"komandan erwin! anda melihat nona hilda?"
val mendatangi erwin yang sedang berbicara dengan komandan lain dan levi. siang itu, satu jam sebelum acara penobatan ratu yang baru, tapi val tidak dapat menemukan hilda dimana pun.
"bukankah dia seharusnya sedang bersama historia?"
"seharusnya begitu. tapi nona hilda tidak berada di sana, bahkan ratu pun tidak tahu beliau kemana."
"sejak kapan dia menghilang?"
"setelah nona menyelesaikan persiapan yang dibutuhkan ratu."
"sekitar lima jam yang lalu, ya?"
"kenapa kalian berisik sekali?"
dengan setelan lengkapnya, hilda muncul dari belakang val dan berjalan mendekati erwin, komandan lain meninggalkannya karena mereka ada urusan.
meskipun wajah hilda terlihat sangat cantik dan senyum selalu terukir di wajahnya, hilda terlihat kurang istirahat. kantung mata di bawah matanya terlihat jelas dan kadang hilda melamun saat diajak berbicara.
"hilda, darimana saja?" tanya erwin saat mereka berdua berjalan menuju ruang dimana historia berada.
"tidak kemana-mana. hanya mencoba menjadi anak yang baik."
erwin tahu maksud dari kalimat hilda. gadis dihadapannya baru saja kembali setelah berkunjung ke makam ayahnya, kenny ackerman, yang dimakamkan lima jam yang lalu bersama rekan-rekan satu regunya.
mereka tiba di ruang dimana historia menunggu mulainya acara penobatan. hilda berjalan mendekati historia yang sedang duduk sedangkan erwin hanya menunggu di depan pintu.
"kamu terlihat cantik. ayo, rakyatmu sudah menunggu."
➖➖➖
lima jam yang lalu.
hilda langsung menaiki kudanya yang ia tempatkan di lapangan markas utama setelah dia selesai mempersiapkan segala kebutuhan historia untuk acara penobatan nanti.
setelah selesai menginterogasi tahanannya, hilda melanjutkan pekerjaannya yang lain, menolak untuk membiarkan tubuhnya beristirahat.
hilda menguping pembicaraan beberapa anggota garrison saat dia sedang sibuk dengan tugasnya. isi pembicaraan itu adalah anggota brikade kepolisian regu anti-personel yang ditemukan tewas akan dimakamkan jam 8 pagi.
saat tiba di orvurd, hilda tidak menemukan satu pun anggota pasukan pengintai karena mereka sudah kembali ke markas sebelum matahari terbit.
dengan bunga lili berwarna putih yang digenggamnya, hilda berjalan diantara bebatuan nisan, mencari batu nisan yang terukir nama ayahnya, kenny ackerman.
hilda meletakkan setangkai bunga lili yang tadi ia genggam tepat didepan batu nisan yang bertuliskan nama kenny. dikeluarkannya sekotak bungkus rokok dan korek api, salah satu cara untuk menenangkan pikirannya jika dia sedang tidak bisa menikmati minuman keras.
hilda duduk bersender pada batu nisan tersebut sambil melihat langit indah yang cerah tanpa awan diatasnya.
"masih ada sekitar empat jam lagi." kalimat pertamanya sebelum memulai monolog yang panjang, berharap agar orang tersebut dapat mendengarnya.
"kupanggil dengan ayah, ya? toh, darahmu mengalir dalam tubuhku."
ingatan hilda 14 tahun yang lalu, tepat sebelum dia meninggalkan rumahnya untuk menjadi seorang kadet pun kembali berputar. dia masih ingat dengan jelas bagaimana orang yang selalu menjaganya, gilbert, bercerita bahwa ia bukan ayah kandungnya.
"ayah, sudah bertemu dengan ibu? minta maaflah kepada ibu, kamu meninggalkannya bahkan sebelum dia sempat memberitahukanmu bahwa aku ada di dunia."
bayangan ayah dan ibunya yang sedang bertemu dapat digambarkan di kepalanya. hilda memejamkan mata dan berharap bisa melihat ibu dan ayahnya tersenyum bahagia disana.
"berterimakasih dan minta maaflah kepada paman gilbert, dia sudah menggantikan tugasmu selama 21 tahun."
suara pamannya saat dia mengarjarkan hilda berbagai hal, menceritakan dongeng agar dia tertidur, membantu pekerjaannya kembali terdengar.
"aku juga titip salam kepada bibi. kalau tidak salah, kata levi, namanya kuchel, ya? jangan lupa bilang kepadanya, levi tumbuh menjadi pria yang kuat meskipun tingginya tidak."
tawa pahit terdengar dari mulutnya. hilda menghisap rokok yang daritadi dipegangnya.
"kalau dunia ini tidak kejam, mungkin kita bisa menjadi keluarga yang bahagia, kan?"
hilda membayangkan hidupnya jika anggota keluarga mereka lengkap. mungkin mereka akan merayakan ulang tahun setiap anggota keluarga mereka, merayakan natal bersama, dan merayakan pergantian tahun bersama.
aku tidak bisa menjadi orang tua bagimu.
hilda teringat kalimat terakhir ayahnya yang terdengar oleh levi dan tertawa.
"apa yang kamu ajarkan kepada levi? mulutnya yang kasar itu sepertinya ditiru olehmu, ayah."
levi yang bercerita tentang masa kecilnya bersama kenny mulai teringat kembali. meskipun malam itu hilda sedang mabuk, namun dia masih mengingat dengan jelas setiap kalimat yang dikeluarkan oleh levi tentang ayahnya.
"kata levi, ayah mengajarinya minum alkohol sejak dia masih kecil. paman macam apa yang mengajari keponakannya hal seperti itu."
hilda tertawa lagi, membayangkan ayahnya membelikan minuman keras untuk bocah yang berusia tidak lebih dari 17 tahun.
"ayah mengajarinya cara bertahan hidup, kan? berkat itu kini dia menjadi manusia terkuat. di kalangan bangsawan dan pemerintah dia sangat terkenal, seharusnya ayah pernah mendengarnya, kan? ah, aku terlalu banyak bercerita tentang levi. aku yakin ayah tidak tahu apa-apa tentangku."
hilda berpikir sejenak, tidak tahu apa yang harus dia ceritakan kepada ayah yang bahkan tidak tahu bahwa ia terlahir di dunia.
"ayah, aku lahir tanggal 13 bulan 2, 26 tahun yang lalu. ibu pergi dari dunia setelah aku lahir, aku bahkan tidak dapat mengingat suaranya. lalu, paman gilbert merawat dan membesarkanku selama 12 tahun. aku meninggalkan rumahnya yang besar karena ingin menjadi anggota pasukan pengintai. banyak orang bilang bahwa hanya orang gila saja yang ingin masuk ke divisi itu. aku tidak mengelak, tujuanku menjadi pasukan pengintai adalah mencari tahu tentang dunia luar dan asal muasal titan. tapi setelah kematian paman gilbert, tujuan hidupku berubah.
disana aku bertemu dengan hange, moblit, mike, nanaba, erwin, dan lainnya. mereka adalah sahabat-sahabatku, meskipun kebanyakan dari mereka sudah pergi.
oh iya, tujuan hidupku berubah 5 tahun yang lalu, setelah mendengar pesan dari paman gilbert. aku ingin mengubah tatanan pemerintahan yang hanya memikirkan kepentingan sang raja seorang. aku ingin seorang raja yang bisa mengayomi rakyatnya, dan kini tujuan itu akan tercapai empat jam lagi.
tujuan hidupku hanya itu, mencari sang ratu dan kini aku tidak punya tujuan apapun. aku tidak bisa membayangkan jika suatu hari nanti erwin juga akan meninggalkanku.
ah, erwin smith. saat aku baru menjadi anggota pasukan pengintai, dia adalah kapten reguku. aku sangat benci padanya setelah melakukan ekspedisi pertamaku, dan kini aku sangat mencintainya. sangat. ayah tahu, tadi malam emosiku meluap karena seseorang telah melukainya. aku menghajar orang itu sampai sekarat, jika tidak ada yang menahannku, mungkin kini orang itu tidak bernyawa."
hilda menghirup asap dari rokok yang masih menyala meskipun batang rokok tersebut akan habis. meskipun dia bahkan tidak pernah memiliki obrolan selayaknya seorang anak dan ayah dengan kenny, hatinya tetap terluka karena ditinggalkan olehnya.
"saat aku berkunjung lagi, aku akan bawakan minuman untukmu."
author's note
psst psst levihannya moms mungkin tertarik
https://my.w.tt/8zbRD49IJcb
atau buka profil author terus pencet yang judulnya "fall with no regrets"🤩
KAMU SEDANG MEMBACA
sonder || erwinxoc
Fanfictionseorang gadis dengan nama keluarga bangsawan berumur 15 tahun bergabung dengan pasukan pengintai. ketika anak bangsawan lainnya telah menemukan kedamaian hidup mereka dibalik tembok besar, hilda freherr memilih untuk mencari jawaban dari semua pert...
