DUAPULUHENAM

155 6 0
                                        

annyeong!
udah siap buat part kali ini?😍
I hope you enjoy this chapter, and don't forget to vote and comment!💗

annyeong!udah siap buat part kali ini?😍I hope you enjoy this chapter, and don't forget to vote and comment!💗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ya udah kita berdua cocok karena sama-sama good loking!"

***

Sesuai janji Rian kemarin, hari ini Diona akan dijemput oleh Rian alias pacar barunya.

Diona baru saja selesai mandi dan sekarang tengah memakai seragamnya. Sejak baru bangun tadi Diona terus tersenyum. Hari ini ia sangat senang. Hari pertama menjadi pacar seorang Adrian Davino Geniel.

Diona menoleh kearah kasurnya saat terdengar dering telpon. Ia berjalan mendekat lalu diambilnya ponsel berlogo apelnya itu.

T-asyaaa incoming call..

"Tasya ngapain nelpon dah?"gumam Diona. Kemudian ia menjawab panggilan dari sahabatnya itu.

"Halo Sya? Kenapa?"

"Onaaa, berangkat bareng yu? Sama Dara juga. Hari ini gue ngga ada yang nganter sumpah,"

Diona menelan ludahnya. Bagaimana bisa ia menjelaskan kalau pagi ini ia akan berangkat bersama Rian. Memang, Diona belum menceritakan bahwa ia dan Rian sudah berpacaran kepada kedua sahabatnya.

"Na? Lo ngapa diem heh? Berangkat bareng ayooo.."

"Sya, maaf ya tapi kayaknya hari ini gue gak bisa deh."

"Loh kenapa? Dara bilang hari ini ngga ada rapat,"

"Eee..entar deh entar pasti lo tau kenapa. Lo sama Dara aja ya? Gapapa duluan aja ke sekolah."

"Entar maksudnya gimana? Lo kenapa sih? Lo ga sakit kan Na?"

"Enggak anjir! Di sekolah nanti lo tau. Lo berdua duluan aja ke sekolah. Sana-sana!"

"Ona–"

Diona menutup panggilan teleponnya. "Habislah gue."

Setelah itu ia menyisir sedikit rambutnya, mengambil tas ranselnya dan beranjak ke bawah untuk sarapan.

***

Suara seseorang berjalan di tangga membuat keluarga Anithen menoleh. Diona sedang berjalan turun sambil memainkan ponselnya. Dina, David, dan Darren dapat melihat sesekali gadis itu tersenyum kearah ponselnya.

"Tau deh, yang kemarin abis jadian."sindir Darren membuat Diona mendongak.

Diona langsung tersenyum manis. Ia berjalan cepat menuju meja makan. "Iri lo?"gurau Diona.

DIONA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang