Hari ini perebutan piala perunggu untuk Indonesia. Rian beserta atlet lain sedang menunggu datangnya bus.
Rian menghela nafas, sebenarnya ia merasa bersalah. Pertandingan kemarin Rian merasa tidak fokus, ia terus terusan memikirkan kata kata Kevin.
"Jom, fokus ya kali ini," bisik Fajar sebelum menenteng tas raketnya, bus yang ditunggu sudah sampai.
Rian mengangguk pelan, itu memang tekadnya hari ini, dia harus fokus dan menyumbangkan point untuk Indonesia!
Rian menaiki bus, duduk disamping jendela dan memakai earphone nya.
Rian menoleh ketika mendapatkan seseorang duduk disebelahnya, lalu tersentak seketika.
"Aku boleh disini kan, mas?" Tanya Kia.
Benar, dia Azkia. Wanita yang terus terusan menghampiri fikiran Rian kemarin.
Rian mengangguk, lagian masa iya dia tolak?
Bus sudah setengah perjalanan. Tapi Kia dan Rian belum ada yang membuka percakapan. Rian yang masih memikirkan kata kata Kevin, dan Kia yang sedikit canggung.
"Mas," panggil Kia.
Rian menoleh, menatap Kia penuh tanda tanya.
"Aku boleh nanya?"
"Iya, nanya aja,"
Kia menghela nafasnya pelan, mau nanya apasih?
"Kemarin mas Rian kenapa? Kalo misalkan ada masalah, aku mau lho dengerin cerita mas Rian,"
Rian menatap Kia, lantas tersenyum. Segitu terlihatkah tidak fokusnya Rian kemarin?
"Kelihatan banget ya Ki?"
Kia tersenyum, "Awalnya aku gak tahu mas, tapi aku dikasih tau Fajar juga kemarin, katanya kamu mainnya buyar,"
Rian tertawa, kenapa Fajar ngasih tau ke Kia sih?
"Hmm, saya bingung aja Ki,"
Kia mengernyit, "Bingung kenapa mas? Siapa tau aku bisa bantu,"
"Tapi kamu jangan ketawa ya?"
Kia tersenyum, "Iyadeh aku gak ketawa,"
"Jadi saya pernah ketemu satu cewe, padahal baru sekali, itu juga gak disengaja. Nah akhir akhir ini saya sama dia jadi deket gitu, tapi ada satu kejadian yang bikin saya kesel, terus saya cerita ke Kevin. Kata dia, saya cemburu. Tapi masa sih Ki? Saya sama dia kan baru bener bener kenal akhir akhir ini aja,"
Kia masih diam, dia terlihat berfikir.
"Maksud Kevin. Mas tuh cinta pandangan pertama gitu?"
Rian mengangguk pelan, lagipula Kevin bilang begitu juga kan kemarin?
"Menurutmu gimana Ki?" Tanya Rian, Kia tidak juga membuka suara sih.
"Menurutku? Hm, gimana ya. Sebenernya banyak juga temen temen ku yang dokter bilang kalo cinta pandangan pertama itu ada, tapi aku gak percaya mas,"
Rian mengernyit bingung, masa sih Kia gak percaya?
"Kalo kataku, pandangan pertama itu gabisa langsung cinta, paling sekedar rasa 'tertarik' aja. Tapi kalo emang mas Rian ngalamin dan bingung harus ngapain. Coba deketin cewenya dulu, ajak ngobrol baik baik. Ceritain semuanya, kalo dia tipe kayak aku yang gak percaya cinta pandangan pertama, mas harus bisa yakinin ke dia kalo itu semua nyata." Jelas Kia.
Rian diam, rasanya ingin sekali bilang kalo wanita yang sedari tadi dibicarakan justru sedang bicara padanya.
"Kalo itu kamu gimana Ki?" Ujar Rian pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight | Rian Ardianto
De TodoDia, yang bahkan aku belum tahu namanya. Tapi hanya dengan senyumnya membuat dunia ku yang sedang gelap seketika terang. Seperti cahaya bulan ditengah malam. -Muhammad Rian Ardianto Cinta pandangan pertama? ah, ga mungkin. Cinta kan ada karena terbi...
