karina mendesah malas ketika tau jeno akan menyusulnya, lelaki itu pasti akan membawanya pergi untuk berdua saja.
yeri yang melihat karina pun lantas bingung, karina tampak lesu sekali setelah menjawab panggilan tadi.
"karina, kau kenapa ?"
"jeno bilang akan menyusul kesini bunda" jawab karina, yeri langsung menekuk wajahnya.
anak nya itu benar-benar menyebalkan.
"dia memang seperti ayahnya, selalu saja membatasi ruang gerak"
"kenapa lagi dengan kalian ?" tanya chaeyeon.
"jeno akan datang menyusul karina, anak itu benar-benar posesif seperti ayahnya" ujar yeri membuat irene dan chaeyeon terkekeh mengerti.
"aunty harap kamu dapat terbiasa ya karina, lelaki keluarga Lee memang sangat over protective" ujar irene, ia sudah hafal betul dengan ini bukanlah hal tabu bagi dirinya.
jangan jeno, taeyong saja dari dulu lebih parah darinya, kemanapun yeri berada dan bersama siapa ia harus tau, jika pergi tanpa dirinya harus mengabari tiap 10 menit sekali, untung lah sekarang sedikit berkurang.
"iya aunty, karina akan membiasakan diri" lalu setelah nya obrolan pun berlanjut sampai pada akhirnya atensi mereka teralihkan ketika jeno datang dan sedang berjalan ke arah mereka.
"hai jeno" sapa Irene lalu berdiri dan memeluk nya, jeno tentu saja terkejut namun tetap membalas pelukan irene.
ia juga cukup dekat dengan irene, mengingat dia adalah teman sang bunda yang sering mengajak dirinya bermain dulu.
bahkan terkadang yeri selalu menitipkan nya pada Irene.
"selamat atas pernikahan mu jeno" ujar Irene lagi.
"terimakasih aunty" balas jeno.
"kau benar-benar menyebalkan jeno" ujar yeri.
"memang apa salahnya aku kan hanya ingin membawa karina berjalan-jalan dengan ku" balas jeno.
"sudah yeri, biarkan saja jeno membawa karina" ujar chaeyeon.
"karina ayo" ajak jeno lalu keduanya pun pamit untuk pergi.
•TBD•
"Kita akan pergi kemana ?" tanya Karina.
"kau ingin kemana ?" jeno malah bertanya balik memberikan karina mendengus.
"benar kata bunda jika kau itu menyebalkan jeno" balas karina kesal.
sontak saja jeno terkekeh melihat ekspresi gadis itu benar-benar lucu.
"sebenarnya aku ingin mengajak mu makan siang di restoran tempat ku biasa makan, aku juga ingin memberikan hadiah untuk mu" ujar jeno
karina menggeleng "aku sudah makan tadi bersama bunda"
"kau sudah makan bersama bunda, tapi belum makan bersama ku"
"tapi jeno ak-"
"diamlah karina" lalu detik itu juga karina diam.
•TBD•
Jeno memang tak bisa dibantah, lelaki itu benar memaksa nya untuk makan bersama, ingin menolak namun seketika itu juga Karina mengingat perkataan jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tied By Destiny [ END ]
Romansa"tapi aku tak tau apa-apa tentang ini semua tuan" "kau pikir aku peduli ? tidak" Ini bukan mau nya hidup dalam kungkungan lelaki berwajah malaikat tapi berhati iblis. Dia bahkan tak tau apa yang membuat nya bisa berada dalam pengawasan Lelaki itu. D...
![Tied By Destiny [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/254870279-64-k16074.jpg)