Jangan lupa Vote, kalo suka komen juga boleh:)
🥳Happy Reading🥳
•
•
•
Bugh!
Bugh!
Kretek!
Brak!
Habis sudah properti yang ada di lantai bawah ruangan ini oleh perkelahian dua orang yang kekuatannya seimbang.
Dua-duanya sama kuat, namun yang membedakan hanya bentuk tubuh, satu kurcaci dan satu raksasa.
Wajah Agam yang awalnya rapi, maskulin, dan tampan. Kini berubah menjadi bonyok.
Lebam dimana-mana dan darah bercucuran, namun Agam tak menghiraukan semua itu yang ada di pikirannya saat ini hanya satu yaitu keselamatan Alvina.
"Udah gue bilang balikin Vina, an**ng!" Satu tendangan mengenai kepala Rougi.
Anehnya walaupun luka Rougi lebih parah di banding Agam tapi dia masih saja belum tumbang.
"Lu mati aja sekalian Agam!" Marah Rougi yang mengarahkan pemukul besi tepat ke wajah Agam.
Trak!
Agam berhasil menghindar dan pukulan tersebut mengenai dinding.
Jika Agam telat sedikit saja untuk menghindar maka kepalanya mungkin akan pecah.
Buktinya dinding itu pun sampai retak dan amburadul. Apalagi kepala? Ish membayangkan saja sudah tak sudi.
"Oh jadi lu mau main senjata ya? Oke kalo begitu!" Agam mengambil linggis yang entah sejak kapan ada di bawahnya.
Rougi kembali menyerang Agam dengan pemukul besinya dan Agam selalu berhasil menangkisnya dengan linggis.
Trang!
Pertarungan dengan senjata pun di mulai.
.
"Nah disini cewek itu di sekap," ucap Zulia seraya berhenti didepan pintu terkunci di ruang bawah tanah.
"Terus kuncinya mana mbak? Ini pintunya terkunci loh! Gimana kita mau masuk?" Tanya Galih.
"Tenang kuncinya gw bawa kok, santai!" Ujar Zulia sambil mengelurkan kunci dari saku celananya.
Butuh beberpa menit untuk Zulia membuka kuncinya karena macet.
Ceklek!
Akhirnya pintu terbuka lalu Adli dan Galih segera masuk ke dalam di ikuti Zulia dibelakang.
"Vina!" Seru Adli yang melihat Vina dalam keadaan tak sadarkan diri terikat disebuah kursi.
"Loh ini kenapa dia pingsan?" Tanya Adli kepada Zulia.
"Ta-tadi dia berontak mulu sih, jadi Jitae menyuntik dia dengan suntikan tidur" Jelas Zulia.
KAMU SEDANG MEMBACA
the SOMVLAK couple [END]
Romance[FOLLOW SEBELUM BACA!] "Pokoknya sekarang lo harus ikut gue, ini penting!" Tanpa permisi gue langsung menarik lengan cewek itu. "Ta-tapi!" Bantah si cewek saat gue terus menarik lengannya secara paksa. "Ini penting banget, menyangkut hidup dan mati...
![the SOMVLAK couple [END]](https://img.wattpad.com/cover/153550445-64-k667491.jpg)