Setelah berdiskusi dengan Tristan, dan ternyata Tristan akan berangkat ke Thailand –dalam rencana mengunjungi slash menjemput Citra untuk pulang bersama- pada tanggal yang sama ketika Luna harus pergi ke Bali maka Luna menanyakan kepada Keenan apakah dia mau ikut saja ke Bali. Mengingat mereka berdua bisa extend dan sekalian weekend gateaway. Tapi ternyata keberuntungan tidak dipihak Luna, karena Keenan ada ujian pada hari jum'atnya. Luna sudah menawarkan untuk ambil susulan, tapi tetap ditolak Keenan.
Keenan mengusulkan untuk membiarkan dia tinggal bersama Damian. Bahkan Luna sudah menawarkan untuk menginap saja dirumah Gian, tapi tetap ditolak oleh Keenan. Sepertinya anak-anak seumuran Keenan memang lagi dimasa apa saja didebatkan dengan Ibunya. Karena tidak sekali dua kali Keenan dan Luna berselisih pendapat.
Dan akhirnya disini lah Luna, di gedung Apartment yang biasa dia kunjungi dahulu. Saat dia masih berpacaran dengan Damian. Ia menggeret koper Keenan dan segera menuju pintu apartment Damian. Keenan dengan antusias memencet bel apartment ayahnya; tidak butuh waktu lama akhirnya Damian membuka pintunya. Keenan langsung memeluk ayahnya dengan erat ketika lelaki itu menyambutnya
"Let's have some fun" ucapnya sambil mengacak pelan rambut Keenan yang membuat anak lelaki itu mengangguk dengan antusias
"Alright Nan. Mommy langsung ya ke Bandara. Behave and listen to Daddy, okay ?" ujar Luna sambil mensejajarkan matanya dengan mata Keenan. Keenan tersenyum dan mengangguk; langsung dipeluknya Luna dengan erat "Call me when you arrive Mom"
"I will sayang. Jangan lupa ujiannya besok ya"
"Okay" Keenan mengangguk dan segera berlari ke dalam apartment meninggalkan Luna dan Damian yang masih berdiri di depan pintu
"Flight jam berapa ?" tanya Damian pelan
"Jam 7. Aku titip ya"
"He's my son too, Lun"
"Still... Aku gatau kapan pacar kamu bisa tiba-tiba dateng. Aku gamau dia ketemu Keenan"
Damian mengernyitkan keningnya "Maksudnya ?"
"No... Aku ga mau dia ketemu Keenan"
"Iya kenapa ?"
Luna hanya menghela nafasnya dan mengecek ponselnya "Aku berangkat" pamitnya. Damian mengangguk dan rasanya ingin sekali Damian memeluk Luna, tapi lelaki itu urungkan niatnya "Oke. Hati-hati ya. Safe flight"
Luna hanya tersenyum singkat sambil berlalu menuju lift meninggalkan Damian yang masih memerhatikannya dari kejauhan.
-----------------------------------------------------------------
"Wait... Jadi kamu bakal ke Bali dari jum'at sabtu minggu ?"
Jeffrey mengangguk sambil memakan pastanya yang sudah lelaki itu pesan sebelumnya "Yes. Aku berangkat jumat malem" ujarnya dengan santai
"Kenapa ?"
"Kenapa apanya ?"
"Kenapa aku ga diajak ? Kenapa aku ga boleh ikut ?" protes Natalia. Selera makannya pun sudah menghilang ketika Jeffrey memberitahukan bahwa dia akan mengambil cuti.
"Loh ? kan aku acara keluarga"
"Tapi kan aku pacar kamu Jeff. Masa aku ga boleh ikut ?"
"Ya bukan ga boleh. Tapi kan ini close buat keluarga doank Nat. Aku ga bisa ajak siapa-siapa. Ga ada yang ngajak pacar-pacarnya juga"
Natalia mendengus kesal dan masih tidak terima; ia melipat kedua tangannya didepan dada. Dia sudah bertemu dengan sepupu Jeffrey, kenapa lelaki itu tidak mengajaknya untuk pergi bersama. Dan ini bisa menjadi salah satu kesempatan Natalia untuk lebih mengenal Valerie. Kapan lagi bisa foto bersama dengan model terkenal ? pikirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallin' All in You
Romance"Trapped up on a tightrope now we're here, we're free. Fallin all in you - Shawn Mendes" Ketika rasa itu kembali dan Jeffrey mendapatkan kesempatannya, apakah ini salah ? Non Baku Warning : Beware for harsh word, fighting scene and some mature conte...
