Skandal Palsu sebagai pengalihan isu sudah bukan hal yang tabu lagi. Sehun dan Rose adalah sepasang Idol yang dituntut agensi mereka untuk menandatangani sebuah kontrak dengan ketentuan:
1. Melakukan kencan rekaan untuk dijadikan sebagai bukti skan...
Tatanan panggung luas nan megah berdiri gemilang di tengah-tengah ribuan manusia yang menjelma lautan. Kilau cahaya di sana-sini pun layar LED lebar yang terpasang di bagian belakang panggung menambah benderang suasana konser perayaan Natal dan tahun baru yang akan dibuka beberapa menit lagi.
Riuh pekikan dan tepuk tangan orang-orang mengaung seiring datangnya para Idol yang berjalan membentuk barisan tanpa komando menuju jajaran kursi di sisi kiri panggung. Senyuman dan lambaian tangan mereka berikan sebagai bentuk sapaan normal untuk para fans yang hadir.
Rapi dengan setelan kemeja merah gelap bercorak garis abstrak kehitaman, Sehun menyunggingkan seuntai senyum manis saat salah seorang cameramen menyorot dirinya. Seketika pekikan semakin menggema tak beradab saat pahatan kelewat tampan pria itu terpampang begitu jelas di layar LED; terindra pula oleh sosok Rosé yang kala itu sudah berada di tempat duduknya.
Sudut bibir gadis itu nyaris terangkat ketika menyadari kenyataan bahwa begitu banyak kaum hawa yang jatuh dalam pesona seorang Oh Sehun, termasuk dirinya. Dan, mengetahui kenyataan bahwa pria itu memendam perasaan yang sama degannya membuat dua sisi pipi Rosé menjelma rona.
Menunduk tersipu, Sehun mempercepat langkah menaiki beberapa tangga menuju kursinya setelah menyapa beberapa Idol yang telah lebih dulu menghuni kursi-kursi pRosénium setengah lingkaran. Dan saat mendudukan diri, sapuan penglihatan pria itu berhenti pada empat orang gadis yang duduk di kursi selisih beberapa lengkungan di bawah posisi duduknya.
Pandangan Sehun jatuh pada gadis bersurai keemasan berbalut pakaian terbuka dominasi hitam berkilauan ditambah cardigan semi transparan. Di cuaca sedingin ini, Sehun cukup dibuat risau memikirkan kondisi Rosé yang bisa saja terserang flu atau demam, mengingat beberapa hari ini jadwal gadis itu terbilang cukup padat. Sehun tahu sebab usai momen pernyataan cintanya tempo hari, ia dan Rosé mulai kembali menjalin komunikasi secara berkala: lewat pesan singkat atau panggilan suara.
Sempat memperhatikan disela-sela waktu, Sehun beberapa kali menemukan gadis itu menyandarkan kepala di bahu Lisa, terkadang Jisoo, terkadang menenggelamkan wajah di antara dua tangannya.
Tak dipungkiri, Rosé merasakan udara dingin begitu menusuk tulang. Pagi ini ia sudah disuguhi hawa-hawa demam dan memutuskan untuk menelan beberapa bulir vitamin sebelum berangkat menuju lokasi konser. Memencarkan pandang tanpa arah, lirikan mata Rosé bersambut dengan sepasang netra yang sedari tadi memang sudah memperhatikannya. Ada cemas yang begitu ketara di balik tatapan Sehun padanya sehingga Rosé memutuskan untuk memberikan senyum tipis beberapa detik mencoba meyakinkan Sehun bahwa ia baik-baik saja.
Senyum Rosé berbalas meski samar. Cukup menghantarkan segelintir kehangatan ke dalam relung gadis itu.
Acara inti konser dimulai. Semarak penonton menyambut nyala lampu-lampu panggung di mana tujuh laki-laki rupawan berdiri menyanyi pula menari dengan teramat piawai. Dalam duduknya, Rosé selalu menjatuhkan tatap pada rapper grup ke mana saja pria bertopi itu bergerak. Teriakan semakin memekakan telinga ketika secara tiba-tiba Sehun menanggalkan kemejanya, entah itu sebuah konsep yang disengaja atau sesuatu yang sebenarnya tidak direncana, Rosé cukup dibuat terkejut dan merasakan udara yang mendadak menjadi panas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.