"Selamat sore Bu, ada yang bisa dibantu ?"
"Sore.. Pak Damiannya ada ?"
"Oh sebentar ya Bu saya cek dulu" Luna mengangguk dan memutuskan untuk duduk di lobby; setelah mendapat konfirmasi bahwa Damian sedang tidak meeting. Luna berjalan ke arah ruangan yang sudah biasa ia datangi dengan membawa beberapa makanan siap saji
"Jadi gitu aja konsepnya. Lo gimana Bar ? Setuju ga ?"
"Ya oke sih.. Tapi lo serius nih ? Agak riskan sebenernya"
"Coba dulu aja"
Luna membuka pintu ruangan itu dengan pelan dan tersenyum kepada Barra, Agil dan Damian "Hai... Ganggu ya ?"
"Eh Luna...." Barra memutar kursinya dan tersenyum; Luna melangkah masuk dan menaruh plastik yang berisi makanan itu di dekat meja Damian
"Sorry ya ganggu, tadi inget Mas Damian mau ada meeting disini jadi tadi mampir sekalian beli makanan buat team. Semoga cukup yaa"
"Waahh!! Thank you Lun! Padahal ga usah repot-repot loh" ucap Agil, salah satu partner kerja Damian dan Barra. Selain bekerja di salah satu perusahaan komunikasi, Damian dan Barra memutuskan untuk membuat bisnis bersama dibidang musik dan EO konser.
"Yes mentai!!! Luna emang tau aja gw laper" kata Barra sambil memulai memakan makanannya
Luna hanya tersenyum dan berjalan mendekat ke Damian; Damian langsung merengkuh pinggang istrinya tersebut dan mencium singkat pelipis Luna "Makasih ya.. Kok ga ngomong mau kesini ?"
"Surprise ?"
"I'm quite shock but I'm glad"
"Hehehe... Abis Mas pulang malem terus sih. Kasian tuh anaknya ampe bosen dirumah karena Daddynya kerja terus" sindir Luna sambil menautkan tangannya dengan tangan Damian. Damian hanya tersenyum dan merapikan anak rambut Luna; bukannya menjawab perkataan Luna.
"Iya nih... Maaf ya Lun Damiannya pulang malem terus. Maklum ini bisnis partner yang baru punya satu frekuensi sama Damian jadinya nyambungnya sama Damian doank. Klo sama gw sama Barra mah ga nyambung" Sahut Agil dengan santai; Barra yang tadinya sedang asik makan langsung berhenti dan melihat ke arah Agil memberikan kode yang sayang sekali Agil tidak mengerti.
"Ohh iyaa... Ada yang baru lagi Bang ? Mas Damian pernah cerita sih. Cuman sekilas doank hehehe" Luna melihat ke Damian dan bertanya "Siapa Mas ? Bang Steve akhirnya ikutan ?" Iya, Luna berbohong. Dia sangat tau siapa bisnis partner suaminya ini.
"Halo everyoneee!!!"
Luna melihat ke arah wanita yang baru saja datang; itu Dara. Wanita yang sedang bekerja sama dengan Damian dan Barra dalam project mereka kali ini. Luna sebelumnya sudah pernah bertemu; karena Dara merupakan teman kuliah Damian dan Barra. Bahkan Keisha pun tau Dara.
"Gw bawa hokben nih. Tadi Damian bilang lagi pengen hokben" Serunya tanpa melihat kehadiran Luna yang sedang berdiri disebelah Damian. Agil tertawa dan menunjuk ke plastik yang sudah ada disana terlebih dahulu
"Telat lo.. Tuh Luna udah bawain mentai buat kita-kita... Masih banyak lagi. Buat satu studio cukup kayaknya"
Dara terhenti dan akhirnya memutar badannya; ia tersenyum menyapa Luna "Ohh ada Luna.. Hai Lun! Apakabar ?"
"Baik kak... Maaf ya ngerepotin kakak buat beli hokben harusnya tadi Mas Damian bilang aja sama aku klo dia lagi pengen Hokben, biar ku bawain Hokben aja daripada mentai hehehe" Ujar Luna; ia menyenggol lengan Damian dengan pelan dan berkata "Jangan gitu sama Kak Dara kasian tau.. Kamu biasanya tinggal delivery atau ojek online kan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallin' All in You
Romance"Trapped up on a tightrope now we're here, we're free. Fallin all in you - Shawn Mendes" Ketika rasa itu kembali dan Jeffrey mendapatkan kesempatannya, apakah ini salah ? Non Baku Warning : Beware for harsh word, fighting scene and some mature conte...
