Kembali

1.6K 165 4
                                        

Malam udah semakin larut. Rumah Jiaya sunyi, cuma lampu kamar yang masih menyala redup.

Jiaya duduk di kasurnya, masih pakai kaos rumah, rambutnya setengah terurai. Di tangannya, ponsel terbuka di galeri. Foto di layar itu baru aja dia ambil sebelum turun dari mobil tadi—foto diam-diam, agak gelap, tapi cukup jelas: dashboard mobil, cahaya lampu jalan, dan siluet Genta di kursi pengemudi yang sedang menatap ke depan.

Bukan foto yang sempurna. Tapi justru itu yang bikin terasa nyata.

Jiaya menatap foto itu lama. Jarinya sempat ragu di layar, seakan masih menimbang-nimbang. Lalu pelan, dia membuka Instagram, mengunggah foto itu ke story. Tanpa caption panjang, cuma satu kalimat pendek:

"here we go again."

Beberapa detik kemudian, dia mengetik satu nama—@genta. Tag itu muncul kecil di sudut story.

Jiaya menatap layar sebentar setelah menekan share. Jantungnya berdebar lebih cepat dari yang seharusnya, untuk sesuatu yang sesederhana itu.

"Duh..." gumamnya pelan, menutup wajah dengan bantal sebentar, malu sendiri. "Dia bakal liat, gak, ya..."

Di tempat lain, kamar Genta gelap, cuma cahaya ponsel di tangannya yang menyala. Dia baru aja selesai mandi, rambutnya masih sedikit basah, duduk bersandar di tempat tidur.

Ponselnya bergetar pelan.

Jiaya mentioned you in their story.

Genta mengernyit tipis, lalu membuka notifikasi itu. Foto itu muncul di layarnya.

Beberapa detik, Genta cuma menatap tanpa bereaksi. Matanya berhenti cukup lama dirinya sendiri di foto itu, lalu pindah ke kalimat pendek yang Jiaya tulis.

Sudut bibirnya naik pelan. Bukan senyum lebar, tapi senyum kecil yang tulus, jenis senyum yang nggak pernah dia tunjukin ke siapa-siapa selain layar ponsel yang nggak bisa ngeliat balik.

Dia nggak langsung balas. Nggak langsung ngetik apa-apa. Cuma menekan tombol like, lalu meletakkan ponselnya di samping bantal.

Genta berbaring, menatap langit-langit kamar yang gelap. Entah kenapa, dadanya terasa hangat—perasaan yang udah lama banget nggak dia rasain setenang ini, apalagi setelah hari yang seharusnya berat banget buat dilewatin.


Sementara di kamar lain, Jiaya yang masih meluk ponsel tiba-tiba melihat satu nama muncul di daftar orang yang udah ngeliat story-nya.

gentaxge — liked 1m ago

Cuma satu like. Nggak ada komentar, nggak ada balasan, nggak ada apa-apa selain titik kecil di pojok yang nandain dia udah lihat. Tapi entah kenapa, itu aja udah cukup bikin Jiaya senyum sendiri kayak orang aneh di tengah kamar yang sepi.

Dia tersenyum pelan ke layar, lalu mematikan ponselnya dan memeluk bantal erat-erat.

Untuk malam itu, rasanya cukup tahu bahwa dia melihat.

Untuk malam itu, rasanya cukup tahu bahwa dia melihat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TOXICLOVE (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang