BAB SUDAH DIREVISI
HAPPY READING
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN!
NB: Yang di mulmed itu Mas Raga ya
* * *
Besok adalah hari pertama bagi Riani untuk melaksanakan magang, maka dari itu ia menyiapkan segala sesuatu yang ia butuhkan termasuk pakaian, sepatu, tas, serta berkas-berkas yang ia perlukan. Semuanya ia lakukan sendiri bahkan pakaian pun ia sendiri yang menyetrika meskipun sebelumnya ada pembantu yang selalu menyetrika. Sangat totalitas bukan?
Riani memeriksa semua perlengkapan yang akan ia butuhkan besok “Sepatu udah, pakaian udah, tas udah, laptop udah ... ah iya alarm.” Bangkit dari kasurnya dan meraih jam weker yang berada di atas meja sebelah ranjangnya. Ia lebih memilih menggunakan weker ketimbang ponsel canggihnya karena terkadang walaupun ia sudah mengatur alarm ia selalu tak sengaja menghidupkan mode diam jadi ia tak mau hal itu terjadi lagi.
Selesai membereskan semua barang-barangnya, Riani menyalakan musik pada salah satu aplikasi streaming musik di ponselnya kemudian Ia beralih mengambil masker wajah yang berada di laci meja riasnya dan mengaplikasikannya pada wajahnya sambil bersenandung mengikuti irama lagu yang terus berputar.
Riani membaringkan tubuh lelahnya di atas ranjang sembari menunggu masker yang ia pakai mengering, tangannya terulur mengambil satu map berisi berkas-berkas serta laporan yang akan ia kerjakan besok, serta asal muasal dan rincian serta latarbelakang perusahaan tempat ia magang.
Beberapa menit kemudian setelah ia merasakan wajahnya yang mulai kaku karena masker yang ia pakai sudah mengering sepenuhnya artinya ia harus segera mencuci wajahnya.
Riani kembali dari kamar mandi dengan wajah yang sudah sedikit lebih segar kemudian ia meringkuk ke atas ranjangnya dan mengistirahatkan tubuhnya.
* * *
Kringgg Kringgg
Bunyi alarm terdengar begitu nyaring membuat Riani tersentak karena ternyata jam weker yang ia setel semalam lupa disimpan kembali di meja dan malah menyimpannya di dekat bantal sehingga hampir memekakkan telinganya.
Ia berdecak kesal sembari meletakkan kembali weker tersebut. “Huh, ngagetin aja, untung sayang.”
Beranjak dari tempat tidurnya dan membereskan ranjangnya yang sedikit berantakan. Ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, kemudian beberapa menit kemudian keluar dengan bathrobe untuk mengambil pakaiannya dan kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Ia keluar dengan pakaian yang sudah ia siapkan lengkap dengan sepatu hak yang tak begitu tinggi.
Riani mematut dirinya di depan cermin dengan memoleskan sedikit saja riasan wajah karena ia sangat anti dengan make up yang terlalu mencolok apalagi ia akan bekerja dan ini adalah hari pertama maka ia tak mau di cap cabe-cabean kampus yang datang magang.
Setelah dirasa cukup, ia keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama keluarganya yang ternyata sudah ada di meja makan.
“Pagi,” sapa Riani pada kedua orang tua serta adik lelakinya yang bahkan sudah menghabiskan setengah dari sarapannya.
“Pagi,” jawab semua orang yang ada di situ termasuk beberapa pembantu rumah tangga.
“Hari ini kamu magang, kan?” tanya Celline—bundanya.
“Iya Bunda,” jawabnya.
“Kamu udah siapin diri kamu baik-baik juga, kan?” tanya Ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hallo, Mas Duda!
ChickLit[FOLLOW AKUNKU SEBELUM BACA!] Raga menatap gadis di depannya ini dengan sorot mata yang agak berbeda. "Duda duda begini tapi saya masih perjaka," ucapnya pada Riani, gadis yang sedari tadi berdiri di depan meja kerjanya. "Udah punya anak tapi dibila...
