Kamu adalah kesempurnaan yang sifatnya mutlak bagiku.
Kini para anggota osis sibuk bergotong royong untuk mempersiapkan acara nanti malam. Setelah acara pelepasan siswa-siswi kelas 12 siang ini selesai, mereka beralih untuk mempersiapkan promnight malam nanti.
3 tahun sudah tak terasa telah mereka lalui. Pahit, manis dan senang, susah mereka lewati bersama. Penantian panjang akhirnya terbayar sudah.
Di sisi lain, Cemara mendesah pelan menatap pigura yang memaparkan fotonya dengan teman-temannya satu kelas. Rasanya Cemara ingin menangis sekarang, meski hanya satu tahun mereka bersama tapi tetap saja begitu banyak kenangan yang sudah mereka torehkan bersama.
"Ara? Kamu jadi bawa Ichi ikut sama kita?" tanya Bundanya.
Cemara menoleh kebelakang, bundanya menghampiri dirinya seraya membawa nampan dengan segelas air putih dan juga obat.
"Iya lah bun, Cemara gak mungkin kan mau jual Ichi. Bunda udah beres-beres perlengkapan emang?"
"Udah sayang, tapi saran bunda lebih baik nanti malam kamu ikut promnight. Kamu harus pamit ke temen-temen kamu sayang, termasuk Oxy." saran Viera.
"Bun-"
"Sayang, bunda nggak mau terjadi kesalah pahaman lagi. Biar gimanapun Oxy juga bagian penting di hidup kamu kan?"
Cemara menunduk, tapi kini hubungannya dengan Oxy tidak seperti dulu lagi. Ini lah yang ia inginkan selama ini, menjauh. Cemara sengaja melakukan ini, Oxy berbeda dengan Axel. Ia lebih keras kepala, kalau pun hubungannya masig baik-baik saja saat ini pasti lah Oxy tidak akan membiarkan Cemara pergi sejauh ini.
"Jangan lupa pamit ke Axel ya," imbuh Viera.
"Iya, habis ambil dress di butik. Nanti aku langsung ke makam Axel kok." jawab Cemara.
"Yaudah kalau gitu bunda lanjut berkemas dulu, itu obatnya jangan lupa di minum. Awas kalau sampai gak di minum!" kata Viera memperingati putrinya itu.
"Siap bun!"
Sepeninggal bundanya, Cemara langsung meminum obat yang sudah disediakan di nakasnya. Bosan juga setiap hari harus mengonsumsi vitamin serta obat-obatan. Tapi mau gimana lagi, itu sudah jadi prosedur dari dokter
*****
"Guys, gue cocok kan pake ini?" tanya Mamon sembari menunjukan tuxedo yang ia coba di depan teman-temannya.
"Cakep lo mon, udah kayak raja rimba!" jawab Azka.
"Lo pikir gue temennya tarzan?!"
"Lo tarzannya, bego!" Ledek Steve.
Mamon menggerutu kesal, ia melepas kembali tuxedo yang ia coba tadi. Sementara teman-temannya yang lain tertawa puas melihatnya.
"Lah, lo udah selesai?" beo Azka setelah melihat Oxy yang sudah kembali sembari menenteng tas belanjaannya.
"Gue gak lemot kayak lo pada!" jawab Oxy ketus.
"B aja kali, sensi mulu bawaan lo kek betina aja." sewot Mamon.
"Eh, kampret buruan!" Steve kesal melihat Mamon yang bolak balik ke ruang ganti baju, tapi ia masih belum bisa menentukan pilihannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OxyLeon
Teen FictionTerbangun dari masa koma dan kembali melihat megahnya dunia, bahagia itu lah yang dirasakan oleh Cemara. Gadis cantik pengidap kanker darah itu harus menelan kenyataan pahit, ketika harapannya terbangun dari masa koma ia bisa melihat seseorang yang...
