Warning : a little bit mature content and harsh words. Be wise
"Dia siapa ?" tanya Jeffrey pelan
"Who are you ?"
Jeffrey langsung melihat ke lelaki itu dan berjalan mendekat; tatapannya sudah berubah menjadi tegas dan tajam. Jelas terlihat emosi dan amarah yang bisa segera meledak kapan saja. Natalia coba menahan tangan Jeffrey untuk tidak mendekat ke lelaki tersebut, tapi Jeffrey hempaskan tangan mungil itu dan tetap berjalan maju ke arah lelaki itu
"Lo siapa ?"
"Loh lo siapa ?"
"Gw pacarnya Natalia. Lo siapa ?"
Lelaki itu terkekeh sarkas sambil menatap Jeffrey "Oh ini pacar lo Nat ? Yang lo ajak tidur tapi selalu nolak?" ia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Jeffrey "Kenalin, gw Aska. Pacar cewe lo juga. Well, the one who always sleep with her when you're not around"
"Bangsat" Jeffrey langsung segera menonjok Aska dengan keras hingga lelaki itu jatuh tersungkur; Natalia berteriak memanggil nama Jeffrey. Baru kali ini dia melihat muka Jeffrey semarah itu; dikarenakan kulit muka Jeffrey yang putih pucat jadi bisa terlihat ketika muka dan telinganya berubah warna menjadi merah. Tentu saja Jeffrey menahan semua amarahnya.
Rasanya Jeffrey ingin menojok lelaki ini lagi sampai dia babak belur; tapi dia mencoba menahannya. Mengingat apabila lelaki ini bertindak lebih jauh, bisa saja si Aska ini melapor ke kepolisian dengan melampirkan hasil visum. Jeffrey berfikir terlalu panjang memang.
"Anjing" umpat Aska sambil mencoba untuk bangun
"Jeff"
Jeffrey langsung melihat ke Natalia yang nampak ketakutan "Jelasin ke gw sekarang. Ini apa maksudnya?" hardiknya
"Aku sama dia ga ada apa-apa" jelas Natalia sambil memegang lengan Jeffrey
Aska berdecak pelan "Those night, that lingerie, lo bilang kita ga ada apa-apa ? You cum again and again because of me, Nat. Admit it"
"Fuck! Lo bisa diem ga sih Ka ? Kita ga ada apa-apa. I told you we're just Frien—" penjelasan Natalia langsung dihentikan oleh Jeffrey yang hanya bisa menatap Natalia dengan tajam "Friends with benefit, huh ?" tanyanya
"Jeff, no listen. Aku beneran ga ada apa-apa sama dia"
"Udah berapa kali kamu tidur sama dia ?" tanya Jeffrey
"Yang jelas, sebelum dia jadian sama lo juga gw udah tidur sama dia. Jadi ya lo pelarian doank Bro. Apalagi lo the famous Kusuma's. Siapa yang gamau having sex sama lo yakan ?" ujar Aska santai; tapi setelahnya Jeffrey menonjok Aska kembali membuat lelaki itu tersungkur kembali.
"Jeffrey!!" pekik Natalia melihat nafas Jeffrey yang masih terengah-engah. Energinya sudah habis akibat meeting dan kerjaan tanpa henti ditambah dengan kejadian malam ini. Jeffrey menatap nanar Natalia yang setengah menangis dan ketakutan melihat Jeffrey yang seperti ini
"So you using me ?" tanya Jeffrey dengan suara beratnya
"Engga Jeff. I love you, I really do"
"Tapi ?"
"Ga ada tapi. Aku beneran---" lelaki yang bernama Aska itu tertawa dengan keras sambil bangkit dari duduknya; darah sudah terlihat diujung bibirnya akibat ulah Jeffrey. Pipinya pun sudah sedikit membengkak "Lo, lo tuh cuman jadi bahan taruhan Natalia sama temen-temennya. Since Natalia satu kantor sama lo, mereka menantang Natalia buat tidur sama lo. Lo aja yang bego mau aja ketipu" ujar Aska lagi
Natalia sudah sangat geram melihat kelakuan Aska yang seperti ini; mukanya sudah berubah sangat merah, air matanya juga sudah turun menangis melihat sikap dingin Jeffrey kepadanya. Jeffrey mencoba mengatur nafas dan emosinya; ia masih mencoba untuk berfikir jernih dan tidak membuat keributan lebih dari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallin' All in You
Romance"Trapped up on a tightrope now we're here, we're free. Fallin all in you - Shawn Mendes" Ketika rasa itu kembali dan Jeffrey mendapatkan kesempatannya, apakah ini salah ? Non Baku Warning : Beware for harsh word, fighting scene and some mature conte...
