"Jom, ngapain sih?" Seru Kevin yang sudah sedari tadi melihat Rian sibuk sekali dengan ponselnya.
"Kepo lu!"
Kevin mendengus, Rian nih lama lama beneran mau bikin Kevin naik darah apa ya?
"Halo, iya La?" Bisik Rian.
Kevin mengernyit sembari menatap temannya yang kini berdiri dan berjalan ke belakang meja makan sendirian dengan ponsel yang ditempelkan di telinganya. Lagian kenapa Rian telfon sambil bisik bisik sih? Trus ini kan lagi acara makan siang bersama, aneh banget, dia nelfon siapa coba?
"Eh beneran? Masa sih?"
"Kalo gak berhasil gimana?"
"Ih kalo salah?"
"Oh gitu ya, okedeh La, makasih ya!"
Setelah menutup pembicaraannya, Rian kembali duduk disebelah Kevin.
"Nelfon siapa lu?" Tanya Kevin masih menatap Rian kesal.
"Fans lu," balas Rian singkat.
"Hah? Sejak kapan lu kenal sama fans gue Jom?"
"Dua bulan yang lalu, pas dia nikah,"
Kevin kembali mengernyit, menatap temannya aneh, Rian kenapa sih? Abis disuapin Kia dia jadi gajelas gini!
Tunggu, tapi sepertinya Kevin mengingat sesuatu, "Lu tadi nelfon Bella?" Seru Kevin.
"Ssstt!" Seru Rian menatap Kevin kesal.
"Kenapa sih?"
"Ntar Kia denger, gimana sih lu?" Sarkas Rian.
"Ngapain lu nelfon dia?"
"Nanya kebiasaan Kia,"
Kevin melotot, eh? Beneran? Gila ya, kalo Kevin jadi Rian sih gaakan seberani itu, sampai menanyakan kebiasaan Kia ke sahabatnya lho, kalo nanti Bella bilang bilang gimana?
"Trus? Kebiasaan Kia apa?"
Rian menoleh, "Kok lu kepo?"
"Ya mau tau aja, gaboleh?"
Rian kembali menatap ponselnya, "Kata Bella, Kia kalo mesen minum itu coffe, kalo gak coffe, ya pasti es teh manis. Cuma gue bingung deh Vin, emang ada ya orang se pasti itu mesen minuman? Maksud gue, konsisten banget gitu?"
Kevin diam, iya juga ya? Emangnya Kia gak mau nyobain minuman lain gitu?
"Jom, lu pesen apa?" Seru Fajar sebelum Kevin membuka suara.
"Gue enggak, udah makan," balas Rian singkat.
Namun sepertinya jawaban Rian tadi menarik perhatian semua orang, sekarang pandangannya dari Rian beralih ke Kia. Ada apa sih?
"Kalian makan bareng ya tadi?" Seloroh kak Gre.
Rian mengernyit, jangan jangan tadi Kia bilang dia sudah makan juga, makanya mereka curiga?
Rian melihat Kia yang menggeleng pelan kearah kak Gre. Kok malah jadi gemesin sih?
"Bohong tuh kak! Kayaknya mereka emang makan bareng tadi!" Sarkas Apri.
"Ngaku dong Jom, kamu makan bareng Kia tadi?" Seru koh Herry.
Rian menoleh, melihat koh Herry yang sudah menampakkan wajah meledek. "Koh Herry ketularan Fajar ya?" Seru Rian.
"Gue terus!" Sarkas Fajar saat tahu dirinya dijadikan kambing hitam.
"Kayaknya sih emang gitu koh, soalnya tadi Kia ditarik Jombang sih!" Timpal mbak Wid.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight | Rian Ardianto
De TodoDia, yang bahkan aku belum tahu namanya. Tapi hanya dengan senyumnya membuat dunia ku yang sedang gelap seketika terang. Seperti cahaya bulan ditengah malam. -Muhammad Rian Ardianto Cinta pandangan pertama? ah, ga mungkin. Cinta kan ada karena terbi...
