"Vin gue berangkat ke kantor dulu ya, kalo terjadi apa-apa langsung telpon. Tapi kalo gue lagi sibuk dan gak sempat jawab telpon lo, lo minta bantuan sama bang Adli atau Galih aja" pepatah Agam sebelum pergi ke kantor, soalnya Agam sangat khawatir dengan kondisi Vina yang hamil muda.
Vina mengangguk, "Iya kang siap" lalu menyunggingkan senyuman.
Agam membalas senyum Vina, "Aku berangkat dulu ya sayang" kemudian mengecup kening Vina lembut.
'Dahlah metong gw klo Agam udah sweet kek gini!' -Batin Vina yang tak karuan.
"Dah! Aku pergi ya!" Ucap Agam sambil melambaikan tangan.
"Eh! Kang tunggu!"
Baru saja beberapa langkah Agam menghentikan langkahnya lalu balik badan melihat Vina.
"Apa?" Tanya Agam heran.
Vina jalan menghampiri Agam, "Kang aku belum salim."
"Oh iya ya, gimana sih gue mulai pikun deh," Agam cengengesan lalu mengulurkan tangannya.
Setelah Vina mencium tangan Agam barulah Agam bisa pergi ke kantor dengan tenang.
Akhirnya Vina sendirian lagi didalam kamar yang begitu luas ini.
Tapi lama kelamaan Vina merasa jenuh jika hanya rebahan dan main handphone.
Posisi Vina sekarang ada dirumah keluarga Agam. Soalnya Agam tak tega jika harus meninggalkan Vina di mansion, ia tak mau jika Vina merasa kesepian dan takut terjadi hal buruk juga.
Kalau berada di rumah keluarganya setidak nya Agam merasa tenang karena banyak yang menjaga Vina mulai dari Mama, Adli dan Galih.
Kini Vina berada di taman belakang, tempat kesukaanya disaat dia butuh waktu untuk sendiri.
Seperti biasa angin selalu berhembus lembut menerpa wajahnya, dan itu membuat Vina makin nyaman tinggal di taman ini untuk berlama-lama.
"Vina!" Seseorang memanggil namanya.
Vina celingukan mencari pemilik suara tersebut.
"Eh, bang Adli. Ada apa bang tumben?" Tanya Vina setelah melihat Adli berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.
"Aku cuma mau nemenin kamu aja, aku gak mau kamu merasa kesepian," jawab Adli datar sambil berjalan lalu duduk disamping Vina.
Seperti biasa Adli memang gak suka terlalu banyak bicara beda dengan Agam yang jatuhnya malah bawel.
Bukannya mencairkan suasana, kedatangan Adli justru membuat suasana canggung.
Mereka kini saling diam, dengan pikirannya masing-masing.
"Vin mau jalan-jalan keluar gak cari angin gitu," ucap Adli supaya tak saling diam seperti ini.
Vina melihat ke arah Adli lalu bertanya "Emang abang gak capek? Semalam abang kan baru sampe sini setelah pulang dari luar negeri."
"Enggak lah, malahan abang seneng. Udah lama juga gak keliling kota karena sibuk kerja terus," Adli menyunggingkan senyum kaku.
Karena tak ada jawaban dari Vina, Adli kembali bertanya "Vina gimana mau gak jalan-jalan?"
"Eh! I-iya bang ayo," jawab Vina akhirnya.
.
Sesampainya di sebuah taman hiburan yang bernama Uni***sal mereka berdua jalan berdampingan.
Suasana disini cukup ramai dan di padati orang-orang. Karena takut Vina hilang Adli segera menggandeng tangan Vina.
"Kamu jangan sampai kenapa-napa apalagi hilang, karena Agam sudah menitipkan kamu ke abang," jelas Adli menatap lurus ke depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
the SOMVLAK couple [END]
Storie d'Amore[FOLLOW SEBELUM BACA!] "Pokoknya sekarang lo harus ikut gue, ini penting!" Tanpa permisi gue langsung menarik lengan cewek itu. "Ta-tapi!" Bantah si cewek saat gue terus menarik lengannya secara paksa. "Ini penting banget, menyangkut hidup dan mati...
![the SOMVLAK couple [END]](https://img.wattpad.com/cover/153550445-64-k667491.jpg)