"Aku gak mau duduk di depan."
"Iya, kamu duduk di belakang."
"Aku gak mau kamu duduk deket aku nanti."
"Iya, aku jauh-jauh dari kamu."
"Gak boleh lirik-lirik."
"Aku gak akan berani ngelirik."
Putri dan Arif asik menonton perdebatan Prima dan Asha. Mereka berdua sempat-sempatnya membuat drama di pagi hari. Padahal, keduanya akan pergi ke pesta pernikahan sahabat mereka.
Arif tersenyum geli, dia tidak menyangka putrinya yang sering kali bertingkah polos bisa begitu galak. Selain itu, Asha dan Prima juga berdebat tanpa saling melihat. Aneh memang, tapi itu semua benar-benar terjadi.
"Ayah, Bunda, Billa pergi dulu ya, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam. Billa, jangan nyusahin Prima, loh. Bunda gak mau ya kamu bikin ulah." Putri memberi nasihat. Asha yang mendengarnya cemberut, lain hal dengan Prima, dia sibuk memasang senyuman kemenangan.
Asha sudah memasuki mobil lebih dulu. Kini, tinggal Prima yang sedang berpamitan, saat bersalaman dengan Arif. Arif tersenyum lalu berbisik, "Billa suka gengsi, tapi Ayah yakin kamu bisa bikin dia luluh. Ayah titip Billa, ya. Ayah percaya sepenuhnya sama kamu."
Prima refleks mengangguk. Hatinya begitu senang, dia berjanji akan menjaga kepercayaan dari Arif sampai kapanpun. "Iya, Ayah, terimakasih sudah mau menerima Prima dengan baik." Arif menepuk bahu Prima. Tepukan itu berhasil menyulut semangat Prima untuk tetap berjuang demi mendapatkan Asha.
Setelah berpamitan, Prima bergegas memasuki mobil. Lalu, mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sedang.
***
Prima dan Asha baru saja tiba di sebuah hotel tempat resepsi pernikahan Yohan dan Karin dilaksanakan. Setau Asha, acara resepsi itu digelar di dalam Ballroom salah satu hotel yang cukup ternama di kotanya.
Asha melirik Prima, lelaki menyebalkan itu tengah memakai kacamata hitam yang dia bawa. Dih, ngapain kali sok pake kacamata item gitu? Mau sok keren nih pasti.
"Ngapain lo pake kaca mata item? Acaranya kan di dalem gedung? Pasti mau sok keren 'kan?" Asha melihat Prima yang berhenti melangkah. Bisa-bisanya Prima meninggalkannya seorang diri di parkiran seperti ini.
"Loh, Shibil, lo masih di belakang gue? Eh, iya, makmum kan selalu di belakang imam. Ayo makmum, kita melangkah bareng." Prima tersenyum, senyuman yang pasti sangat menawan. Asha hampir terlena dengan senyuman Prima. Untung saja, Asha masih cukup kuat menahan baper, walau sebenarnya gadis manapun yang melihat Prima saat ini pasti langsung histeris.
"Imam yang baik itu gak akan ninggalin makmumnya. Apalagi kalo buat tebar pesona sama cewek lain." Asha mencibir. Cibiran itu membuat Prima melangkah maju mendekati Asha.
"Gue pake kaca mata item bukan buat tebar pesona kok. Gue sengaja pake ini buat liat lo, tapi kalo lo gak suka. Gue bisa lepas sekarang." Prima melepas kacamatanya. Sedetik melihat mata milik Asha, Prima langsung menunduk. Dia sadar, berduaan dengan Asha, apalagi di tempat sepi seperti ini tidak baik untuk kesehatan jantung dan imannya.
Asha juga ikut menunduk. Dia menarik napas lalu mengembuskannya. "Lo bisa jalan duluan. Gue gak mau kedekatan kita malah bikin fitnah." Prima tidak membantah, dia mengikuti perintah Asha. Asha tersenyum tipis, dia sibuk mengikuti setiap langkah yang Prima ambil. Asha seolah tidak peduli jika tindakannya ini di lihat oleh orang lain.
***
Prima mencari tempat duduk yang jauh dari Asha. Dia mengikuti kesepakatan yang sudah dia dan Asha sepakati tadi pagi. Walau duduk secara jauh-jauhan seperti ini, Prima tetap memilih tempat duduk yang memudahkan dirinya untuk mengawasi Asha. Prima takut jika Asha di ganggu oleh orang lain. Apalagi, acara Yohan ini hampir sama dengan acara reuni, karena akan ada banyak teman SMPnya yang datang. Mengingat Asha semasa SMP pernah menjadi korban bully, Prima tentu langsung merasa khawatir dan takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Destiny [ END ]
Roman d'amourArasha Shibilla, seorang penulis novel horor terkenal kembali bertemu dengan Adinar Primasatya Azmilo sahabat sekaligus cinta pertamanya, pertemuan tanpa sengaja ini membuat takdir terus saja mempertemukan Asha dengan Prima. Gara-gara sering bertemu...
![My Destiny [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/245073570-64-k56448.jpg)