"jeno apa salah Karina ?" suara Yeri terdengar bergetar, baik jeno maupun Taeyong dapat mendengar jelas.
sebab lelaki itu menloudspeaker panggilannya.
hati taeyong mencelos kala mendengar bahwa wanitanya menangis, karena anak nya sendiri.
Jeno terdiam, sebab ia tau ia salah dan ia jahat, namun waktu itu ia sudah kepalang emisi karena karina menolaknya.
ia menyesal, walau ia tau itu sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur.
"maaf" jeno hanya mampu mengatakan itu.
yeri terkekeh sumbang, apa kata jeno ? maaf ?
"bukan saya yang kau sakiti jeno, tapi karina jangan marah jika kali ini Karina benar-benar pergi meninggalkanmu sendirian, saya rasa apa yang akan karina lakukan saat ini pasti lah untuk kebaikan nya" yeri langsung menutup telepon.
jeno bahkan semakin frustasi kala yeri menggunakan kata saya, yang artinya dia memang benar-benar kecewa dan marah.
ia menatap taeyong, lelaki itu menghela nafas "tugas mu sudah selesai kan jeno, silahkan pulang dan perbaiki semuanya ayah akan mengatasi ibumu"
"terimakasih" ujar jeno lalu ia segera pergi dari sana.
ia lantas menelepon orang suruhannya untuk menyiapkan helikopter, ia akan segera pulang ke korea saat ini.
sedangkan disisi lain ada karina yang tidak biaa untuk mencoba bersikap biasa saja, ia berfikir untuk pergi meskipun ia tau jeno tetap akan menemukan dirinya.
ia bahkan langsung menghapus semua isi chat dan foto yang dikirimkan oleh orang itu.
"karina eonnie, hari ini kau tampak pucat sekali mau ku panggilan dokter eunbi kesini ?" ujar Areum, ngomong-ngomong saat ini karina baru saja keluar tak lupa dengan tas yang ia bawa, cukup besar namun muat untuk membawa barang dan bajunya.
karina menggeleng "tidak usah, aku hanya kelelahan, lanjutkan saja kerja mu ya" dijawab seperti itu areum hanya bisa mengikuti perintahnya. tanpa menghiraukan penampilan karina.
Karina yakin ia hanya lelah, sebab terlalu banyak pikiran. astaga ia jadi kembali ingat dengan pesan itu, jeno benar-benar keterlaluan pikirnya. ia langsung pergi dari sana, meninggalkan kediaman LEE
didepan ia ditanyai oleh salah satu penjaga yang berjaga didepan gerbang "nyonya mau kemana dengan tas sebesar itu?" tanyanya.
karina langsung menjawab tanpa ragu "saya akan menjemput jeno"
penjaga itu tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh karina "dengan berjalan kaki dan membawa tas sebanyak ini ?"
"saya akan pergi ke bandara menggunakan taxi, karena jeno sudah menyiapkan mobil untuk pulang disana, lagi pula kalian ini ditugaskan untuk menjaga atau mengintrogasi saya ? kamu pikir siapa kamu dapat bertanya hal-hal yang menurut saya sangat bersifat pribadi dan tidak perlu ditanyakan" mendengar ucapan karina penjaga tadi terdiam, menyadari bahwa ia sudah kelewatan.
ia menunduk lantas meminta maaf "saya mohon maaf atas sikap lancang saya barusan"
•TBD•
Seperti jeno kini yeri juga bersiap pergi menuju korea, ia tidak bisa membiarkan karina sendirian menghadapi semua ini, belum lagi dengan jeno nantinya, entah apa yang akan dilakukan oleh anaknya itu.
dengan jet pribadinya ia bahkan sudah lebih dulu sampai ke korea dari pada jeno.
saat melihat kedatangan yeri para maid yang memang sedang membersihkan harapan langsung menyambut dengan ramah, meski mereka merasa aura yang ada disekitar mereka berbeda tidak seperti biasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tied By Destiny [ END ]
Romance"tapi aku tak tau apa-apa tentang ini semua tuan" "kau pikir aku peduli ? tidak" Ini bukan mau nya hidup dalam kungkungan lelaki berwajah malaikat tapi berhati iblis. Dia bahkan tak tau apa yang membuat nya bisa berada dalam pengawasan Lelaki itu. D...
![Tied By Destiny [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/254870279-64-k16074.jpg)