[PART DI PRIVAT ACAK. FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
"Udah berani nakal ya lo!" Gara memelototkan matanya.
Acha meneguk salivanya susah payah dan nyengir. "Hehe, e-enggak lagi kok. Suer deh,"
Melihat tampang Gara yang begitu menyeramkan, mampu membu...
Follow instagram biar nggak ketinggalan info : @cloddyxy.n @coretancloddy
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
A/N : Sebelum baca jangan lupa vote dan komen disetiap paragrafnya ya! Mohon tidak membawa cerita orang lain kedalam lapak ini. Semoga suka dan happy reading 🗿
****
Sebuah mobil hitam memasuki pekarangan rumah megah bercat putih dengan pagar hitam menjulang tinggi keatas setelah seorang lelaki paruh baya berpakaian serba hitam membukakan pagarnya. Lelaki itu sedikit menunduk memberikan hormat kepada seseorang didalam mobil hitam itu dan setelahnya menyingkir pergi.
Gara menolehkan kepalanya kesamping dengan kedua tangan masih memegang stir mobil. Kedua bola matanya menatap seorang gadis yang tengah tertidur pulas dengan kepala bersandar pada pintu disebelahnya. Tanpa disadari, Gara mengulum bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.
"Cantik," gumamnya pelan.
Tanpa pikir panjang lagi, Gara melepas seat-belt nya dan keluar, berlari-lari kecil mengitari mobil. Lelaki itu membuka pintu disebelah Acha dengan hati-hati agar kepala gadis itu tidak terjatuh. Setelah dirasa aman, Gara mengangkat tubuh Acha secara perlahan dan menggendongnya ala bridal style.
Gara memencet bel rumah Acha beberapa kali. Saat ingin kembali memencet bel, pintu terbuka dan menampilkan seorang pria paruh baya yang telah berdiri di balik pintu dengan kedua tangan terlipat didepan dada. Pria itu menaikkan sebelah alisnya saat melihat Acha telah berada didalam gendongan Gara.
"Dari mana aja?" Tanya Reynald-papi Acha.
Gara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Habis Gara bawa jalan-jalan," jawab Gara seadanya. Semakin membuat kerutan di dahi pria berumur hampir setengah abad itu.
"Tau sekarang jam berapa?" Tanya Reynald.
"Jam setengah sembilan,"
"Janji balikin anak Papi tadi jam berapa?"
Gara meneguk salivanya kasar. Ia lupa janjinya pada Reynald yang akan membawa Acha pulang sebelum maghrib.
"Maaf Pi, kelupaan." Ucap Gara.
"Kebiasaan, kalau gitu besok-besok jangan bawa anak Papi pergi kalau nggak bisa nepatin janji."