Bab 21: Tidak Jadi Datang

362 33 26
                                        

“Sesungguhnya tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

QS. Saba ayat 39

TAK selamanya ulang tahun perusahaan harus dirayakan dengan besar-besaran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

TAK selamanya ulang tahun perusahaan harus dirayakan dengan besar-besaran. Ada kalanya ulang tahun perusahaan dirayakan dengan sederhana namun penuh makna.

Ulang tahun perusahaan dengan konsep berbagi bersama menjadi pilihan lelaki itu untuk menambahkan kesan di hari spesial Perusahaannya.

Banyak anak-anak panti yang ia undang untuk hadir di acaranya, berniat membagi sedikit rezeki yang telah Allah berikan selama ini padanya.

Supaya acara ini tidak terlalu monoton dan membosankan, maka akan ada sesi games islami untuk para anak-anak.

Oh iya, ada tamu istimewa yang Fariz undang ke acara ini. Ia tak sabar untuk melihat orang itu.

Ia mengayunkan kakinya, netranya mengedar ke sekeliling. Ruangan yang cukup luas telah di dekor sedemikian rupa sehingga membuatnya sangat indah. Kursi-kursi yang di balut dengan kain merah sengaja di susun menjadi lingkaran. Di tengahnya ada meja berbentuk bundar besar.

Panggung dengan ukuran 4×2 meter telah siap dengan latar belakang layar yang menyala bertuliskan.

Pratama Family's Company Birthday.

Berbagi kebahagiaan bersama pelita hati.

Kalimat itu terpampang dengan sangat jelas. Sorot lampu berwarna putih ikut menyinari ruangan.

"Assalamualaikum, Ma." Haura mengayunkan kaki menuju Oliv dan Ravi yang tengah duduk di kursi berbalut kain putih .

"Wa’alaikumussalam, Nak. Sini duduk." Oliv menepuk kursi di sampingnya mengajak Haura duduk.

Haura mengangguk lalu mendaratkan bokongnya di kursi. "Apa kabar, Sayang?"

"Alhamdulillah, Haura baik, Ma. Mama, Papa apa kabar?"

"Kita baik, Alhamdulillah."

"Sudah lama Papa dan Mama disini?" Timpal Fariz.

"Belum lama sih."

"Hm oke." Fariz menganggukkan kepalanya.

"Btw, Papa suka sama konsepnya."

"Alhamdulillah."

Cinta & Rahasia [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang