"Apa-apaan itu?" Nicholas menatap ngeri pada penampakan Zoia yang kini berada di hadapannya, memegang sebuah keranjang berisi makeup.
Sebuah seringai muncul di wajah Zoia sebelum dia naik ke kasur, memposisikan dirinya di depan Nicholas yang baru bangun tidur.
"Aku ingin mendandanimu."
"Apa? Kau sudah gila?" Nicholas nyaris berteriak.
"Kau pernah menonton challenge merias wajah suami?"
"Tidak! Jangan main-main!"
"Ayolah Nicholas!" Zoia semakin mendekat sementara Nicholas semakin menjauh."Kau pasti tampak cantik."
"Aku tidak mau cantik." Nicholas kini turun dari kasur dan berjalan keluar dari kamar dengan tubuh merinding.
"Kau tega sekali. Padahal aku ingin melihatmu cantik, Nicholas!" Zoia mengejar pria itu sambil membawa alat makeupnya.
"Tidak, tidak akan pernah."
"Hanya satu foto, please. Setelah itu kau bisa mencuci wajahmu!"
"Tidak pernah! Jangan membuat hal-hal konyol begitu, Sayang! Kau gila atau apa?"
Zoia mendengus kesal melihat Nicholas yang terus menghindarinya.
"Itu... Keenan saja... rias dia saja!" Nicholas menunjuk Keenan yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Aku? Apa maksudnya? Rias aku?"
Zoia pun menyengir dan segera menghampiri Keenan. Pria itu reflek mundur satu langkah namun punggungnya menabrak pintu.
"Ayo Keenan, duduk disini. Aku ingin meriasmu."
"Jangan gila."
"Demi anakku, ayolah!"
"Sir, ada apa dengan istrimu?"
"Entahlah. Dia sudah gila semenjak hamil. Lakukan saja apa maunya."
"Kenapa bukan Anda saja? Anda kan suaminya! Jangan melibatkan aku!"
"Nanti kubayar. Cepat lakukan saja." Decak Nicholas.
"Aku tak butuh uang!"
"Kau mau menolak perintahku?"
"Aku bekerja sebagai asisten Anda bukan sebagai kambing congek!"
"Apapun perintahku, kau wajib melaksanakannya."
"Jangan mimpi."
"Diamlah! Hanya make up saja kalian sampai bertengkar!" Zoia meninggikan suaranya sambil menatap satu persatu dari mereka."Kalian berdua memang tak mengerti apa-apa. Apa susahnya duduk tenang saat aku merias kalian? Sudahlah."
Wanita itu menghentakkan kakinya lalu berjalan masuk kembali ke dalam kamar. Benar-benar menyebalkan. Tidak ada yang mengerti dengan dirinya. Bahkan Nicholas, suaminya sendiri pun begitu susah memenuhi keinginannya.
Dia sangat tak mengerti laki-laki!
"Yasudah... aku... yasudah rias saja aku..." Nicholas akhirnya mengalah, membuat langkah Zoia berhenti.
"Tidak perlu lagi, aku sudah hilang mood."
"Ayolah Sayang, tiba-tiba aku ingin menjadi cantik."
"Aku sudah tidak mood lagi."
"Tidak mood? Bagaimana kalau aku merias diriku sendiri?" Nicholas berkata dengan berat hati. Lidahnya kelu bukan main.
Kegilaan apa ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
MILAN
Romantik[ 21+ ] CERITA INI MENGANDUNG AKTIVITAS SEKSUAL DAN BAHASA VULGAR. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA --------------- 📝 01/11/220
