"Vin! Lo mau apa hari ini?" Seru Rian semangat, menepuk nepuk pundak Kevin.
Kevin menatap Rian aneh, menelisik mimik wajah yang kenapa bisa tiba tiba jadi sumringah begitu?
"Kenapa lo?" Tanya Kevin.
Rian masih diam, menatap Kevin dengan senyum yang tidak berhenti.
"Heh! Senyum senyum sendiri lo. Kia ngomong apaan? Nerima lo?" Tanya Kevin antusias.
Rian mengangguk, membuat Kevin membulatkan matanya. "Serius? Lo jadian dong mulai sekarang?"
Kali ini Rian menggeleng, tapi masih mengembangkan senyumnya.
"Hah? Katanya dia nerima lo!" Protes Kevin. Lagian Rian aneh, tadi bilang diterima, giliran ditanya jadian malah membantah.
"Gue diterima jadi calon pacarnya, Vin!" Seru Rian semangat.
"Hah?"
"Ih lo mah! Gue diterima jadi calon pacarnya Kia!" Jelas Rian penuh penekanan.
Kevin menghela nafas kasar, menatap Rian iba. "Temen gue udah bucin tingkat akut ini, mah." Mirisnya.
"Kok lo kayak nggak seneng gitu sih, Vin? Kan gue udah diterima!"
Kevin mendekati Rian, menepuk pundaknya pelan. "Gue seneng, kok. Tapi kayaknya bucin lo harus dikurangin." Sarannya dramatis.
"Apasih?"
"Lo diterima jadi calon pacar, Jom? CALON? C-A-L-O-N?"
Rian mengangguk semangat, memang itu kan yang Kia bilang tadi?
"Cari di Wikipedia definisi 'calon' ya, Jom." Titah Kevin. Dia berbalik, meninggalkan Rian yang mendengus kesal. Apa coba maksudnya? Tanpa mensearch arti dari 'calon' dia juga tahu definisinya!
Kevin menghentikan langkahnya, membalikkan tubuh.
"Kaos Givenchy ya, Jom! Jangan lupa!"
🌙🌙🌙
Rian menghentakkan kakinya kesal, menatap Kevin sinis. Dengar, kan katanya kemarin? Kaos Givenchy? Dia gila ya?
"Kita ke UNIQLO aja, Vin!"
"Hah? LV? Yuk!"
"Zara deh Zara!"
"Oh lo mau beliin gue kaos Fendi?"
"H&M, deh! Tuh didepan!" Tawar Rian lagi.
"Mau ke Gucci? Ayok!"
Rian menghela nafas kasar, bicara dengan Kevin memang menyebalkan.
"Ok, Givenchy. Satu ya, lo!" Peringat Rian.
Kevin tertawa puas, siapa suruh kemarin Rian menawarkan sesuatu, jangan salahkan Kevin!
"Bagusan yang putih apa hitam?" Tanya Kevin.
"Putih." Jawab Rian malas malasan.
"Ok Hitam!
Rian menghela nafas pelan, buat apa coba pertanyaan itu tadi kalo ujung ujungnya dia memutuskannya sendiri?
"Jom, Jom!" Seru Kevin.
Rian menghampirinya malas. "Apa?" Sarkasnya.
"Itu Kia bukan?" Bisik Kevin sembari melihat store didepan mereka, H&M.
"Kia sama siapa dah?" Bisik Kevin lagi, menelisik lebih dekat.
Rian ikut menajamkan matanya, melihat dua sosok yang sedang bercengkrama hangat. Heh, apa apaan itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight | Rian Ardianto
De TodoDia, yang bahkan aku belum tahu namanya. Tapi hanya dengan senyumnya membuat dunia ku yang sedang gelap seketika terang. Seperti cahaya bulan ditengah malam. -Muhammad Rian Ardianto Cinta pandangan pertama? ah, ga mungkin. Cinta kan ada karena terbi...
