Chapter 28 : Anything for you

206K 12.9K 2.4K
                                        

Pagi-pagi Zoia sudah bangun untuk membuat sarapan. Semalaman Nicholas bergadang mengerjakan tumpukan pekerjaannya, dan dia hanya membantu suaminya membereskan semua tumpukan itu dari atas meja. Nicholas tampak begitu kewalahan harus mengerjakan semuanya sendirian tanpa bantuan Keenan. Hal itu membuat Zoia khawatir.

Dan pagi ini, setelah selesai menata sarapan, wanita itu kembali masuk ke kamar untuk memeriksa suaminya. Nicholas masih tertidur padahal dia harus segera bersiap ke kantor. Tapi Zoia tak tega membangunkannya karena pria itu baru tidur beberapa jam semalam. Tapi mau tak mau Zoia harus membangunkannya karena hari ini adalah hari penting. Hari pemotretan untuk peluncuran pesawat terbaru. Nicholas harus hadir.

"Sayang, sudah saatnya bangun." Kata Zoia pelan.

"Hm."

Zoia menghela napasnya, sungguh dirinya tak tega! Sialan sekali Keenan. Apakah pria gila itu tak punya inisiatif sendiri untuk kembali bekerja? Hei ini salah Keenan tapi lihat kelakuannya, dia bahkan tak datang untuk minta maaf.

Dasar impoten sialan.

Zoia mendadak ingin terbang ke Berlin untuk menyeret Keenan kembali. Dia tak tahan melihat suaminya seperti ini!

Atau haruskah Nicholas mencari asisten baru?

Rasanya susah sekali mencari orang baru. Hhh Zoia ikut pusing. Dia tau bahwa Nicholas bisa dengan mudah mencari orang baru, tapi pria itu menunggu Keenan. Tentu, Zoia sangat tau.

Kemarahan Zoia pada Keenan semakin menjadi-jadi. Mungkin hari ini dirinya memang harus terbang ke Berlin.

"Nicholas, sudah jam tujuh. Kau harus ke kantor, Sayang."

"Hm..."

Pria itu hanya menggeliat pelan, mengerjapkan matanya lalu menangkap tubuh Zoia ke dalam pelukannya.

"Kau bisa telat, Nicholas."

"Aku bosnya."

"Tapi hari ini ada pemotretan bukan?"

"Hm."

"Seorang bos harus hadir tepat waktu."

"Para bawahan tak bisa melakukan apapun tanpa kehadiran bos."

"Huh sombong sekali."

Nicholas mengeratkan pelukannya sambil mengecup kening Zoia. Dirinya benar-benar mengantuk parah! Rasanya ingin terus seperti ini.

Andai ada Keenan, dia tak perlu bergadang dan bisa menggunakan waktu senggangnya untuk bercinta.

"Nicholas, sekarang bangun dan mandi." Zoia melepaskan dirinya dari jeratan tangan suaminya yang kokoh dengan susah payah.

"Sayang aku kedinginan, kemarilah dan peluk suamimu ini sebentar lagi."

"Oh manja sekali." Zoia datang kembali untuk memeluk pria itu.

"Hm aku ingin memasukimu."

"Tidak sekarang."

"Ingin sekarang."

"Tidak ada waktu, Nicholas."

"Ayolah Sayang, sebentar saja, hm? Aku perlu mengisi energiku yang terkuras semalam."

"Bercinta akan membuat energimu semakin terkuras. Kau bergerak liar apa tidak melelahkan?"

"Kenikmatan dari benda basah itu membuat rasa lelah sirna." Bisik Nicholas nakal.

"Kau memang porno!"

Nicholas terkekeh sambil kembali menciumi kening Zoia. Dia tak ingin beranjak dari kasur! Sungguh!

MILANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang