53. Si Serangga

1K 67 4
                                        

"Kenapa, Ki?"

Kia menoleh, menatap Rian bingung. "Apanya kenapa?"

"Kenapa bukan lo yang nanganin?"

Kia menghela napas pelan, "Maaf, Jom. Gue nggak siap."

"Teteh kenapa akhirnya mau dipanggil An lagi?" Kali ini Syifa yang bersuara.

Kia tersenyum, menatap Syifa. "Yang lalu biarlah berlalu, lagipula, bagus kan kalau teteh dipanggil An? Jadi inget sama novel kesukaanmu! Apa judulnya? Geez dan Ann?"

Syifa mengangguk, "Ya, Syifa tau itu keren, tapi kenapa?"

"Nggak apa apa, Syif. Teteh cuma mau menghapus kenangan lama aja. I'm okay!"

"Udah udah, karena Kia udah balik kesini, alih profesi jadi atlet juga. Jadi gimana kalo kita makan? Gue laper." Tengah Kevin, daritadi dia sibuk melihat makanan didepannya.

"Hello eperibadi enibadi, apa kabar semua yang ada disini? Jeng jeng!" Seru Fajar sembari membawa seperangkat alat makan beserta kursi ke meja yang sebenarnya sedang double date itu.

"Lo ngapain sih, Jay? Ganggu aja!" Seloroh Kevin.

"Yaallah tega sekali kamu wahai manusia berbicara seperti itu kepada saya yang berhati malaikat ini? Sakit hati saya."

Setengah jam setelahnya kami sibuk membakar daging diatas api, tertawa dan sesekali saling meledek.

"Mas Jom, sering sering ya!" Seru Yere dari meja sebrang.

Rian mendengus, "Berisik, Yer! Lu kali kali yang traktir!"

Rian memang memutuskan hanya mengundang ganda putra, itu pun tidak semua. Partai lain masih harus sibuk latihan, mereka mendapat target ekstra.

🌙🌙🌙

"Halo semua." Seru seseorang, menarik kursi ke meja Rian. Membuat semuanya terkejut, apalagi aku yang daritadi masih sibuk dengan gula yang dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam coffee.

"Lo lagi?" Seru Syifa tajam.

Kevin memegang lengan Syifa pelan, jangan sampai Syifa beneran marah. Lagipula, Audya memang sekeras kepala ini, ya?

"Aduh, lo tuh siapa sih banyak urusan banget sama gue? Tadi lu bilang Kia tuh teteh lo ya? Ah pantes, saudara ternyata." Sinis Audya.

"Dy, jangan bikin keributan disini." Lirih Rian.

"Ih kenapa sih kak? Aku kan cuma mau deket sama kak Rian, ngerayain ulang tahun kak Rian!"

Aku tersenyum kecil, "Yaudah gapapa, nambah satu orang nggak apa apa, kan?"

"Teh?" Tanya Syifa, bertanya bingung kenapa aku melakukannya. Lagipula, memang tidak masalah kan?

Aku mengangguk pelan, "Sini, Dy. Mau samping gue atau samping Jombang?"

"Kak Rian, lah! Ngapain gue disamping lo?"

"Dy, jaga kata kata lo. Gimana pun, Kia lebih tua dari lo, yang sopan." Tegur Rian.

Audya mendesis pelan, menampilkan tatapan sinis padaku. Aku hanya membalas senyum kecil, aku sudah sangat familiar dengan keadaan seperti ini.

Acara makan makan berlanjut, aku sibuk membakar daging, dibantu Syifa. Rian dan Kevin memutuskan membantu dibagian rebus merebus.

Rian mengambil mie dari panci, meletakkannya di mangkuk, meniup niupnya pelan.

Aku tersentak saat mie tersebut malah disodorkan padaku. Aku menatapnya bingung sekaligus kaget, kan ada Audya!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 01, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Moonlight | Rian ArdiantoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang