13. Garden Party Bella

1.7K 132 0
                                        

Rian menghela nafas, kenapa Kevin gak bilang kalo dia diundang ke nikahan Bella, sih? Tau gitu Rian kan bakal pake pakaian yang lebih rapi!

"Sebentar, ya, gue telfon Eric dulu!" Ucap Kevin seraya keluar mobil dan menjauh.

Rian memeriksa ponselnya, tidak ada pesan penting.

10 menit berlalu, namun tidak ada tanda tanda kedatangan Kevin kembali ke mobil. Malahan, Rian melihat Kia berlari kearah Kevin.

Rian meringis, lantas keluar mobil. Kia kan pakai high heels, kalo dia lari gitu nanti bisa jatuh!

Benar saja, setelah Rian keluar mobil, ia melihat Kia kehilangan keseimbangan, Rian berlari kearah Kia, menangkap tubuhnya. Fyuh! Untung tepat waktu!

"Hati hati, Ki! Gak usah lari kalau pake heels!" Ujar Rian, tapi Kia tetap menutup matanya, kenapa sih?

"Ki," panggil Rian lagi.

Kia membuka matanya, lalu sontak berdiri. Tapi tubuhnya kembali kehilangan keseimbangan, dan Rian dengan sigap menangkap tubuh Kia lagi.

"Sudah saya bilang hati hati,"

Kaki Kia terluka, Rian mengambil kotak P3K beserta sandal dari dalam mobil.

"Ki, yaampun! Gue nyariin lu, kemana aja, sih?"

Rian menoleh, mendapati seorang laki laki yang sepertinya pernah dia lihat sebelumnya.

"Daffa!" Rian menatap Kia, dia terlihat terkejut dan langsung menghampiri pria tadi.

Rian terus melihat mereka, Kia terlihat akrab sekali. Kok menyebalkan ya melihat mereka?

"Jom, kayaknya lu punya saingan!" Seloroh Fajar sembari tertawa.

Rian menatap tajam Fajar, apasih? Ember banget!

"Ekhem!" Sergah Rian

Rencananya berhasil, Kia berjalan kearah mereka, lalu memperkenalkan pria tadi kepada mereka.

🌙🌙🌙

"Jom," panggil Kevin setelah melihat Kia keluar ruangan.

Rian menoleh, enggan menjawab.

"Lu kenapa, sih?"

Rian mengernyit, kenapa apanya?

"Apasih, Vin? Gue gak apa apa!"

"Ah, Vin! Sok sok an gak tau, lo! Jombang cemburu lah, kenapa lagi emang?" Seloroh Fajar masih mengutak atik ponselnya.

"Eh, Jar! Gak usah fitnah terus, lo!" Sarkas Rian.

"Ih, enak aja! Gue mah punya bukti kali kalo nuduh!"

"Tetep aja fitnah!"

"Apaan fitnah? Nih, liat nih!" Seru Fajar seraya memperlihatkan ponselnya.

Rian menghela nafas, Fajar berhasil mengambil beberapa foto, ketika Rian menangkap tubuh Kia, membantu Kia berjalan, sampai saat Rian tengah berjongkok mengganti heels Kia dengan sandal.

"Jangan kemana mana ya, Jar! Apalagi ke mbak-"

"Halo, mbak!" Seru Fajar sambil memposisikan ponselnya didepan wajah.

Rian melotot, Fajar telfon siapa? Mbak? Mbak Wid? Apa Mbak Naf?

"Apasih, jar, ganggu gue aja!" Sarkas seseorang dari sebrang telfon. Rian menghela nafas, itu mbak Wid. Fajar pasti mau gosip!

"Oh oke, lu gak mau gosip terbaru, mbak?" Tanyanya.

Rian kembali menghela nafas, benar kan katanya?

Moonlight | Rian ArdiantoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang