Special Part [VIONATHAN]

63.8K 3.9K 248
                                        

Hai, aku balik lagi. Di sini aku bakal kasih part special Viona dan Nathan. Happy reading, semoga suka. <3

Btw, ada yang suka sama couple ini?

•••

"Nathan! Stop ikutin gue!" sentak Viona menatap Nathan tajam serta berkacak pinggang.

Sejak tadi, yang dilakukan Nathan adalah mengikuti kemanapun Viona melangkah. Bukan itu yang Viona permasalahkan, tapi kehadiran Nathan di belakangnya membuat banyak orang memperhatikannya, dan Viona tidak menyukai itu.

Sejak sampai di pasar malam, Nathan selalu tak bisa jauh dari Viona. Bahkan sekalipun Viona mengusirnya, cowok itu tetap berjalan di tempat.

Malam minggu seperti ini, Nathan berinisiatif mengajak Viona ke pasar malam. Iya, Nathan yang ngajak, tentunya dengan paksaan hingga Viona luluh.

Gimana Viona nggak kesel coba? Masih mending jika Nathan berjalan disisinya, lah ini? Nathan justru berjalan di belakangnya, membuat Viona risih. Apalagi cowok itu terus tebar pesona pada ciwi-ciwi yang dilewatinya. Rasanya, Viona ingin menendang Nathan hingga ujung dunia.

"Kenapa sih, Na? Lo jalan aja, gue di belakang lo," ujar Nathan.

"Kalau mau jalan bareng tuh lo di samping gue setan! Bukan di belakang!" sengit Viona, padahal Nathan yang mengajaknya ke sini, tapi cowok itu juga yang membuatnya darah tinggi. Memang ya, cowok itu selalu salah.

"Salah mulu gue," ujar Nathan.

"Lo emang salah!"

"Nyesel gue ngajak lo ke pasar malam," gumam Nathan.

Viona manggut-manggut, menatap Nathan tajam. Sedetik kemudian, Viona menjewer telinga Nathan, menyeret lelaki itu hingga keluar dari arena pasar malam.

Nathan meringis, meratapi nasib telinganya, yang mungkin sudah merah. Tapi dia tidak memberontak, karena pada dasarnya, kekuatan cewek itu lebih dahsyat jika sedang marah atau bad mood.

"Hai cantik," Nathan tersenyum jail saat ada mba-mba cantik lewat di depannya sendirian, cowok itu juga mengedipkan sebelah matanya.

Mba-mba yang digoda Nathan tersenyum malu, ingin membalas tapi saat melihat raut wajah Viona langsung kabur, takut terkena amukan macan betina.

Viona menjauhkan tangannya dari telinga Nathan. Rasa kesalnya semakin besar, Viona bersedekap, memperhatikan Nathan yang asik menggoda gadis yang lewat. Mereka saat ini berada di pintu masuk pasar malam.

Viona heran, kenapa dia bisa berpacaran dengan cowok seperti Nathan. Apa Nathan itu pakai pelet? Hingga membuatnya mau menerima menjadi pacar cowok itu.

"Kita putus!"

Nathan melotot, cowok itu langsung menoleh ke Viona. Sedangkan gadis yang masih digodanya langsung kabur kala tau ternyata Nathan sudah punya pacar.

Nathan meraih kedua tangan Viona. "Jangan putus dong, Na," ujar Nathan dengan nada memelas. "Gue nggak akan selingkuh di depan lo kok,"

Viona melotot, gadis itu menepis kasar tangan Nathan.

"Selingkuh aja sana! Kita putus!"

"Jangan, jangan sekarang maksudnya," ujar Nathan. "Gue belum nemu pengganti lo, lo itu cewek perfect bagi gue, sampai sekarang aja gue belum dapat yang kayak lo,"

"Apaan sih Tan?!"

"Na, gue itu kenal lo udah lama. Terus kita pacaran, kalau putus," tiba-tiba Nathan jadi berpikir. "Jangan deh, kalau putus nanti nggak ada yang marahin gue, gak ada yang perhatian sama gue, gak ada yang hibur gue, gak ada yang bikin gue ketawa," ujar Nathan sok romantis.

"Terus?"

"Intinya jangan putus," ucap Nathan. "Cuma lo yang setia disisi gue, disaat gue butuh seseorang buat bersandar, orang tua gue udah gak sayang sama gue, Na. Lo jangan pergi," Nathan meraih kedua tangan Viona, menggenggamnya dan menatap Viona penuh harap.

Viona yang ditatap seperti itu tidak dapat mengelak. "Apa yang gue dapat?" Viona menarik tangannya dan bersedekap, menatap Nathan, menunggu cowok itu menjawab.

Nathan berpikir keras. Mengingat hal apa yang Viona inginkan akhir-akhir ini.

"Gue beliin lo boneka Barbie?" Viona menggeleng.

"Boneka beruang yang besar?" Lagi, Viona menggeleng.

"Boneka Hello Kitty?" Viona menggeleng.

"Tas baru? Yang mahal?" Viona menggeleng lagi.

"Alat make up keluaran terbaru? Yang paling mahal? Eh buset belagu amat gue," Viona tetap menggeleng.

"Baju baru? Rumah? Mobil? Jangan deh, gue aja belum kerja," Viona menatap Nathan malas.

"Apa, Na? Bilang sama gue? Gue kabulin deh,"

Viona tersenyum penuh arti menatap Nathan. Sementara Nathan yang ditatap seperti itu bergidik, di dalam pikirannya sudah terpikir apa yang akan Viona minta.

Viona menyodongkan tangannya.

"Kartu ATM,"

Mampus!

••••

Dikit ya? Sengaja. Wkwkwk.

Gimana menurut kalian kisah Viona sama Nathan?

27 Desember 2020.

BISA DIFOLLOW DULU:

dsulisty_12

dailysty_

@crudelta.ofc (jangan lupa follow.)

@aliviakyla.a

@rakazidane_

@viona.anastasya_

@melly.manila

@bimabratama_

@dniel.aldbra

@nathn.alxndr

@diandra.sbinaa

@karina.mrgn_

@bayu_lesmapati

@adamm.putraa

@rizkymaulana8190

@cndramanuel._

@alga.kelvina

@alankenny.a

Sekarang VIONATHAN udah ada story nya loh. Cek yuk. 😌

ZIDANE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang