Chapter 31 : Don't do that

203K 12.6K 663
                                        

Nicholas tersenyum tipis menatap wajah Zoia yang kini berada di bawahnya sedangkan di bawah sana, kejantanannya bergerak keluar masuk dari liang surgawi.

"Kau mulai bergerak cepat lagi." Desah Zoia memperingati suaminya.

"Kalau pelan, akan cepat keluar."

"Kenapa bisa cepat keluar?"

"Karena kau licin sekali." Erang Nicholas sambil melambatkan gerakannya.

Dia memejamkan matanya, lalu berhenti sebentar untuk menetralkan birahinya. Kemudian dirinya kembali bergerak, sementara tangannya maraup payudara Zoia, menyusu.

"Uhh Nicholas... pelan-pelan saja... Sayang..."

"Aku tak ingin mengakhiri permainan kita secepat ini. Baru lima menit dan aku harus keluar?" Nicholas tertawa meremehkan.

Dia benci bergerak lambat. Tapi istrinya sedang mengandung. Mau tak mau dia harus mengalah.

"Zoia Sayang..." erang Nicholas saat dirinya mulai semakin dekat dengan puncak kenikmatan."Aku sampai Sayang... aku harus percepat gerakanku..."

Dan tanpa persetujuan, Nicholas menghentak istrinya dengan cepat dan keras hingga ujung batangnya dapat menyentuh titik terdalam.

"Nicholas! Kau sudah gila! Berhentilah!"

Nicholas sudah tak dapat mendengar apapun lagi. Matanya sayu dan gerakannya semakin cepat, membuat Zoia semakin cemas karena dirinya pun mulai hilang kendali. Tangannya harus mencengkram bahu Nicholas dengan kuat untuk menahan gairah membara.

"Nicholas! Berhenti... ergghh..."

"Aku sampai... Sayang..."

"Jangan di dalam! Jangan di dalam!"

"Ah fuck..."

Dan cairan hangat itu pun menyembur dengan deras di dalam rahim Zoia. Banyak dan tak putus-putus. Bahkan saat Nicholas terkapar lemas di ceruk leher Zoia, wanita itu masih dapat merasakan kedutan dari batang suaminya di dalam penyatuan mereka.

Huh ada apa dengan suaminya? Padahal dokter menyarankan untuk tidak melakukan hubungan seks terlalu sering di trimester pertama. Tapi lihat? Baru saja mereka pulang dari dokter, Nicholas langsung menerjangnya dan mengeluarkannya di dalam! Padahal kata dokter itu tak boleh dulu!

"Apakah aku baru saja mengeluarkannya di dalam?" Nicholas mengangkat wajahnya, menatap Zoia dengan mata melebar.

"Ya."

"Shit. Lalu bagaimana? Apa akan baik-baik saja untuk janinnya?"

"Entahlah."

"Lain kali aku akan mengeluarkannya di dalam sini." Nicholas mengusap bibir istrinya dengan gerakan sensual.

"Huh."

"Apakah kau merajuk, Sayang?"

"Entahlah!"

"Tapi itu enak kan saat aku menyemprotmu di dalam sana?" Goda Nicholas.

Zoia tersipu malu, dan Nicholas suka melihat itu.

Hanya saja... dia tak suka melihat pipi Zoia yang masih punya bekas tamparan. Masih memerah dan mulai terlihat membiru walaupun Nicholas sudah mengompresnya berulang kali. Pria itu pun melepaskan penyatuannya, lalu menarik selimut untuk menutup tubuh mereka. Nicholas meraih kepala Zoia untuk tidur di lengannya.

MILANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang