2 minggu setelah aku tau siapa korban Matryoshka pertama...
Aku...melupakannya. Dan aku...
Bagaimana ya..
Aku malah terbiasa dengan keseharianku
Di pagi hari aku akan belajar, sendirian di istirahat pertama, belajar lagi dengan Kennth dibelakangku, di makan siang aku akan duduk bersama Dean Jackie dan Kennth.
Seperti sekarang ini.
Kita di cafeteria kaca. Cafeteria yang spesial.
Dean dan Jackie selalu membelikanku makanan dan minuman. Jika aku menolak, mereka akan marah dan tetap memaksaku makan.
Itu menjadi keseharianku.
Kalau aku lari di jam makan siang, Jackie atau Dean akan mati-matian mencariku. Bahkan saat aku bersembunyi di toilet mereka akan membayar seseorang untuk menarikku. Kadang Jackie yang masuk.
"Meatball~~~", nyanyi Dean menyajikan 3 mangkuk berisi bakso ala italia. Bakso daging sapi dicampur dengan oregano yang akrab dengan masakan itali, lalu dengan garam korscher, dan sup tomat kental yang terlihat luar biasa.
"Uwa...", pekikku tanpa sadar terkagum. Bahkan mulutku sudah digenangi air liurku.
Kami bertiga pun menarik bangku dan mengambil sendok, tidak sabar menyendokan masakan ini ke mulut. Begitu sendok besi itu ingin memasuki mulutku, sudut mataku menangkap sesuatu.
Seseorang,
Korban pertama Matryoshka itu.
Saat ini sedang duduk bersama 2 orang temannya.
Sama seperti aku, dia juga bertiga bersama teman-temannya, tertawa bersama. Namun senyumnya...terkesan sangat bebas, begitu berlawanan dengan wajahnya yang ketakutan saat itu. Kadang juga aku lupa bahwa dia pernah melalui masa sulit. Dan aku kagum dia bisa tersenyum seperti it-
Eh tunggu tunggu
Tentu saja ia bisa bangkit, dia punya banyak support dari sekitar, ada uang jika ingin menemui psikolog, tampan, pintar, dan tidak ada yang ngejelekin dia.
Kalau aku kena Matryoshka, aku pasti gila, ngga mau sekolah, dan ngga bakal mau ketemu dunia luar.
"Hei..."
Gue menoleh, dan ternyata yang memanggil adalah Benny.
Udah lama aku tidak berbincang atau bertatap muka dengan Benny.
Semenjak ia menuduh aku adalah orang dibalik teror Fionna, ia enggan bertemu denganku.
Tapi hari ini...dia berdiri di hadapan kami, terlihat menyesal dan sedih.
"Oh, kenapa Ben?", tanya Dean santai, berlawanan dengan Jackie yang terlihat jengkel. Begitu tau apa yang membuat Benny marah padaku, Jackie langsung marah dan berdecak,
"Cewek aja terus. Parahnya Fionna udah ada cowok. Siapa dia mepet terus?"
Benny terdiam. Mata kami bertemu. Walaupun ingin sekali aku berpindah pandangan...aku tidak bisa. Entah kenapa terkunci walaupun aku sangat ingin tidak menatapnya.
Ia menghela nafas, "Boleh gue duduk disini?"
"Why not?", tanya Dean, mendorongkan bangku untuk Benny dengan kakinya. Namun kaki Jackie segera menariknya, dengan tajam ia berkata ke Benny,
"Ga. Lu gaboleh"
"Lho?", tanya Dean keder, bingung. Jackie menoleh ke Dean, "Dia bikin rusuh, mojokin Cecil. Nuduh kaga-kaga. Masa lu bolehin gitu aja? Yang tersakiti kan Cecil", kata Jackie.
Waduh...sampe begitu...
"Jackie..anu...", panggilku. Mata Jackie yang sipit langsung menuju padaku, aku mengeluarkan kata-kata,
KAMU SEDANG MEMBACA
MATRYOSHKA
Mystery / ThrillerSekolah Rising Smartness adalah salah satu sekolah paling ngetop di negara ini. Hanya murid-murid kaya, pintar, bertalenta, atau rupawan yang bisa masuk kesini. Sialnya...aku tidak memiliki semua itu. Namun aku bisa masuk ke sekolah ini sebagai muri...
