[PART DI PRIVAT ACAK. FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
"Udah berani nakal ya lo!" Gara memelototkan matanya.
Acha meneguk salivanya susah payah dan nyengir. "Hehe, e-enggak lagi kok. Suer deh,"
Melihat tampang Gara yang begitu menyeramkan, mampu membu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo?????"
"Ka-kak Gara," cicit Acha. Kepalanya dia tundukkan kebawah.
"Lah si bocil ngintilin lo?" Tanya Galang.
Gara tidak menjawab. Bisa-bisanya ia tidak tau kalau Acha mengikutinya sampai kesini. Gara menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir melihat aksi nekat yang dilakukan Acha. Gadis itu tidak memikirkan resiko yang akan ditimbulkan karna mengikuti Gara secara diam-diam.
Gara menarik tangan Acha keluar apartemen. Gara tidak memedulikan teriakan Acha yang minta dilepaskan.
Gara mendorong kasar badan Acha supaya masuk kedalam mobil.
"Masuk!"
"Hiks kak Gara...."
"Masuk!!!"
Acha pasrah saat Gara mendorongnya masuk secara paksa kedalam mobil.
Gara mengitari mobilnya, dan masuk kedalam bangku kemudi. Menatap Acha sekilas, dan melajukan mobilnya.
"Kak Gara.. hikss... A-Acha minta maaf..hiks," isak Acha berusaha memegang lengan Gara. Gara menepis tangan Acha kasar.
"A-Acha nggak akan ngulangin hiks la-lagi,"
"Diem!!" Bentak Gara.
Gara melajukan mobilnya diatas rata-rata. Hatinya geram dan kesal.
Duk
"Aww," Jidat Acha terbentur dashboard hingga meninggalkan warna merah. Bahkan ujung jidatnya berdarah.
Gara melihat kesamping nya. Dilihatnya Acha yang tengah mengusap jidatnya yang berdarah sambil sesenggukan. Gara berusaha tidak peduli. Kembali memfokuskan pandangannya kedepan.
"Hiks...sakit,"
Sekuat tenaga Gara berusaha menahan tangannya agar tidak membantu Acha, namun akhirnya luluh juga. Dia memberhentikan mobilnya di depan sebuah ruko kosong.
Mengambil kotak P3K di bagasi.
"Kak Gara ngapain hiks," tanya Acha ditengah tengah isakannya.