Zoia masih kepikiran perkara penurunan saham perusahaan Nicholas. Dia tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada Ataric. Pria itu sangat kompeten dan tak pernah melalaikan tugasnya. Tak mungkin. Bahkan pilot satu itu selalu siaga dua jam sebelum penerbangan. Karena kedisiplinan itu pula yang menyebabkan dirinya tak punya waktu lama untuk Zoia.
Sambil memeluk lututnya di atas ranjang, Zoia pun mengambil ponselnya lalu mengirim pesan untuk Ataric.
Zoia Rayan
Ataric, apa kabar? Apakah semua baik-baik saja?
Tak butuh waktu lama untuk mendapat balasan dari pria itu...
Ataric Xander
Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Semua berjalan lancar?
Zoia Rayan
Aku membaca berita tentang pengunduran dirimu
Apakah ada hubungannya dengan hubungan kita, Ataric?
Ataric Xander
Munafik namanya kalau aku bilang tidak ada hubungannya
Zoia Rayan
Aku minta maaf... tapi aku tak percaya kau sampai mengundurkan diri. Kau adalah pilot paling kompeten yang pernah aku kenal
Ataric Xander
Jika kau mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja, Zoia
Zoia Rayan
Maaf kalau terkesan jahat tapi aku mengkhawatirkan suamiku. Pengunduran dirimu berakibat pada perusahaan
Dan setelah mengirim pesan seperti itu Zoia merasa dirinya benar-benar jahat. Dia ingin menarik kembali pesan itu tapi terlanjur terkirim.
Astaga. Dia wanita tak punya hati!
Zoia Rayan
Maaf Ataric. Aku tak bermaksud menyakitimu
Hanya saja rasanya terlalu kekanak-kanakan bukan jika kita mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan?
Ataric Xander
Aku mengerti. Cinta memang membuat kita bertindak di luar akal sehat
Zoia Rayan
Apakah kau bisa kembali? Menjadi pilot untuk Rayan Fly?
Ataric Xander
Apakah suamimu yang menyuruhmu membujukku agar aku kembali bekerja?
Zoia Rayan
Tidak, tidak. Aku sendiri
Lagi dan lagi Zoia sudah salah bicara. Dia sadar dirinya sudah sangat egois. Bagaimana bisa dia menyuruh Ataric kembali bekerja karena dirinya mengkhawatirkan Nicholas?
Dan Ataric tak membalas lagi pesan tersebut.
Zoia baru saja hendak mengetik lagi tapi ponselnya di rebut oleh tangan lain. Ketika dia mendongak, Nicholas berdiri disana, tengah menatap layar ponsel. Menggulirnya, kemudian raut wajahnya berubah datar.
Mata Nicholas kini berpindah ke wajah Zoia. Tatapannya dingin dan tangannya yang memegang ponsel itu terlihat menegang. Pria itu baru saja selesai mandi, rambutnya masih setengah basah dan handuk putih melingkar rendah di pinggangnya.
"Apa ini?"
"Aku tidak bermaksud..."
"Zoia, kenapa kau mengirim pesan seperti ini pada Ataric hm?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MILAN
Storie d'amore[ 21+ ] CERITA INI MENGANDUNG AKTIVITAS SEKSUAL DAN BAHASA VULGAR. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA --------------- 📝 01/11/220
