"tapi aku tak tau apa-apa tentang ini semua tuan"
"kau pikir aku peduli ? tidak"
Ini bukan mau nya hidup dalam kungkungan lelaki berwajah malaikat tapi berhati iblis.
Dia bahkan tak tau apa yang membuat nya bisa berada dalam pengawasan Lelaki itu.
D...
"Saya sudah peringat kan kamu untuk tak melanggar karina!" Desis jeno sambil mengikat pergelangan tangan gadis dikepala ranjang.
Oh ya sekedar informasi, saat sampai dirumah tadi jeno langsung menggendong karina dan lihat ia membawa gadis itu ke kamar nya.
"Apa yang kau lakukan" tanya karina ketakutan dan panik, sungguh jeno saat ini sudah seperti monster yang mengamuk.
"Menghukum mu! kau melanggar ku! dan dengan tangan mu itu kau sudah berani menjabat tangan nya" ujar jeno murka, tepat nya ia kembali membentak karina.
Setelah selesai mengikat pergelangan tangan nya, jeno pergi dan naik kelantai tiga ia ingin mengambil sesuatu.
Ruang ketiga bukan lah ruang sembarangan, bisa kau lihat? banyak nya senjata disana, ia akan mengambil salah satu nya, bukan pistol tapi sepertinya ia mengambil pisau.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah mendapat kan apa yang dia cari, jeno kembali ke kamar dan langsung mendekat kan dirinya kepada karina. Tentu saja gadis itu takut saat ia mendekat, bagaimana tidak? jeno mendekatinya dengan pisau tajam dan jangan lupakan seringaian nya.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya karina "Menurut mu aku akan melakukan apa?" Balas jeno dengan seringaian nya.
Semakin mendekat jeno, karina semakin ketakutan ia bahkan menutup matanya, karina bahkan dapat merasakan deru jeno nafas yang semakin dekat dengan nya.
Dan
Srett
"Akhh" pekik karina saat pisau itu berhasil jeno gores tangannya "A-aku m-mohon jangan!"
"Terlambat! Seharusnya kau tau akan terkena hukuman saat melanggar!"
Sret
Sret
Srett
karina hanya mampu meringis kesakitan saat dengan santai nya jeno kembali menggoreskan pisau itu pada pergelangan tangan miliknya "Sudah ku bilang untuk tidak dekat dengan lelaki manapun" ujar jeno.
dan karina hanya bisa menatap sayu jeno yang kini masih berada dekat dengan nya karina sempat tertegun kenapa wajah setampan ini memiliki hati yang kejam?
Sret
Sret
Lagi, ia merasakan kembali tangan nya digores dan lebih banyak mengeluarkan darah, baiklah karina sudah pasrah jika ia harus mati sekarang.
Tapi,
Chup
jeno mencium dirinya tepat dibibir lalu mengatakan "Hanya sebagai penutup atas hukuman yang kau terima jangan lupa lihat pergelangan tangan mu sudah ku tuliskan nama ku! itu tanda bahwa kau milik ku seutuhnya" ujar jeno lalu pergi dari sana meninggalkan karina sendiri tanpa melepaskan pergelangan tangan nya dari ikatan kepala ranjang.