"Ki, tournament selanjutnya kapan?" Tanya Bella.
"Besok."
"Kemana?" Tanya Bella sembari meneguk segelas air putih yang ia ambil tadi.
"Korea."
*Byurr
Aku langsung berdiri, menatap Bella kesal. "Heh! Lu kayak bocil dah! Apaan sih sembur sembur gitu? Gila ya?"
"Kemana tadi Ki?" Ulang Bella. Menatapku penuh.
"Korea. Kenapa sih?" Balasku.
"Flight nya jam berapa?"
"9.20,"
"Maskapai?"
"Garuda,"
Bella tertawa, lalu berdiri dari kasur. "Tunggu sebentar ya, Ki." Ujar Bella sembari keluar kamar.
Aku mengernyit bingung. Tapi berusaha bodoamat dengan mengeringkan bekas semburan Bella yang mengenai kasur, tentu saja dengan bantuan hair dryer nya.
10 menit kemudian Bella kembali masuk ke kamarnya, tersenyum sumringah. Dia kembali duduk disampingku.
"Gue besok ikut lu ke Korea ya Ki!"
Aku mengernyit, "Ngapain gila? Gue kan kerja, bukan jalan jalan!" Sarkasku.
"Ya itu mah elu yang kerja. Gue mah mau jalan jalan!"
"Apasih La? Gue masih gangerti!"
Bella menghela nafasnya pelan, "Besok Eric ada flight ke Korea. Jam 9.20 juga. Dan lu tau maskapai nya Eric kan?" Jelas Bella.
Aku menganggukkan kepala, tanda mengerti. "Yaelah, tiket gratis dong?" Ledekku.
"Lo kali tiket gratis! Gue mah tetep bayar lah!" Sarkasnya.
Aku tertawa, "Iya emang gue gratis, tapi pasti nanti di pesawat nih. Lu dikasih segala macem souvenir yang ada!"
"Pasti lah!" Sombongnya.
Aku tertawa, dasar Bella! Memanfaatkan suaminya!
🌙🌙🌙
Aku dan Bella turun dari mobil, menurunkan koper koper yang ada di bagasi.
Bella memang meminta untuk jalan bersama ke bandara.
Tapi--
Bukan denganku saja.
Melainkan dengan seluruh atlet dan tim official PBSI.
Yang meminta izin pada ci Susy bukan aku kok. Serius. Dia sendiri yang menghubungi ci Susy, memperkenalkan diri dan memberitahu maksudnya.
Aku saja kaget saat tahu dia akan ikut kontingen Indonesia dalam bus.
"Kenapa bisa bisanya sih, La?"
"Apaan?"
"Ya kenapa lu mau jalan sama atlet?"
"Kenapa emang woy? Emang lu doang yang bisa?" Sarkasnya.
Aku mendengus kesal, "Kasian tau tadi Eric ngarep jalan bareng lu!"
"Biarin aja! Lu bisa terima aja ga Ki? Anggep ini ngidam pertama gue!"
Aku menghela nafas, susah ya bicara dengan ibu hamil. Marah marah mulu.
Setelah menghampiri para atlet dan tim yang menunggu bus. Aku menghampiri ci Susy.
"Ci. Maaf ya temen saya ngerepotin." Ujarku.
"Ah gak apa apa Ki. Cuma naik bus doang kok. Di bus juga masih banyak kursi kosong. Lagian juga kan temen mu istrinya pilot kita!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight | Rian Ardianto
RandomDia, yang bahkan aku belum tahu namanya. Tapi hanya dengan senyumnya membuat dunia ku yang sedang gelap seketika terang. Seperti cahaya bulan ditengah malam. -Muhammad Rian Ardianto Cinta pandangan pertama? ah, ga mungkin. Cinta kan ada karena terbi...
