Mohon hargai karya saya dengan memberikan vote ★ atau meninggalkan jejak comment yang baik, share juga boleh.
Makasih. ❤️
🍁🍁🍁
Seorang diri, Zidan berjalan menyusuri koridor. Hari ini ia sengaja berangkat mendekati bel masuk. Menghiraukan teriakan fansnya, Zidan berjalan dengan santai. Ia langsung masuk ke kelasnya dan duduk di tempatnya menghiraukan teman-temannya yang sudah datang lebih dulu dan menatapnya.
Bersender di tembok, Zidan menatap dingin teman-temannya.
Bima, Adam dan Bayu saling menyenggol seolah berkata 'lo aja yang bilang'. Candra mendengus, apa susahnya tinggal bicara, kan?
"Ck! Ngomong ngomong aja! Gitu aja takut!" cibir Candra pada mereka.
Bayu menghela napas berat. Menatap Zidan sayu. "Zid, gue minta maaf."
"Gue juga minta maaf," tambah Adam.
"Gue juga," timpal Bima menunduk.
"Mereka udah keterlaluan, Zid. Keluarkan aja Zid dari geng kita!" ujar Nathan mengompori. Bima, Adam, dan Bayu langsung melototi Nathan. Yang ditatap hanya terkekeh. Sedangkan Daniel dan Rizky, masih setia dengan game di ponsel mereka. Dan Candra yang menampilkan wajah datar.
Zidan berdecih. Ia beranjak dari duduknya, tapi baru beberapa langkah ia menoleh kembali ke teman-temannya.
"Ikut gue, kita susul Diandra di bandara."
Mereka semua terkejut lalu beranjak dan mengikuti Zidan yang lebih dulu keluar. Mereka tidak membawa tas, karena mereka hanya akan izin untuk menjemput Diandra.
"What? Diandra udah pulang, Zid?" tanya Nathan terkejut.
"Kapan? Kok dadakan gini sih, mana gue belum sempet siap-siap lagi." ujar Candra.
"Diandra belum punya pacar kan, Zid?" tanya Bima.
"Udah lama gue nggak ketemu tuh anak, makin cantik apa jelek, ya?" ujar Bayu, geleng-geleng kepala membayangkan wajah Diandra.
"Gue yakin kalau Diandra sekolah di sini, pasti banyak yang ngantri deh jadi pacarnya." sahut Adam.
"Termasuk lo, kan?!" tanya Candra pada Adam.
Adam menyengir. "Ya kalau jodoh kenapa enggak?"
"Riz, lo nggak kangen sama Diandra?" tanya Nathan pada Rizky yang dari tadi hanya diam.
Rizky menoleh, ia mengedikkan bahunya. Sebenarnya ia diam bukan karena tak rindu, tapi karena ia sedang mempersiapkan diri dan kata-kata yang pas untuk ia katakan pada Diandra nantinya.
"Pokoknya Diandra udah gue booking!" cerca Bima membuat para pria melotot kecuali Zidan dan Daniel.
"Enak aja! Nggak, nggak bisa! Diandra punya gue!" balas Rizky membuat para pria terkekeh dengan sikap Rizky.
"Paham gue mah yang udah nunggu pulangnya Diandra ke indo," goda Nathan.
Rizky mempercepat langkahnya, menyamakan langkahnya dengan Zidan. Zidan terkekeh begitu sadar Rizky ada di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZIDANE [END]
Novela Juvenil[FOLLOW sebelum BACA] [Terbit di Glorious Publisher] [Crudeltà Story #1] [Adiyasa Story#1] Cover by Riska graphic (BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN) Zidan, ketua geng motor dengan segala ketampanannya dan pesonanya membuat banyak kaum hawa terpikat. Na...
![ZIDANE [END]](https://img.wattpad.com/cover/235985954-64-k865553.jpg)