13

80 4 5
                                        

Setelah selesai dengan acara quick shopping bersama Sheila sore itu; mereka berdua segera menuju hotel untuk mengambil beberapa barang dan langsung berangkat kembali menuju Changi Airport. Setelah check in, Luna baru tahu bahwa Dani sudah pulang lebih awal dari mereka.

Padahal rencana awal Dani akan duduk bersama dengan Luna. Dani sudah menge-tag Luna untuk duduk bersama karena ia ingin menanyakan beberapa hal perihal salah satu atasannya yang kemarin di panggil Pak Ronald khusus setelah meeting besar. Tetapi alasan sebenarnya Dani mau duduk dengan Luna karena hanya Luna yang akan menanggapai semua omongan Dani sedangkan Rendy dan Sheila lebih memilih untuk tidur dan mengabaikan dirinya. 

Jadilah, Luna akan duduk sendiri untuk perjalanan pulang kali ini. Luna sudah duduk rapi diatas pesawat; setelah menerima selimut dari salah satu pramugari, Luna mengamati kembali pekerja-pekerja yang sedang sibuk dibawah sana mengecek pesawat yang akan ia tumpangi dengan tatapan kosong. Tapi pikirannya pun tetap tidak bisa tenang. Sampai sekarang, Damian masih saja mengacuhkannya. Semua telepon dan pesan dari Luna tidak ada yang dibalas. Damian akan membalas jika itu berhubungan dengan Keenan, selebihnya akan dibiarkan begitu saja.

Luna cukup frustasi akan hal ini. Ia terlalu lelah untuk membayangkan apa yang akan terjadi nanti ketika ia sampai di Jakarta dan bertemu Damian.

One thing for sure, dia sudah rindu dengan Keenan. Ia ingin memeluk anak semata wayangnya itu

"Hey there"

Luna melihat ke sumber suara yang memanggilnya; dan ternyata itu Jeffrey. Jeffrey tersenyum sambil meletakkan tas ranselnya di cabin. Ia segera duduk disebelah Luna

"Loh... Jeff ?"

"Hi"

"Lo ambil jam ini juga ?"

Jeffrey mengangguk sambil mengganti mode handphonenya menjadi airplane mode. Luna mengerutkan keningnya "Kok gw gatau ? Ya iya sih lo bilang pulang hari Minggu"

"Emang lo nanya gw ambil jam berapa ?"

Luna menggeleng pelan dan tersenyum menunjukkan giginya "Ya engga sih... Lo juga dari pagi ga ada kabar. Gw kira lo udah balik duluan"

"Ohh... Abis breakfast gw ke gym bentar terus ketiduran" Jeffrey tertawa

"Astaga... Bener-bener weekend gateaway ya"

"Yakan kapan lagi Na. Sebelum Jo ngasih kerjaan gw lebih banyak. Tapi tadi sih sempet nyari beberapa barang titipan nyokap"

"Oh I see... Terus udah ketemu ?"

Jeffrey mengangguk dan memakai seatbealtnya setelah mendengar pengumuman bahwa pesawat akan segera lepas landas. Luna menghela nafasnya dengan pelan dan menatap ke jendela kembali. Suatu kebiasaannya ketika berada di pesawat. Sesungguhnya saat-saat seperti ini masih membuatnya sedikit nervous.

Tanpa ia sadari, kakinya pun sudah menegang dan Luna sudah memegang tangannya dengan erat. Jeffrey yang duduk disebelah Luna menyadari hal itu. Ia hanya tersenyum dan dengan santai dia memegang tangan Luna, hanya untuk meyakinkan bahwa semua baik-baik saja.

Luna terdiam dan melirik ke Jeffrey yang masih santai sambil membaca buku di depannya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Fallin' All in YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang