Aku melihat Kevin yang asik dengan camilan yang tadi ia beli, dia kenapa bisa sesantai ini ya?
"Vin, kok lu adem ayem aja, sih?" Tanyaku.
"Lah emang gue harus apa? Gue kan udah ga tanding, Ki!" Balasnya.
Aku mendengus kesal, "Ya gue tau, tapi lu gak deg deg-an apa?"
"Kenapa?"
Aku menghela nafas pelan, "Vin. Temen seperjuangan lu lagi bertanding di final dan lo biasa aja kayak gini?" Kesalku.
"Yailah santai aja. Gue yakin mereka menang kok!"
Aku memutar bola mata malas, "Kenapa Fajar sama Jombang mau ya temenan ama lu?" Selorohku.
"Karena gue rangking satu dunia, lah! Apalagi?" Selorohnya.
Aku menoyor kepalanya pelan, "Sombong lu kurangin, Vin!"
Aku kembali menghadap court, memperhatikan pasangan ganda putra Indonesia yang sedang memperebutkan gelar dengan pasangan dari Jepang.
Iya benar, Fajar dan Rian berhasil berlari sampai ke final. Dan itu artinya, aku harus menyiapkan kata kata untuk menjelaskan sejelas jelasnya alasanku menjauhi Rian.
"Ki,"
Aku menoleh, "Apaan?"
"Adik sepupu lu yang waktu itu dateng--" balas Kevin, tapi dia malah menggantung ucapannya, menyebalkan.
Aku mengernyit, "Syifa?"
"Iya Syifa. Dia kuliah? Apa kerja?" Tanya Kevin.
Aku mengangkat sebelah alisku, Kevin ada apa menanyakan hal ini?
"Dia kerja, di dunia entertainment, gue gangerti lagi selain itu. Kenapa emang, Vin?"
"Gak apa apa Ki, gue nanya doang kok!"
Aku menyipitkan mata, gak biasanya Kevin begini deh.
"Serius nanya doang, Vin?"
"Iya gue nanya doang!"
Aku mengangkat bahu, "Oke."
Baru saja aku mau kembali fokus ke court, Kevin lagi lagi memanggilku.
"Apasih?" Sarkasku.
"Hmm anu, Ki. Boleh tau IG nya Syifa, gak?" Tanyanya sembari menggaruk tengkuknya.
Aku lagi lagi mengernyit, "IG Syifa? Syifa adik sepupu gue, Vin?" Pastiku.
Kevin menganggukkan kepalanya pelan, "Boleh kan, Ki?"
Aku tersenyum kecil, menyadari sesuatu. "Lo suka sama adik sepupu gue, Vin?" Selidikku.
Kevin tersentak, langsung mengalihkan pandangannya ke segala arah.
"Enggak Ki! Gajelas lu!" Selorohnya
Aku memasang wajah meledek, kayaknya dia beneran suka sama Syifa, deh.
"Yaudah lah, ngapain juga lu minta IG nya." Seruku sembari kembali menghadap court.
"Eh, Ki! Gak gitu maksud gue!"
"Terus gimana?"
"Gimana ya? Aduh. Ya pokoknya gitu deh!"
Aku tertawa, Kevin kalo lagi salah tingkah begini ternyata.
Aku meraih ponselku, membuka account Instagram Syifa.
"Nih, IG nya!" Seruku sembari memperlihatkan ponsel pada Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight | Rian Ardianto
AcakDia, yang bahkan aku belum tahu namanya. Tapi hanya dengan senyumnya membuat dunia ku yang sedang gelap seketika terang. Seperti cahaya bulan ditengah malam. -Muhammad Rian Ardianto Cinta pandangan pertama? ah, ga mungkin. Cinta kan ada karena terbi...
