30 - Apartemen Gara

46.1K 4.8K 498
                                        

"Kak Gara ngapain ngajak Acha ke apartemen?" Tanya Acha saat dirinya sudah berada di dalam apartemen Gara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak Gara ngapain ngajak Acha ke apartemen?" Tanya Acha saat dirinya sudah berada di dalam apartemen Gara.

Gara menoleh ke Acha sebentar. Melepaskan semua atribut sekolahnya dan melemparnya ke sembarang arah. Ia berjalan kearah Acha dengan raut wajah datar.

Acha yang menyadari Gara sebentar lagi akan berjalan kearahnya, lantas berjalan mundur. Matanya tak lepas dari Gara. Lelaki itu tampak ingin menerkamnya saat ini juga. Walau raut wajah Gara terbilang datar, namun raut wajah itulah yang terkadang membuat Acha takut.

Acha kembali berjalan mundur saat Gara berjalan kurang lebih satu meter dihadapannya.

"Ka-kak Gara ma-mau ngapain?" Tanya Acha gemetar. Punggungnya sudah berbentur dengan tembok. Itu artinya tidak ada jalan lagi untuk menghindari Gara. Acha menelan salivanya susah payah.

Gara tersenyum miring. Mengunci tubuh Acha menggunakan kedua tangannya. "Kalau cewe sama cowo berduaan biasanya mereka ngapain?"

Glek

Acha menatap Gara horor.

Gara menundukkan kepalanya. Melihat wajah Acha yang pucat karna ulahnya. Gara terkekeh dalam hati. Rencananya untuk mengerjai Acha ternyata berjalan dengan sempurna.

"Ka-kak Gara. Ki-kita be-belum-AAAA,"

Acha berteriak saat Gara melingkarkan kedua tangannya dan mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi. Gara membawa Acha keatas pundaknya. Melingkarkan kedua kaki gadis itu di lehernya.

"Ngapain teriak sih?" Tanya Gara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ngapain teriak sih?" Tanya Gara. Kepalanya donggakkan keatas agar dia dapat melihat wajah Acha.

Acha mengerucutkan bibirnya. Dipukulnya wajah Gara pelan. "Kirain Acha kak Gara mau macem-macem,"

"Pengen banget gue macem-macemin?" Goda Gara. Alhasil membuat kedua pipi Acha memerah.

Gara terkekeh pelan. "Ngapain tu pipi pake merah-merah segala?"

Acha Milik Gara [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang