[PART DI PRIVAT ACAK. FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
"Udah berani nakal ya lo!" Gara memelototkan matanya.
Acha meneguk salivanya susah payah dan nyengir. "Hehe, e-enggak lagi kok. Suer deh,"
Melihat tampang Gara yang begitu menyeramkan, mampu membu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"SAGARA DERREN CLOVIS!"
"LIAM EMILIO XYLER!"
"DEON ELESEO MAXIME!"
"STEFAN ABRAHAM CANDWICK!"
"DAN KAMU, ARIEL SAMUDRA GIANINO!"
"Set dah disebut atu-atu." Gumam Stefan tanpa disengaja.
Bu Retno menoleh pada Stefan. Memasang wajah horor. "APA? MAU PROTES KAMU?!"
Stefan dengan cepat menggeleng.
Bu Retno menggeleng-gelengkan kepala. "SAYA HERAN SAMA KALIAN, NGGAK BOSAN-BOSANNYA KENA HUKUM. MAU KALIAN SEBENARNYA APA SIH HAH?!"
"Makan, tidur, main, dan nggak pengen sekolah. Kurang lebihnya sih gitu bu," jawab Ariel santai.
Bu Retno mendelik. "SIAPA YANG NYURUH KAMU MENJAWAB?!"
"Loh, 'kan ibu nanya. Kata Mami saya, kalau ada yang bertanya, harus dijawab. Kalau nggak dosa,"
"DIAM KAMU!!"
Ariel menelan salivanya. Menundukkan kembali kepalanya sambil mendumel dalam hati.
"Apa yang harus saya lakukan supaya kalian nurut dengan peraturan sekolah?" Bu Retno geleng-geleng kepala. Heran dengan tingkah laku muridnya yang tidak pernah kapok walaupun sudah diberikan hukuman.
"Lama-lama saya capek ngurusin kalian yang nggak pernah kapok-kapok nya bolos sekolah,"
"Kalau cape nggak usah di hukum bu. Gampang kan?" Celutuk Liam.
"Siapa yang nyuruh kamu menjawab omongan saya?!"
"Cuma ngasih saran elah,"
"Saya nggak butuh saran kamu!"
Liam mencibir. "Siyi nggik bitih sirin kimi." ucapnya dengan suara sekecil mungkin.
Bu Retno berjalan kearah Gara yang tampak santai-santai saja. "Ini apa pake anting-anting segala? Lepas! Itu juga baju dikeluarin. Dasi nggak dipake, kancing baju lepas-lepas, rambut acak-acakan, kamu niat sekolah atau niat ngamen? Rapikan!" Hardik bu Retno. Walau Gara anak dari pemilik sekolah, namun yang salah tetap saja salah.
Gara berdecak malas. "Ribet!"
"Rapikan baju sekolah kamu Gara!"
Gara memutar bola mata malas. "Males,"
"GARA!!!"
"Ck, iya-iya ah!" Gara memasukkan bajunya asal-asalan kedalam celana. Merapikan rambutnya, melepaskan anting ditelinganya, dan tak lupa memakai dasi.