Kenapa mendadak agresif begini?
Perjalanan malam ini terasa menegangkan. Angin begitu dingin sampai menusuk permukaan kulit leherku, langitpun begitu gelap tanpa cahaya darinya, dan terasa sangat hening sampai jangkrik tidak sudi berbunyi. Sepatu yang biasa berdecit di pagi haripun terdengar begitu diam di lorong sekolah yang gelap ini.
Entah mengapa tidak ada satupun dari kami yang berbicara. Bahkan seseorang yang sebawel Deanpun tidak berbicara. Mungkin karena kami sama-sama memiliki firasat yang buruk.
Gimana ya...
Matryoshka mendadak meminta kami pergi ke ruang klub memasak tepat pukul 9 malam dan melihat apa yang ada di kompor. Dia bahkan memberi emoji :) ke kami, memancing kecurigaan kami. Lalu...
Bukankah dapur sangat berbahaya? Maksudku kan di dapur ada pisau....dan juga gas....api...
Bagaimana jika pelaku Matryoshka tiba-tiba datang?
Mengunci kami, membunuh kami dengan cara diracun, ditusuk, dibakar, atau ketiganya. Melihat cara Matryoshka yang begitu licik dan polisi yang ogah-ogahan terlibat dengan sekolah ini, rasanya mudah saja kematian kami dijadikan kecelakaan.
Oh astaga kumohon jangan sampai ada hal buruk yang terjadi.
Ah tapi kalau dipikir...tidak apa. Yang penting aku masih bersama keempat sahabatku. Benny, Dean, Kennth, dan Jackie. Selama ada mereka rasanya tidak ada yang tidak bisa dihadapi. Kami nekat terjun ke hal ini untuk menghentikan Matryoshka, maka itu kami akan melalui seluruh sakitnya bersama.
______________________________
Pintu kayu jati dibuka, mengeluarkan bunyi berkerak menjelang dirinya berhenti membuka, membekukan kami di tempat. Aku menghirup udara dingin ini mengumpulkan keberanian, kemudian masuk disusul oleh keempat sahabatku.
Sesuai ekspetasi kelas mewah Rising Smartness, dapurnya besar dan luas dengan beberapa counter dan kompor, serta peralatan yang sangat lengkap seperti untuk restoran berbintang. Padahal ini hanya sekolah tapi kemewahan berlebihan ini terasa memabukan. Tanpa perintah atau pembahasan sedikitpun, kami berpencar di dapur bertema country ini, memberi kesan seperti ada di Eropa.
Iris mejaku terus mengintai ke kanan dan kiri, mencari keganjalan yang disembunyikan boneka sialan itu. Sejauh ini tidak ada, sampai membuatku membuka kulkas dua pintu yang dingin dan menyimpan berbagai cemilan yang sangat cantik. Ingin sekali aku mencicipi tapi...Ah aku harus fokus.
Aku beralih ke rak-rak yang menyimpan berbagai piring antik, melihatnya satu-persatu mencari pesan rahasia. Tapi lagi-lagi nihil, membuatku menyisir tempat ini lebih lagi sampai-sampai aku berpapasan dengan Kennth.
"Ada clue?", adalah ucapan pertama yang keluar sejak tadi. Kennth menggeleng, "Di wilayah gue ga ada", jawabnya kemudian membuka rak cangkir. Ia berjinjit sedikit, mencari adakah hal yang ganjal atau tidak.
"Ng?", gumamnya pelan, "Ada sesuatu disini", ucapnya. Aku sampai mendekat dan menahan nafas, ingin tau apa yang akan menjadi clue selanjutnya.Kennth menarik dengan tangan menggenggam sesuatu. Ia menurunkannya agar aku yang mungil juga bisa lihat. Tangannya dibalik dan jemari membuka apa yang ditutupi.
Kertas yang dipilin menjadi sekecil rokok dan aku bisa mencium bau tidak sedap dari dalamnya.
Tanpa berkata lebih lanjut, Kennth membuka pilinannya, dimana aku langsung reflek menutup hidungku karena baunya. Tapi aku langsung menyadari sesuatu, di bagian dalam kertasnya selain ada krikil daun hijau aneh, terdapat sebuah pesan.
Apakah ini sebuah clue?
'Ganja adalah psikotropika yang bisa menyebabkan euforia. Hati-hati, 9:05 nanti polisi akan datang menangkap pemakan brownies itu. LARI LEWAT PINTU SELATAN'
KAMU SEDANG MEMBACA
MATRYOSHKA
Misteri / ThrillerSekolah Rising Smartness adalah salah satu sekolah paling ngetop di negara ini. Hanya murid-murid kaya, pintar, bertalenta, atau rupawan yang bisa masuk kesini. Sialnya...aku tidak memiliki semua itu. Namun aku bisa masuk ke sekolah ini sebagai muri...
