Rian tersenyum melihat Kia yang semangat berjalan menuju supermarket. Dia sesuka itu sama camilan ya?
Rian ikut menghentikan langkahnya, menatap Kia bingung. "Kok berhenti, Ki?" Tanyanya.
Kia tersenyum kecil, tatapannya beralih pada sebuah toko yang memamerkan boneka beruang besar.
"Gue mau kesana dulu. Beli boneka. Lu tunggu sini aja, ya."
Rian menggeleng pelan, "Kan saya pernah bilang. Saya gak akan ninggalin kamu sendirian."
Kia menghela nafas, "Yaudah suka suka lu, deh!" Balasnya langsung meninggalkan Rian.
Rian tertawa, gemas juga liatnya begitu!
Setelah masuk, Rian kembali memperhatikan Kia yang sedang asik berbincang dengan pemilik toko.
"Yes. Can i have it?"
"Of course. The cutest teddy bear for women who is also the cutest!"
Rian melotot, heh! Pemilik toko itu baru saja bilang Kia wanita paling lucu? Enak aja! Gabisa dibiarin nih!
"Suka, Ki?"
Kia langsung menoleh, terlihat terkejut saat mengetahui yang menyapanya adalah Rian.
"Kan gue suruh tunggu disana aja tadi." Pintanya lagi.
Rian menggeleng, beralih menatap pemilik toko.
"I think my girlfriend like this teddy bear. How much? Can I take this?" Tanya Rian. Sengaja, biar dia cemburu sekalian.
"Ah, i'm sorry. I don't know if you're her boyfriend. Of course, you can take this. The price is 50000 won." Sahutnya panik.
Rian menahan tawanya, meraih dompetnya lalu mengeluarkan selembar uang 50000 won.
"Thank you, wait a minute, I'll wrap it up neatly!"
"No need, can i leave here i am? I need to shop later, afraid that it will be difficult to carry it anywhere," Jelas Rian.
Pemilik toko itu mengangguk pelan, "Of course, you can shop first, come here again when it's finished!"
Rian mengangguk, membalik tubuhnya dan langsung tersenyum mendapati Kia yang cemberut.
"Kenapa? Teddy bearnya kurang gede?" Ledeknya.
Kia mendengus kesal, "Ini nih alesan gue males jalan sama lu, Jom!"
Rian mengernyit, "Lho? Kok males?"
"Dibayarin terus!"
Rian tertawa, Kia memang beda.
"Nggak apa apa, itung itung latihan buat nanti kalo udah jadi suami. Iya kan?"
Kia melotot, langsung mencubit lengan Rian pelan.
"Ngaco aja! Udah ah ayok gue mau beli Snack!" Sarkasnya langsung berjalan duluan.
Rian tertawa kecil, langsung menyusul langkah Kia.
"Ki,"
"Hmm?"
"Mau jadi pacar saya, gak?"
Kia langsung memberhentikan langkahnya, menatap Rian tajam.
"Enggak, udah cukup?" Sarkasnya.
Rian menggeleng, "Nggak akan cukup sampe kamu bilang iya. Tenang aja ya, Ki. Semuanya pasti terjadi."
Kia mengernyit, "Apanya yang terjadi?"
Rian memutar bola matanya keatas seolah berfikir, "Apaya?" Tanyanya pada diri sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight | Rian Ardianto
DiversosDia, yang bahkan aku belum tahu namanya. Tapi hanya dengan senyumnya membuat dunia ku yang sedang gelap seketika terang. Seperti cahaya bulan ditengah malam. -Muhammad Rian Ardianto Cinta pandangan pertama? ah, ga mungkin. Cinta kan ada karena terbi...
