Serangkaian acara jalan-jalan yang digagas oleh Suho telah berjalan semulus rencana. Dan, mempertemukan Sehun dan Rosé juga adalah bagian dari rencana yang terselubung.
Kini kedua grup itu mesti berpisah, masuk ke dalam van yang menjemput masing-masing. Secara terang-terangan, Rosé sempat memandang punggung Sehun saat hendak masuk ke dalam van. Dan, tak disangka-sangkah pria itu pun menoleh ke belakang, membuat keduanya bertatapan sejenak sebelum satu sama lain melempar senyum canggung.
Sehun adalah member yang paling akhir duduk di van, tentu sebab ia menyempatkan diri menatap kepergian van milik BLACKPINK yang membawa serta gadis pujaan hatinya.
"Bagaimana?"
Suho, penghuni kursi di samping Sehun memutar tubuhnya menghadap sang maknae yang memberikan raut bingung lalu bertanya, "Apanya?"
"Kau dan Rosé?" Lalu Suho kembali melempar tanya dengan wajah penasaran, yang lain pun memasang tampang serupa.
Helaan napas pelan terdengar dari Sehun. "Hyung merencanakan ini?" Ia bertanya alih-laih menjawab.
"Tidak. Ini ide Xiumin dan Baekhyun," elak Suho dengan tangan yang refleks menunjuk kursi di belakangnya. Sosok Xiumin menggeplak tangan Suho dengan geram, "Enak saja! Ini ide Kai dan Kyungsoo," tunjuk pria sipit itu pada kursi sebelah. "Hayo ngaku kalian!"
Kai dan Kyungsoo melotot lebar, salah satu dari mereka menendang kaki Xiumin, yang satu lagi berkomat-kamit mulut merapalkan sumpah serapah tanpa suara.
"Ini rencana kita semua." Kemudian, Chen dari jok paling belakang pun menyambar. Semua mata tertuju padanya yang dengan tenang menjawab, "Kami tidak tahan melihat kalian seperti itu. Maksudku, mau sampai kapan memangnya kau dan Rosé berpura-pura seperti orang asing begitu?"
Kali ini anggukan setuju datang dari setiap pemuda di sana. Sehun terdiam.
Beberapa saat hening, Chen kembali bersuara, "Jadi bagaimana kalian sekarang?"
"A-apanya?" Dan, Sehun masih berpura-pura teguh pada lugunya.
"Kau sudah mengatakannya?" Kali ini Kai yang bertanya sembari bangkit, memeluk punggung kursi milik Sehun dan mencondongkan tubuh ke depan memandang pria itu penuh selidik. Menoleh ke belakang, Sehun kembali bertanya pelan, "Mengatakan apa?"
Kyungsoo mengikuti kelakuan Kai, memangku dagu dan memandang Sehun dengan bola mata yang berbinar lalu bicara ringan, "Mengatakan kalau kau suka dia."
Mendadak Sehun disergap gugup. Ia gelagapan membuang pandang ke mana saja. "Apa maksud kalian? Suho Hyung pasti memberitahu yang tidak-tidak."
"Tidak perlu mengelak begitu, Hun. Tanpa Suho memberitahu pun, kami sudah memahami. Matamu selalu cemerlang saat menatap Rosé." Sembari memainkan game di ponselnya, Baekhyun menimpali. Lagi-lagi anggukan setuju datang dari berbagai pihak.
"Jadi apa yang kalian lakukan saat bersama tadi? Ayo ceritakan pada kami!" Kai dengan semangat menggebu terus menuntut Sehun yang pada akhirnya tak bisa melakukan apapun lagi selain menarik napas dan mulai menceritakan perihal kebersamaannya dengan Rosé tadi, tanpa terkecuali.
Cuitan dan godaan beberapa kali dilontarkan oleh mereka ketika Sehun menjelaskan momen manis meski canggung di antara ia dan Rosé.
"Terakhir, aku meminta maaf padanya untuk kesalahanku dulu. Dan, aku juga bilang bahwa aku merindukannya."
"Lalu dia jawab apa?"
"Dia jawab—"
"—'aku juga merindukanmu, Oppa.'"
KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE: The Scandal [END]
FanfictionSkandal Palsu sebagai pengalihan isu sudah bukan hal yang tabu lagi. Sehun dan Rose adalah sepasang Idol yang dituntut agensi mereka untuk menandatangani sebuah kontrak dengan ketentuan: 1. Melakukan kencan rekaan untuk dijadikan sebagai bukti skan...
![FAKE: The Scandal [END]](https://img.wattpad.com/cover/248001635-64-k798499.jpg)