30. Pernyataan

1.1K 110 4
                                        

Aku memakan roti panggang ku sembari sesekali menanggapi Syifa bercerita.

Dia sangat bersemangat menceritakan segala urusan pertengkarannya dengan salah satu teman artisnya. Ah, aku tidak terlalu paham dunia entertainment.

"Teh, mau kentang ulir gak?" Teriak Ken dari kejauhan.

Aku menoleh, langsung menganggukkan kepala ketika melihat dia sedang berada di gerai makanan itu.

Iya, aku dan semuanya sedang makan di food court yang ada disini. Cukup unik, kita disini bukan membayar bukan dengan uang sungguhan, melainkan 'koin' yang ber nominalkan uang.

Dan juga, kalian tau gak? Disini penjualnya rata rata ada diatas perahu, beneran perahu, diatas danau. Sekarang tau kan kenapa tempat ini dinamakan Floating Market?

"Nih, teh." Seru Ken sembari menyodorkan kentang ulir didepanku. Aku tersenyum, langsung meraihnya. "Makasih, Ken!" Balasku.

"Al mana?" Tanyaku.

"Itu, lagi ngobrol sama kak Rian." Serunya sembari mengangkat dagu kearah meja mereka.

Aku mengernyit, Al? Ngobrol? Sama teman laki laki ku? Seriusan?

"Ngobrolin apa?"

Ken mengangkat bahu, mengambil duduk disebelahku. "Paling kak Rian lagi diinterogasi."

Aku langsung menoleh, menatap Ken serius. "Beneran?"

"Kan aku gak tau teh. Tanya aja sana!"

Aku mendengus kesal, "Ah males ngomong sama kamu mah!"

Tadi aku, Al, Ken, dan Syifa memang duduk terpisah dari Fajar, Rian, dan Kevin. Karena meja nya hanya cukup untuk 4 orang. Dan sekarang Al malah bergabung dengan mereka.

Setelah menyelesaikan acara makan makan singkat kami. Selanjutnya tujuan kami adalah "mini town".

Mini town ini berkonsep sama seperti artinya. Kota kecil. Didalamnya ada bangunan bangunan yang biasanya ada didalam kota, seperti butik, restoran, telfon umum, mall, cagar alam, dan sebagainya.

Aku duduk di gazebo setelah berjalan cukup jauh. Syifa sibuk meminta Al dan Ken untuk memotretnya, terkadang menjadi teman fotonya. Sedangkan Fajar dan Kevin riweuh dengan ice cream yang mereka beli.

Rian tiba tiba duduk di sebelahku, menghela nafasnya pelan.

"Kenapa Jom?" Tanyaku. Habisnya dia dateng dateng hela nafas.

Rian menoleh, tersenyum tipis tanpa berniat menjawab pertanyan ku, ih nyebelin!

Eh tapi aku kayaknya perlu bertanya sesuatu deh.

"Jom." Panggilku, dia langsung menoleh.

"Tadi ngomongin apa sama Al?" Sambungku.

Rian mengernyit, langsung buru buru mengembalikan ekspresi wajahnya. "Gak ngomongin apa apa kok."

Hah? Gak mungkin. Jelas jelas tadi Rian dan Al sibuk banget bicara. Baru saja aku ingin membantah perkataannya, tiba tiba ada se-cup coffee didepanku, aku menoleh, menatap Al yang masih menyodorkan minuman itu.

"Makasih!" Balasku.

Al tersenyum tipis, lalu berbalik hendak pergi. Aku buru buru menahan lengannya.

"Kamu ngomong apa aja sama Rian?" Tanyaku serius, Al nih suka bikin orang down sembarangan!

Al menatapku sebentar, beralih menatap Rian. "Tanya aja orangnya, teh." Balasnya langsung meninggalkan tempat itu.

Moonlight | Rian ArdiantoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang