Akemi POV
Kami pun berangkat menuju ke restoran, dan mobil kami berada dalam auto pilot mode maka dari itu tidak ada yang menyetir.
Aku menatap Akeno lekat lekat. Kemudian mulai bicara.
"Kamu tadi bertanya soal siapa itu akeno kan??"
Kulihat dia mengangguk.
"Akeno, dia adalah saudara kembar ku yang hilang karena di culik sekitar 11 tahun lebih 3 bulan 13 hari yang lalu.... " Jawabku.
Aku memang menghitung jumlah hari setelah Akeno menghilang. Makanya aku bisa menjawab dengan rinci soal berapa lama Akeno menghilang.
' huh??, Kok bisa angka nya sama?? Itu kan jumlah hari yang ku ingat.... Ingatan ku sebelum aku berumur 5 tahun memang hilang. Dan hal yang terakhir yang kuingat saat itu adalah aku terbangun di kamarku.
Aku menghitung hari sejak saat itu, sebab kupikir mungkin akan berguna suatu saat nanti... Tapi kok angkanya sama??
Apa ini kebetulan??
Tapi setelah kupikir pikir, rambutku yang asli dengan rambutnya memiliki warna yang sama....
Bahkan wajahnya juga terasa sangat familiar....
Ah....
Aku ingat!! Aku pernah bermimpi tentangnya, yang saat itu dia tergeletak di sebuah gudang tua dan berlumuran darah dan aku yang menangis di depannya....
Tapi mengapa aku menangis?? '
Pikirnya panjang lebar.
Huh?? Jangan jangan dia ingat kejadian itu??
Saat itu adalah saat dimana hari penculikan Akeno, tepatnya saat kami pergi berlibur. Saat itu aku meninggalkan Akeno di kamar hotel , sebab aku ingin ke kamar mandi sebentar.
Saat kembali aku menyadari kalau akeno tidak ada di kamar. Aku yang panik pun mengikuti instingku sebagai saudara kembarnya dan merasa bahwa dia di bawa ke sebuah gudang tua.
Aku pun mengikuti instingku dan menemukan bahwa Akeno terikat di dalam gudang tua itu. Aku pun langsung berlari menghampiri Akeno dan melepaskan ikatannya.
Setelah terlepas, Akeno langsung memelukku sambil bilang kalau dia takut. Sedangkan aku mencoba menenangkan nya.
Tiba tiba ku dengar ada langkah kaki menuju ke tempatku saat itu, kemudian sekitar 30 pria dewasa mengepung ku dan Akeno.
Aku yang sudah terbiasa akan hal ini pun cukup tenang tapi tidak dengan Akeno. Dia panik.
Aku cukup terbiasa sebab aku dan kakakku mengikuti pelatihan, di suruh oleh para tetua b*ngsat itu'.
Isi dari pelatihan itu adalah mengajarkan kita bela diri, menggunakan senjata, pelajaran dasar( MTK , IPA, olahraga, dll), tata Krama, pelajaran bisnis. Itu dimulai sejak kami berumur 4 tahun.
Bisa dibilang saat itu, pengetahuan ku sudah setara dengan anak SMA. Disana jugalah kami bertemu dengan para anggota grup shadow.
Aku dan kakak ku awalnya tidak setuju, namun akhirnya setuju dengan syarat Akeno tidak perlu ikut pelatihannya.
Aku dan kakak ku tidak ingin Akeno merasakan hidup dikelilingi orang orang licik dan busuk. Kami berharap Akeno hidup dengan nyaman, aman, dan bahagia.
30 orang yang tadi mengepungku menyuruhku menyerahkan Akeno. Tentu saja aku menolak perintah mereka. Dan baku hantam pun terjadi.
Kakak ku pun datang, kurasa mereka panik dan khawatir saat itu. Dan saat mereka melihat ku bertarung. Kakak ku pun membantu ku melawan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Sunshine's Wound
NonfiksiKeluarga Miya adalah keluarga pemilik beberapa perusahaan besar di jepang. Keluarga Miya terdiri dari : Miya Atsusa (sebagai kepala keluarga) , Miya Harumi , dan 4 anaknya yaitu Miya Atsumu , Miya Osamu yang merupakan saudara kembar , serta Miya Ake...
