Zoia masih terpekur dengan kepala yang kosong beberapa menit di dalam kamar Nicholas. Dia tak mampu berpikir apapun. Sampai akhirnya gadis itu sadar dan mengatupkan rahangnya, mengepalkan tangannya dan berbalik menghadap Nicholas.
Tapi sebelum dia sempat meledak-ledak...
Matanya membelalak. Tubuhnya di kunci dan mulutnya di bekap. Ya... di bekap oleh mulut Nicholas yang melumat bibirnya liar.
Pria itu meraih tubuh Zoia untuk merapat ke dadanya, kedua tangannya mencengkram pergelangan tangan Zoia dan dia mendorong tubuh gadis itu hingga menubruk dinding.
Zoia terus menutup mulutnya.
Orang gila macam apa sebenarnya Nicholas ini? Apakah dia... kesurupan?!
"Hei lepaskan aku brengsek! Kau membuatku tak bisa bernapas!!"
"Aku merindukanmu. Kemana saja kau selama ini?"
"Kau akan membuatku mati kehabisan oksigen!"
Nicholas terkekeh lalu melepaskan ciuman mereka karena dia sendiri pun sudah kehabisan napas. Keduanya terengah-engah, mencari udara.
Mata Nicholas menggelap saat memandangi wajah, leher dan belahan payudara milik Zoia. Kembali pada kesadarannya, Zoia segera menampar pipi Nicholas sekuat tenaga. Emosinya meledak-ledak.
PLAAKK
Bukannya terkejut, Nicholas malah tersenyum menerima tamparan itu. Pria itu semakin tertantang dan kembali melumat bibir Zoia. Oh gairahnya memuncak melihat gadis yang memberontak di dalam kungkungannya.
"Berhen... ti... ba... ji..."
Kata-kata Zoia terus terputus akibat ciuman liar yang tak ingin di lepaskan oleh Nicholas sama sekali. Oh dia benar-benar dibuat mabuk oleh gadis ini. Entah setan apa yang merasuki pria itu hingga dia menjadi gila.
Rasanya selama dia hidup, tak pernah ada perasaan menggebu-gebu seperti ini saat ingin memiliki sesuatu. Dan dia, ingin memiliki Zoia untuk dirinya sendiri namun dia sadar bahwa itu akan sedikit sulit karena gadis ini membencinya. Apalagi dengan kenyataan bahwa dirinya sudah merenggut keperawanan gadis itu diam-diam.
Nicholas yakin dengan segudang rencana liciknya, dia akan berhasil menaklukkan gadis ini. Jika rencana ini gagal, masih ada rencana lain dan lain.
Lihat saja Sayang. Jangan panggil aku Nicholas Rayan jika aku gagal menghamilimu malam ini.
"Zoia, gadis kecilku, sekarang kau milikku, Sayang."
"Aku bukan milikmu, brengsek!"
"Ayolah jangan munafik, kau masih mencintaiku."
"Kau terlalu percaya diri, Nicholas!"
"Memang begitu kenyataannya, Sayang."
"Aku tak sebodoh itu lagi. Kau adalah laki-laki yang aku hindari bahkan jika aku harus digilas oleh truk sekalipun!"
Nicholas tertawa menggoda, tatapannya yang mematikan itu malah membuat Zoia semakin naik darah.
Berani-beraninya dia tertawa?!
"Benarkah? Lalu kenapa kau mengigau 'Aku mencintaimu, Nicholas' saat aku menggenjotmu di pesawat. Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari mulutmu, Sayang?"
Deg.
Apakah... apakah Zoia mengatakan hal seperti itu saat dia mabuk dan disetubuhi oleh Nicholas siang tadi itu? Dia tak bisa mengingatnya.
Jika ada yang ingat tolong beritahu dia. Atau itu hanya omong kosong Nicholas saja?
"Kenapa kau terus mengatakan betapa kau merindukanku? Kenapa kau mengatakan betapa kau ingin aku menyentuhmu sampai pagi? Kenapa Sayang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MILAN
Romance[ 21+ ] CERITA INI MENGANDUNG AKTIVITAS SEKSUAL DAN BAHASA VULGAR. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA --------------- 📝 01/11/220
