tanpa pangkatnya karena erwin memintanya seperti itu.

erwin yang sedang membaca dokumen yang diberikan oleh keith terkejut melihat hilda tiba-tiba membuka pintu kerjanya sambil membawa seikat bunga mawar.

"ada apa? kenapa membawa mawar? oleh-oleh dari ayahmu?"

hilda berdecak kesal.

"bodoh! aku bisa memahami alasanmu yang tidak ingin berkeluarga, tapi meninggalkan perempuan yang kamu cinta demi titan itu sangat bodoh! pergi dan temui perempuan itu, lalu berikan bunga ini. meskipun sudah lewat enam tahun, bisa saja dia masih menunggumu."

"tarik nafas dulu, hilda."

hilda hanya memberikan tatapan kesal kepada erwin.

"siapa yang menceritakan itu padamu?"

"nile dok, teman seangkatanmu. kamu, aku pernah bilang, bukan? meskipun hidupmu sebentar, nikmatilah setiap detik dari hidupmu. cintailah seseorang, dicintai seseorang, memberinya pelukan setiap pagi, dimasakkan sesuatu olehnya. aku tahu kamu keras kepala, tapi kalau begini bisa-bisa kamu akan mati tanpa pernah menikmati rasanya hidup di dunia."

erwin terdiam. sejak ayahnya meninggal, dia tidak pernah lgi memikirkan tentang kehidupan yang membuatnya senang. yang selalu menjadi alasannya untuk hidup hanyalah cita-cita dan tujuannya. dia berpikir bahwa itu saja sudah cukup. namun sejak bertemu dengan hilda, sejak melihat senyum hangat hilda, dia ingin bersamanya untuk waktu yang lebih lama, dia ingin mengenang dengan baik waktu saat dirinya bersama dengan hilda.

tapi pemikirannya yang keras kepala dan terlalu dipenuhi oleh logika membuatnya ragu. ada saat dimana ia ingin meyakinkan dirinya sendiri, tapi pemikirannya selalu membuat dia mundur. erwin mengira akan mudah melepas perasaan yang dia miliki seperti enam tahun yang lalu, ternyata tidak. seberapa keras usahanya untuk tidak mencintai hilda, gadis itu akan selalu muncul dibenak pikirannya.

erwin berjalan mendekati hilda. pria bertubuh besar itu menarik tangan gadis kecil dihadapannya dan menciumnya. ini adalah ciuman pertama dua orang tersebut.

hanya ciuman sederhana, ciuman untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang gadis.

hilda mendorong erwin sekuat tenaga tapi tangannya digenggam erat oleh erwin, hilda tidak bisa melepaskan dirinya dari pria tersebut.

"perempuan yang kamu bicarakan, dia sudah menikah dengan nile tahun lalu."

wajah hilda yang sebelumnya sudah merah karena tiba-tiba dicium oleh erwin, kini semakin merah karena malu.

"hilda," erwin menyentuh wajah hilda dan mengelusnya pelan. "dua tahun yang lalu, aku melihat seorang gadis dengan rambut hitam dan mata yang indah di tengah-tengah ramainya jalan. aku terpaku dengan kecantikannya, dengan senyum yang hangat. tapi, dua tahun kemudian aku bertemu lagi dengannya. gadis itu tidak pernah jauh dariku, dia selalu berada disisiku.

sudah berbulan-bulan aku berusaha untuk menghilangkan perasaanku padanya karena keegoisanku, tapi gadis itu selalu datang kembali. tapi karena ucapanmu tadi, aku bisa meyakinkan diriku sendiri, bahwa aku mencintainya."

kini mata mereka bertemu. ada air yang menggenang di mata hilda dan ada rasa nyaman di mata erwin. erwin tidak tahu kenapa mata hilda berkaca-kaca, dan dia tidak tahu wajah seperti apa yang dilihat oleh hilda.

"aku mencintaimu, hilda."

matanya tidak bisa menampung air mata yang membendung. tangisnya pecah. hilda hanya menunduk karena tidak ingin pria dihadapannya melihatnya menangis.

erwin menarik hilda ke dalam pelukannya. dia bisa merasakan air mata hilda membasahi kemejanya, tapi dia tidak peduli. erwin tetap memeluk dan mengelus kepala hilda sampai gadis yang dipeluknya merasa tenang.

sonder || erwinxocTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang