21. Night Market

1.4K 123 4
                                        

Aku mendudukkan diri di pinggir kasur setelah menutup pintu kamar. Melihat Mbak Wid yang kini sedang menatap ponselnya.

"Mbak, lu beneran gapapa gue tinggal?" Tanyaku sekali lagi.

Mbak Wid menoleh, "Gak apa apa Ki. Beneran dah!" Serunya.

Aku menghela nafas, lantas berdiri dan meraih koper medis yang selalu ku bawa. Mencari obat untuk mbak Wid.

"Nih lu minum, jangan sampe engga. Air putihnya jangan lupa. Langsung tidur abis itu!" Sarkasku sembari menyerahkan dua jenis obat pada mbak Wid.

"Iya Ki iyaa. Bawel lo!"

Aku memutar bola mata malas, eh tadi di bus kan mbak Wid bilang mau langsung tidur. Tapi kenapa sekarang malah main ponsel? Terus tadi katanya mau Netflix-an sama mbak Naf?

"Mbak? Katanya lu mau tidur tadi!" Selorohku.

"Hah? Nanti lah Ki belum ngantuk!"

Aku mengernyit, tadi dia bilang sendiri dia lelah kan?

"Udah ah bawel lo. Sana siap siap, udah setengah 7 tuh!" Sambungnya.

Aku menatapnya sebal, tapi tetap menuruti perintahnya, meraih pintu lemari yang didalamnya diletakkan beberapa baju.

Setelah selesai mandi aku keluar kamar mandi dengan boyfriend jeans, Hoodie oversize, dan pashmina instan.

"Heh Ki! Lo tuh gimana sih?"

Aku mengernyit bingung, "Kenapa sih mbak?"

"Lu pergi begitu?"

Aku menatap diriku sendiri, memang apanya yang salah sih? Harusnya aku sudah pake piyama!

"Iyalah, kenapa emang mbak?"

"Ki ih, lo kan mau ngedate, masa pake gituan?" Sarkasnya.

Aku menatapnya kesal, apasih? Kok date? Aku kan cuma mau jalan jalan.

"Ngaco lo mbak, udah ah gue berangkat ya. Bye!" Ujarku meraih Sling bag yang tergantung didekat pintu.

Aku memencet tombol lift, membaca pesan dari Rian yang memberitahu bahwa dia sudah menunggu di lobby.

Setelah pintu lift terbuka aku langsung keluar, menyapu pandangan di lobby dan menghampiri Rian yang tengah asik dengan ponselnya.

"Jom!" Panggilku ketika sudah ada didepannya.

Dia mendongak, menatapku. Tapi kenapa dia begitu terus sih? Kapan jalannya kalau dia terus terusan menatapku?

"Jom, ayok!" Seru ku.

Dia tersentak, apasih? Kenapa emang?

"Lu kenapa Jom?" Tanyaku, ini Rian jadi sakit kayak mbak Wid juga?

"Ah maaf Ki. Saya gak apa apa kok, ayok!"

🌙🌙🌙

"YUHU!" Teriak Rian ketika masuk kamarnya.

"Heh berisik!" Sarkas Kevin. Padahal dia tahu, Rian heboh begitu pasti gara gara Kia mau diajak ke night market

"Iri aja lo!" Balas Rian.

Kevin mendengus, menatap Rian. Yang memberi ide kan Kevin, yang ngerencanain semua sama mbak Wid biar pura pura sakit juga Kevin. Yang minta izin koh Herry Kevin juga. Tentang anak pelatnas yang gak mau ikut juga gara gara Kevin. Ini Rian gak ada kata 'terimakasih' gitu?

"Sana mandi lo ah! Mau ngedate juga!" Ledek Kevin.

Rian melihat Kevin, lalu beranjak kekasur, duduk disebelah roommate' nya.

Moonlight | Rian ArdiantoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang