27. Dibalik Topeng + 3rd round

24 7 0
                                        

Kennth...
Kennth...

"WHAT?!", jerit Dean menghentak yang lain, dan ikut menoleh ke arah mana matanya melotot. Begitu sampai ke Kennth mata mereka ikut membulat.

Kami membeku melihat Kennth.

Jauh berbeda dari yang kami kira.

Kami kira Kennth itu kurus, lusuh, atau sesuatu yang membuatnya insecure.

Tapi tidak.

Kennth dikategorikan tampan.
Wajahnya putih mulus, jawlinenya enak dipandang, bibirnya kemerahan, dan hidungnya mancung. Mata bundar yang terlihat serius dibawah alis rapih itu terlihat keren. Dia tampan seperti aktor.

Namun ada 1 hal, yang aku pahami mengapa ia insecure.

Di sekitar mata kirinya, ada bercak-bercak merah yang menyebar sampai ke alisnya.

"Daym son lu ganteng!", seru Dean memecahkan keheningan. Benny mendengus kaku dan Jackie terdiam, aku yakin dia salfok ke merah di matanya.

"Kennth...", panggil Jackie.

"Tanda lahir"

Setelah menjawab itu ia membalik topengnya, menunjukan cara ia melihat dibalik putih itu.

Polos juga.
Aku iseng memakainya.

Di bagian mata walaupun dari luar terlihat hitam, bagian dalamnya terlihat bening. Kaca beda warna kah?

Tapi aku segera sadar, dibalik topeng ini bagian untuk melihat dengan mata kirinya tidak ada. Blank putih dengan yang lain.

"Gua....buta sebelah", jawab Kennth walaupun kami belum bertanya.

"I'm sorry...", Dean bersimpati.

Kennth menunduk sambil bercerita tentang dirinya. Dia besar dengan rumah sakit sebagai rumah keduanya, setiap minggu pasti kesana. Sejak kecil dirinya sakit-sakitan, fisiknya lemah, dan harus sering makan obat. Makanya ia harus sering cuci darah. Perlahan-lahan kondisinya memburuk dan mata kirinya mengalami kebutaan.

Dia sangat tidak nyaman menceritakan ini. Tapi dia seperti berusaha menunjukan kalau ia bukan Matryoshka dan ingin percaya kepada kami...

Aku merasa bersalah.

Tapi aku harus menunjukan apresiasi ke mereka.

"Thank you", senyumku. Yang lain memperhatikanku seperti bingung. Sial aku tidak menyangka pandangan bakal ke aku semua. Tapi aku harus menunjukan rasa terima kasihku.

"Emh...pasti aneh rasanya harus buka topeng begini sama...nyeritain soal kamu. Tapi...emh...gimana ya...aku harap dengan ini kita udah...cukup percaya ke kamu kalo kamu bukan Matryoshka"

Argh! Gugup sekali!

Lalu berkontak mata dengan matanya terasa susah!

Mungkin karena terbiasa melihatnya bertopeng Kennth jadi terasa asing! Sekarang aku pilih Kennth dengan topeng.

Kennth mengangguk, "Thanks", kemudian ikut makan.

"Gue kira lu mau pake topeng lagi", komentar Jackie yang masih shock dengan penampakan wajah Kennth.

"Rugi gue kalo ga makan", nyeblak juga ngomongnya.

Tapi gapapa, kita memang perlu orang yang jujur begini.

Setelah itu kami kembali membahas dan Kennth kembali memakai topengnya seusai makan.

"Jadi 3 orang itu mau kita tanya?", tanya Dean melipat kaki dan tangannya bersandar dibelakangku.

MATRYOSHKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang